BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

   
Sst..sst, Ada yang Berpolitik di Pemakaman Bhante Sudhammo

 

BuddhistOnline.com - Tepat pukul 09.09 WIB hari Selasa 7 Maret 2000, peti jenazah almarhum Y.M. Sudhammo Mahathera diturunkan hingga menyentuh liang lahat. Akhirnya, jenazah Bhikkhu kelahiran Sumenep 21 April 1938 itu dimakamkan setelah tujuh malam disemayamkan di Dhammasala Vihăra Ratanavana Arămă, Lasem. Melihat peristiwa itu, air mata dari sebagian besar wajah-wajah umat Buddha yang hadir saat itu semakin deras mengalir. Alampun seakan turut bersedih akan kepergian seorang Bhikkhu yang selalu memperjuangkan kemakmuran Desa Sendang Coyo, Lasem itu. Sesaat usai acara pemakaman, hujan langsung turun membasahi kaki gunung di mana Vihăra Ratanavana Arămă berdiri.

Dari Dhammasala, jenazah diberangkatkan pukul 08.00 WIB setelah didahului dengan Puja Bhakti terakhir. Yang mendapat kesempatan pertama untuk mengangkat peti jenazah adalah para Pandita anggota MAGABUDHI. Selanjutnya, umat Buddha secara bergantian membawanya ke lokasi pemakaman dengan melalui jalur yang agak mendaki dan berkelok-kelok. Cukup melelahkan dan agak kesulitan memang. Suasana bisingpun tidak dapat dihindari karena teriakan saling memperingati terdengar setiap saat.

Sementara lokasi pemakaman yang masih satu kompleks dengan Vihara Ratanavana Arămă, Lasem telah dipadati tidak kurang dari 500 orang umat Buddha. Mereka tidak hanya berasal dari daerah Lasem dan sekitarnya saja. Ada juga yang berasal dari Semarang, Bali, Surabaya, Malang, Bogor, dan Jakarta.

Sementara para Bhikkhu yang menghadiri pemakaman itu tergolong cukup banyak. Semuanya ada 19 orang Bhikkhu dan seorang Samanera. Bisa disebut diantaranya adalah Y.M. Phra Rajvaracharn Win Vijano (Dhammaduta dari Thailand), Y.M. Sanghanayaka Sri Pańńăvaro Mahathera, Y.M. Subalaratano Mahathera, Y.M. Uttamo Thera, Y.M. Jotidhammo Thera, Y.M. Jagaro Thera, dan Y.M. Khantidharo Thera. Ada juga perwakilan dari Lembaga Anagarini Indonesia (LAI), MAGABUDHI, WANDANI, dan PATRIA. Sedangkan tokoh lainnya yang turut hadir adalah Direktur Urusan Agama Buddha Cornelis Wowor, MA dan Ketua Umum WALUBI Baru/Perwakilan Siti Hartati Murdaya.

Dalam kesempatan saat itu, Sanghanayaka Sangha Theravăda Indonesia (STI) Sri Pańńăvaro Mahathera menyampaikan sedikit kesan dan pesan mengenai almarhum Bhikkhu yang mempunyai 105 orang anak asuh itu. "Perjuangannya selama ini harus dilanjutkan oleh putra-putrinya. Siapakah putra-putrinya itu? Adalah kita semua. Para Bhikkhu dan seluruh umat Buddha," ujar Sanghanayaka.

Di samping Sanghanayaka STI, pihak lain yang turut menyampaikan kesan-kesan menyangkut almarhum Bhikkhu salah satu pendiri STI itu adalah Ketua Umum WALUBI Baru, Direktur Urusan Agama Buddha, dan wakil dari panitia. Yang memprihatinkan, ketika tiba gilirannya menyampaikan kesan-kesan, Ketua Umum WALUBI Baru itu malah menyelipkan hal-hal berbau politik yang rasanya kurang pantas diungkapkan dalam sebuah acara pemakaman. Apalagi di sebuah acara pemakaman seorang Bhikkhu yang sangat dihormati baik oleh para Bhikkhu maupun umat Buddha. Mungkin yang bersangkutan lupa kalau tempat itu bukanlah mimbar politik. Atau bisa jadi salah alamat.

Sehari sebelumnya, tepatnya pada malam hari, diadakan pembacaan paritta-paritta suci yang dihadiri sekitar 200 umat Buddha. Usai Puja Bhakti, acara dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup almarhum Bhante Sudhammo oleh Anagarini Santini. Setelah itu, ada pula penyampaian kesan-kesan dari perwakilan Bhikkhu Sangha, MAGABUDHI, dan dayaka almarhum.

Sedikit menengok ke belakang. Sebelum diberangkatkan ke Lasem, jenazah almarhum sempat disemayamkan di Rumah Duka ADI JASA Surabaya selama kurang lebih empat jam. Sekitar 50 orang umat Surabaya dan sekitarnya melakukan penghormatan terakhir dan membacakan paritta-paritta suci yang dipimpin oleh Y.M. Dhammavijayo Mahathera.

Almarhum Bhante Sudhammo sempat dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Adi Husada, Surabaya sejak 13 Februari 2000. Pembekuan aliran darah di sekitar otak yang menghambat pasokan oksigen ke otaknya atau biasa disebut stroke, membuatnya harus menjalani perawatan medis secara intensif. Beberapa kali operasi dilakukan terhadap dirinya, terutama pada bagian kepala.

Sejak hari pertama masuk rumah sakit, almarhum harus diinfus terus menerus. Selang-selang kecil yang terhubung dengan sejumlah peralatan medis moderen melingkar di sekujur tubuhnya yang saat itu masih kelihatan kuat. Beberapa kali ia sempat tidak sadarkan diri secara serius atau koma. (Baca juga: "Bhante Sudhammo Masuk Rumah Sakit Lagi" ).

Ketika terakhir kali BuddhistOnline.com menjenguknya, tepatnya pada 27 Februari 2000, sekilas terlihat keadaannya lebih membaik dari hari-hari sebelumnya. Banyak peralatan medis yang telah dilepas dari tubuhnya. Meski di bagian lehernya harus dilubangi untuk mengeluarkan cairan tubuh, pernafasannya sudah tidak perlu menggunakan alat bantu.

Tetapi apa mau dikata. Keesokan harinya, tepatnya 28 Februari 2000 pukul 23.09 WIB, detak jantungnya berhenti untuk selamanya. Memang benar-benar tidak ada sesuatu yang kekal. Bhikkhu yang dikenal gigih dalam memperjuangkan pembangunan Vihara di Lasem itu telah meninggalkan kehidupannya saat ini. SELAMAT JALAN, BHANTE! (Sri Handayani/bch, dari Lasem)

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]