|
Sanghanãyaka: "Sampai
Sekarang Kita Belum Punya Sekolah dan Rumah Sakit"
BuddhistOnline.com - Seperti telah kita
ketahui, sejak 26 Juni 2000 kemarin, dalam tubuh Sangha
Theravãda Indonesia (STI) telah terjadi 'suksesi'. Mulai
tahun ini hingga 2003, STI dipimpin oleh Sanghanãyaka
Dhammasubho Thera. Banyak hal menarik yang perlu digali
dari Sanghanayaka STI yang baru ini. Misalnya, soal
pandangannya terhadap KASI, konflik MAGABUDHI dan Walubi.
Tentunya perlu diketahui juga target apa yang ingin
dicapai. Untuk itulah, editor BuddhistOnline.com
Chandadhammo Benny Chandra melakukan wawancara
dengan Sanghanãyaka Dhammasubho Thera usai rapat penentuan
anggota kabinet STI akhir bulan lalu. Inilah petikannya.
Bagaimana proses pemilihan Sanghanãyaka kali
ini?
Pemilihan itu merupakan kesepakatan bersama yang sudah
dibicarakan sejak tujuh bulan yang lalu. Oleh karena
itu, saya kira apapun yang terjadi musti diterima. Prosesnya
sangat demokratis karena dalam sejarah STI baru pertama
kali memilih pimpinan seperti ini. Dari dulu tidak pernah.
Dan kita tidak pernah tahu. Tahu-tahu sudah begitu.
Ketika STI didirikan, belum mempunyai struktur organisasi
yang lengkap. Untuk menjalankan roda organisasi hanya
dijabat oleh seorang Sekjen dan wakilnya. Keadaan itu
berlangsung selama kurang lebih empat tahun.
Bagus yang mana, secara aklamasi atau voting?
Kalau dulu karena pilihannya tidak banyak, dalam artian
jumlah personilnya, ya mau tidak mau aklamasi. Sesuai
dengan perkembangan, mungkin voting itu sudah menjadi
kebutuhan. Ya, untuk saat ini cara tersebut sesuai karena
memang sedang di dalam era demokrasi yang baru mekar
sehingga semua lapisan inginnya pure democracy.
Dan ini kan hubungannya bukan hanya dalam kebhikhuan
tetapi sebagai organisasi kemasyarakatan. Kalau sebagai
kebhikkhuan tetap tidak (dapat) menyimpang dari Dhamma
Vinaya. Dhamma Vinaya sudah mempunyai penggarisan-penggarisan
sendiri. Dalam menentukan hal yang menyangkut kebhikkhuan
biasanya berdasarkan senioritas . Misalnya seremonial,
pentahbisan, dan lain sebagainya. Tetapi kalau sebagai
organisasi kemasyarakatan rupanya selalu disesuaikan
dengan alam yang ada di negara masing-masing. Sehingga
meskipun umur kebhikkuannya masih muda tetapi memiliki
kemampuan, dia bisa disepakati untuk untuk mengendalikan
jalannya organisasi.
Setelah terpilih sebagai Sanghanãyaka yang baru,
apa yang akan Bhante lakukan pertama kali?
Tentu kita akan bersama-sama dengan komponen yang lain
untuk menangani hal-hal yang paling medesak. Apakah
itu yang bersifat intern maupun ekstern. Di samping
program yang sudah dirancang atau disusun setiap lima
tahun sekali, baik yang jangka panjang maupun jangka
pendek. Yang paling dekat, kita akan menata struktur
organisasi yang baru karena ini betul-betul baru. Makanya
dikatakan restrukturisasi yang berarti perombakan. Sehingga
dalam membangun struktur baru ini banyak yang harus
dibenahi.
Apakah sudah ada program yang dipikirkan?
Untuk saat ini belum kelihatan. Karena dalam tiga bulan
pertama kita akan memilih lalu memprioritaskan mana
yang mendesak harus ditangani dari agenda permasalahan.
Kalau agenda sih banyak. Seperti sekarang mau
tidak mau yang namanya konflik merebak. Karena itu akan
dipilih mana yang menjadi prioritas untuk ditangani.
Apakah setelah terpilih menjadi Sanghanãyaka,
Bhante akan tetap tinggal di Manado?
Sebagai konsekuensi bagi para Bhikkhu yang memegang
jabatan sebelumnya, kalau dia memasuki jabatan struktur
yang baru, harus meninggalkan kewajiban yang lama untuk
menerima kewajiban yang baru. Misalnya saya. Yang tadinya
saya sebagai Padesanayaka, karena sekarang sebagai Sanghanãyaka
ya Padesanayaka-nya ditinggal. Masalah tempat tinggal
itu akan dipikirkan kemudian tetapi dalam penanganan-penanganan
tertentu ya tentu saya akan sering ke Jawa. Saya masih
boleh tinggal di Manado.
Bagaimana Bhante memandang kedudukan STI di KASI?
Apakah menguntungkan atau merugikan?
(Terdiam sejenak). Kalau diukur dari posisi Sanghanãyaka,
saya belum pengalaman. Karena selama ini yang menangani
adalah Sanghanãyaka yang lama. Karena itu aktivitasnya
di Jawa, saya tidak banyak mengikuti sehingga untung
ruginya saya tidak banyak merasakan. Karena jauh.
Bagaimana pula pendapat Bhante mengenai konflik
antara MAGABUDHI dengan Walubi?
Karena MAGABUDHI bukan underbouw dari STI, tentu
itu menjadi masalah rumah tangganya sendiri. MAGABUDHI
dengan STI bukan struktural tapi hubungan moral kemitraan.
Sehingga hal-hal yang berurusan dengan MAGABUDHI ya
MAGABUDHI sendiri yang menyelesaikan.
Tetapi kan dalam konflik itu juga menyinggung
soal STI...
Di mana-mana yang namanya konflik mesti ndak
enak. Orang akan membuat ungkapan-ungkapan begitu karena
dianggap sama-sama Theravãda. Tetapi MAGABUDHI dan STI
lain. Saya umpamakan dengan besi. Ada yang jenis baja
dan ada yang tembaga.
Menurut Bhante, apakah konflik itu dapat diselesaikan?
Memang ya membingungkan. Karena kalau sudah kadung pecah
itu sama seperti lampu yang sudah kadung pecah. Meskipun
tidak remuk tapi sudah retak. Bisa dimaafkan tetapi
tidak bisa dilupakan. Mungkin konfliknya bisa selesai
tetapi kejadiannya tidak mungkin dilupakan karena sudah
kadung tertuang dalam lembaran sejarah. Dalam dunia
ini kan tidak ada kawan abadi, tidak ada musuh abadi.
Yang ada itu kan kepentingan pribadi yang abadi.
Selama menjabat sebagai Sanghanãyaka, target
apa yang ingin Bhante capai?
Dalam pelayanan agama, seharusnya ada tiga aspek yang
perlu diperhatikan secara khusus. Yaitu, pelayanan pendidikan,
pelayanan kesehatan, dan menuntun ke arah perbaikan
mental spiritual. Sampai sekarang kita belum mempunyai
(pelayanan) pendidikan. Artinya, sekolah yang bernafaskan
Buddhis belum ada. Di samping itu, rumah sakit Buddhis
juga belum ada. Nah, hal-hal itu mungkin akan menjadi
pertimbangan apakah dalam tempo tiga tahun itu bisa
membangun sekolah tinggi atau rumah sakit. Paling tidak,
hal itu akan saya usulkan untuk dimasukkan dalam program
yang akan dicapai STI. Siapa tahu dalam tempo tiga tahun
ini, tiba-tiba bisa membangun rumah sakit. (*)
FOTO: BEN-CH
Galeri foto Pemilihan Sanghanãyaka STI 2000-2003?
Klik di
sini!
Kirim Artikel ini ke Teman Anda!
|