|
Horee, Kita Punya
Sanghanãyaka Baru!
BuddhistOnline.com - Sesuai dengan perkiraan
sebelumnya, akhirnya yang keluar sebagai Sanghanãyaka
STI baru, menggantikan Y.M. Sri Paññavaro
Mahathera, adalah Y.M. Dhammasubho Thera. Terdapat
21 suara dari 28 suara yang memilihnya. Sedangkan jabatan
Upa Sanghanãyaka jatuh pada Y.M. Uttamo Thera.
Itulah hasil dari proses 'pemilihan umum' yang berlangsung
dalam Pasamuan Agung STI pada 26 Juni 2000 di Panti
Semedi Balerejo, Wlingi, Blitar.
Acara pemilihan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara
Pasamuan Agungnya sendiri sudah dimulai dua jam sebelumnya.
Awalnya, untuk calon Sanghanãyaka muncul nama Y.M. Jotidhammo
Thera selain kedua nama di atas. Adapun nama Y.M. Khantidharo
Thera yang beberapa waktu lalu sempat disebut -sebut
sebagai salah satu kandidat rupanya sudah 'diselamatkan'
ke dalam Dewan Sesepuh. Sedangkan dalam bursa pencalonan
Upa Sanghanãyaka, nama lain yang mencuat adalah Y.M.
Jotidhammo Thera dan Y.M. Jagaro Thera. Sayangnya, ketika
dilakukan pengecekan kembali, ternyata Y.M. Jagaro Thera
belum memenuhi syarat untuk dipilih sehingga harus dicoret
dari daftar.
Meskipun acaranya adalah pemilihan Ketua Umum STI dan
wakilnya yang akan memimpin para Bhikkhu, namun jangan
membayangkan suasana yang tegang dan kaku. Karena yang
terasa saat itu malah suasana yang meriah dengan tawa
dan celetukan-celetukan segar di tengah keseriusan pengumpulan
dan penghitungan suara. Bahkan beberapa Bhikkhu yang
selama ini sulit terlihat tawanya ikut larut dalam kegembiraan
sore hari itu.
Seperti layaknya sebuah pemilu, masing-masing pemilih
yang berjumlah 28 Bhikkhu memegang sebuah kartu suara
berstempel logo STI. Para pemilih harus menulis calon
yang dipilih tepat di atas stempel tersebut. Bagusnya,
tidak ada yang berani melanggar ketentuan itu sehingga
tidak ada suara yang batal.
Asal tahu saja, kegiatan 'pemilu STI' kali ini tergolong
istimewa dan sangat bersejarah. Mengapa? Karena untuk
pertama kalinya pemilihan Sanghanãyaka dan wakilnya
dilakukan melalui cara voting atau pemungutan
suara. Bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang
proses pemilihannya melalui cara musyarawah atau aklamasi.
Dan untuk pertama kalinya juga terjadi 'suksesi' dalam
tubuh STI. Yang menarik, kegiatan pemilu itu terbuka
untuk umum. Sehingga umat yang hadir saat itu dapat
turut menyaksikan langsung jalannya kegiatan langka
tersebut. Jadi, acara pergantian kepemimpinan STI tahun
ini bisa dikatakan sangat demokratis dan terbuka.
"Bagus. Acara pemilihan itu sudah bagus. Happy
dan rame. Sudah sesuai dengan keinginan mayoritas.
Sebelumnya nggak ada seperti itu, " komentar
Y.M. Sukhemo Mahathera ketika ditemui BuddhistOnline.com
usai acara.
Kepada Sanghanãyaka dan Upa Sanghanãyaka yang baru,
Bhante Sukhemo mengharapkan agar "Dapat meneruskan
mempertahankan Dhamma Vinaya yang sudah dilakukan oleh
generasi sebelumnya. Namanya lebih muda, tentu lebih
enerjik. Misalnya, Bhante Uttamo dapat menggunakan internet
sehingga informasinya lebih bisa tersebar. Jadi, diharapkan
(STI) lebih bisa diupgrade, dikembangkan, dan
ditingkatkan. Yang paling penting, Dhamma Vinaya jangan
ditinggalkan," pesan Ketua Dewan Kehormatan STI
itu.
Malam harinya dilakukan upacara penyerahan surat tugas
kepada Sanghanãyaka dan Upa Sanghanãyaka STI baru yang
dilanjutkan dengan penyusunan anggota 'kabinet' baru
STI. Sesaat sebelumnya, dengan bertempat di Dhammasala,
para Bhikkhu menyampaikan penghormatan pertama kepada
Sanghanãyaka Dhammasubho Thera dan Upa Sanghanãyaka
Uttamo Thera.
Kepada Sanghanãyaka dan Upa Sanghanãyaka STI yang baru,
kita juga turut bermudita-cita dan mengucapkan selamat!
(bch)
Susunan 'Kabinet' STI 2000-2003? Klik
di sini!
Kirim Artikel ini ke Teman Anda!
|