|
BuddhistOnline.com
Menggantikan IBC
BuddhistOnline.com - Bagi situs Indonesian
Buddhist Club (IBC), tanggal 1 Mei 2000 menjadi sangat
istimewa. Karena di samping memperingati ulang tahunnya
yang ke-3, juga pada hari itu dilakukan pergantian nama.
Setelah tiga tahun menyandang nama IBC, maka mulai awal
Mei ini, salah satu situs Buddhis terkemuka itu berganti
nama menjadi BuddhistOnline.com.
Bagi sebagian orang, pergantian nama itu mungkin akan
menimbulkan tanda tanya. Apalagi saat ini, nama IBC
semakin dikenal oleh umat Buddha Indonesia, khususnya
yang sering 'berkelana' di Internet. "Memang kalau dipikir
agak sayang juga. Tetapi mau tidak mau keputusan mengganti
nama itu harus segera diambil. Dan menurut kami, justru
saat inilah waktu yang tepat dimana situs IBC bisa dibilang
lagi digandrungi. Akan menjadi anti klimaks kalau kami
menggantinya ketika IBC sudah mulai dijauhi orang,"
kata Chandadhammo Benny Chandra, webmaster BuddhistOnline.com
(http://www.buddhistonline.com)
Adapun alasan dibalik pergantian nama itu, salah satunya
adalah, "Agar situs ini lebih leluasa berkembang dan
mendapatkan informasi. Dari pengalaman di lapangan,
dengan nama yang lama, membuat kami agak kesulitan menjelaskan
siapa kami, atau bagaimana bentuk media ini. Jadinya
agak bertele-tele. Contohnya begini. Ketika ingin mewawancarai
nara sumber, kami harus menjelaskan panjang lebar apa
itu IBC, apakah Indonesian Buddhist Club sebuah organisasi,
bagaimana model situsnya, sampai soal URL. Jelas kurang
efisien. Dari segi promosi dan pengembangan jangka panjang
juga kurang menguntungkan," ujar Benny yang sempat mengurusi
sejumlah media cetak Buddhis.
Diharapkan, dengan nama baru yang disandang saat ini,
halangan-halangan semacam itu dapat dihindari. "Kami
cukup menyebut "BuddhistOnline.com" untuk mewakili nama
situs, alamat URL, dan model media yang kami pilih.
Dari segi promosi dan pemasaran juga lebih gampang.
Apalagi dotcom lagi booming saat ini," lanjutnya.
Meski sudah berganti nama, untuk sementara penampilan
situs itu masih menggunakan lay out yang lama.
Hostingnya juga masih di tempat gratisan sehingga
sering muncul iklan pop up yang cukup mengganggu.
"Memang untuk saat ini kami hanya sekedar ganti nama
dulu. Karena kami sedang mempersiapkan lay out
atau tampilan tata letak yang baru. Selain yang sudah
ada saat ini, kami juga menambahkan beberapa rubrik
baru. Di samping itu, kami juga telah menyewa space
sebesar 10MB di salah satu perusahaan hosting
yang tergolong cepat aksesnya. Mudah-mudahan dalam dua
tiga minggu ini semuanya sudah beres," kata Benny menutup
pembicaraan. (*)
Kirim Artikel ini ke Teman Anda!
|