|
Arsip-arsip "Mutiara Dhamma" Ikut Terbakar Habis
BuddhistOnline.com - Ada kabar sedih
dari Bali. Di saat kaum perempuan Indonesia sedang bersuka
cita dan bersemangat memperingati kelahiran R.A Kartini,
tokoh pejuang emansipasi perempuan di Indonesia, seorang
Lindawati yang tinggal di Denpasar justru sedang mengalami
keadaan yang tidak menyenangkan. Karena pada 21 April
2000 dini hari itu, kantor Majalah "Mutiara Dhamma"
(MD) yang dipimpinnya ditimpa musibah hebat. Bangunan
yang digunakan selama ini habis terbakar.
Kebakaran yang menimpa bangunan yang terdiri atas kantor
dan toko itu mengakibatkan seluruh aset MD ikut musnah.
Termasuk di dalamnya arsip, buku-buku, peralatan kerja,
dan data-data pembaca MD. Hingga berita ini diturunkan,
belum diperoleh keterangan berapa besar total kerugian
yang disebabkan oleh kebakaran itu.
Bisa dipastikan kerugian yang dirasakan paling berat
adalah hilangnya data-data pembaca MD yang telah dihimpun
bertahun-tahun. Karena bagi sebuah majalah seperti MD
yang hanya disebarluaskan secara terbatas, data itu
merupakan salah satu aset vital. Untuk itu, "Diharapkan
para pembaca tetap MD dapat mengirim kembali nama dan
alamat masing-masing ke alamat sementara MD. Yaitu,
Jalan Cokroaminoto Gg. Garuda no 12, Ubung-Denpasar
80116, Bali. Teleponnya (0361) 424539," kata Editor
Ir. Lindawati T. dalam e-mail yang diterima BuddhistOnline.com.
Adanya musibah itu juga menyebabkan penerbitan MD
berikutnya menjadi terganggu. "Edisi berikut yang rencananya
terbit pada bulan Juni ini akan mengalami penundaan
dan perubahan," tutur Lindawati.
Kejadian tidak mengenakkan yang menimpa salah satu
media Buddhis terkemuka itu tentunya membuat sedih Umat
Buddha Indonesia, khususnya para pembaca setia MD. Padahal
belum lama ini, MD merayakan ultahnya yang ke-8. Di
sisi lain, kabarnya MD memang sedang mencari lokasi
yang baru. Tidak diduga harus 'pindah' dengan cara demikian.
Sedikit menoleh ke belakang. Penerbitan MD dimulai
sejak Februari 1992. Waktu itu seluruh isinya merupakan
karya dari Ir. Lindawati T. yang terdiri dari artikel,
puisi, dan kata-kata mutiara. Karena memang pada awalnya
MD diterbitkan dengan maksud untuk mendokumentasikan
hasil karya Lindawati selama ia menjadi Pemimpin Redaksi
sebuah majalah Buddhis yang terbit di Bali. Baru pada
edisi ke-4, isinya mulai diwarnai dengan sejumlah artikel
Dhamma dari penulis lain. Terutama dari para Bhikkhu
Sangha. Hingga saat ini, tidak kurang dari 33 edisi
telah diterbitkan oleh MD. Termasuk di dalamnya sederet
artikel maupun buku terjemahan yang sarat dengan muatan
Dhamma.
Melihat sepak terjang tim MD yang sudah mencapai usia
sewindu itu, tentu kita berharap semangat yang sudah
berkobar tidak akan padam hanya karena musibah yang
barusan terjadi itu. Iya kan Bu, eh Ci Linda?! (bch)
Kirim Artikel ini ke Teman Anda!
|