|
'Persaingan' di Peringatan Waisak 2544/2000
BuddhistOnline.com - Dalam bidang ekonomi
sering disebutkan, kalau para produsen dari produk yang
serupa bersaing maka seringkali yang diuntungkan adalah
konsumennya. Karena masing-masing berusaha keras menawarkan
iming-iming yang menggiurkan dalam rangka mengambil
hati pihak konsumen. Nah, bagaimana kalau KASI dan WALUBI
'bersaing'? Apakah umat Buddha di Indonesia yang menjadi
'sang konsumen' diuntungkan? Belum jelas. Tetapi yang
pasti adalah membingungkan.
Soal peringatan hari Tri Suci Waisak 2544 tahun ini,
misalnya. Keduanya secara bersamaan mengadakan acara
di tempat yang berbeda. KASI yang Konferensi Sangha
Agung Indonesia itu pada 18 Mei 2000 memilih mengadakan
Dharmasanti Waisak 2544 di Jakarta Convention Center
(JCC), Senayan, Jakarta. Acara yang rencananya bakal
dihadiri oleh Presiden RI Abdurrahman Wahid dimulai
pukul 19.00 WIB. Belum jelas bagaimana susunan acara
pada malam itu karena hingga kini belum diperoleh penjelasan
resmi dari pihak KASI.
Sementara WALUBI, dalam press release-nya yang
dikirim ke BuddhistOnline.com, mengatakan bahwa
pada 18 Mei 2000 mereka akan mengadakan peringatan Upacara
Waisak 2544 tahun 2000 di Candi Borobodur, Magelang.
Tahun ini mereka mengangkat tema "Dengan Hikmah Waisak
2544 tahun 2000 Umat Buddha Indonesia Senantiasa Mengembangkan
Cinta Kasih Sesama Anak Bangsa".
Dalam surat keterangan yang ditandatangani oleh Ketua
Panitia Waisak Nasional 2544/2000 David Herman Jaya
itu dikatakan bahwa rangkaian kegiatan Waisak Nasional
2544 tahun 2000 telah dimulai pada 7 Mei lalu dengan
Karya Bhakti di Taman Makam Pahlawan. Kemudian pada
17 Mei 2000 dilakukan pengambilan Air Suci Waisak 2544
di Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung dan Api Dharma
di Mrapen, Kabupaten Grobokan. Selanjutnya Air Suci
dan Api Dharma itu dibawa ke Candi Mendut.
Prosesi dari Candi Mendut menuju ke Candi Borobudur
dengan melewati Candi Pawon akan dilakukan pada 18 Mei
2000 mulai pukul 08.00 WIB. Menjelang detik-detik Waisak
yang tahun ini jatuh pada pukul 14.34.18 WIB, para umat
dari masing-masing lembaga mengadakan Upacara Puja Bhakti
Waisak 2544 di depan altar-altar yang telah disediakan.
"Masing-masing majelis atau lembaga membuat altar sesuai
tradisi dan kelengkapan masing-masing. Untuk mendukung
pelaksanaan penyambutan detik-detik Waisak dan seremonial,
panitia sendiri membuat sebuah altar utama," jelas David
Herman Jaya.
Nah, sekarang tinggal pilih. Mau ke Jakarta atau Magelang?
Bingung? Ke vihăra aja...(bch)
Kirim Artikel ini ke Teman Anda!
|