|
Abrakadabra, Anagarini
Berubah Jadi Bhikkhuni
BuddhistOnline.com - Mulai sekarang
kalau berkunjung atau kontak ke markasnya Lembaga Anagarini
Indonesia (LAI) yang berada di Lembang, Jawa Barat mendingan
tidak usah ngotot mencari yang namanya Anagarini. Tidak
bakalan ketemu deh. Bisa-bisa malah dianggap salah alamat
atau salah sambung. Lho, memangnya ada apa?
Rupanya diam-diam para Anagarini anggota LAI telah
menaikkan status mereka menjadi Bhikkhuni, sehingga
secara otomatis hilang sudah yang namanya Anagarini.
Setidaknya untuk sementara waktu. Hingga kini masih
banyak yang belum tahu mengenai perubahan itu. Padahal
peristiwanya telah berlangsung pada pertengahan April
2000 lalu. "Kami telah diupasampada pada 15 April
kemarin di Fo Guang San, Taiwan dalam suatu upacara
upasampada Bhikkhuni internasional yang diikuti oleh
peserta dari 19 negara. Kebetulan tahun ini pas lagi
ada programnya," kata Ayya Santini, demikian panggilan
dari 'mantan' Anagarini Santini itu sekarang, kepada
BuddhistOnline.com via sambungan interlokal.
Upacara penahbisannya sendiri berlangsung tiga kali.
Yang pertama oleh para Bhiksuni Mahayana. "Pada
pukul 11.00 siang upasampada dilakukan oleh para Bhikkhu
Theravãda dan Bhiksu Mahayana. Sedangkan yang
terakhir oleh para Bhikkhu Theravãda saja,"
tutur Ayya Santini yang diupasampada bersama ketiga
rekannya dari Indonesia, Ayya Silavati, Ayya Dhammakumari,
dan Ayya Dhirasirini.
Menurut Ayya Santini, alasan utama mereka ketika memutuskan
menjadi Bhikkhuni adalah "Karena kami melihat 'pagar'
yang bisa menjaga kami lebih banyak. Vinayanya berjumlah
311 peraturan. Jadi, kalau ada yang lebih baik mengapa
tidak dilaksanakan? "
Keputusan mereka menjadi Bhikkhuni Theravãda
itu tak urung mengejutkan banyak pihak. Selain terkesan
diam-diam, juga karena selama ini dalam mazhab Theravãda
sudah tidak dikenal yang namanya Bhikkhuni. Wajar saja
kalau kemudian timbul pro dan kontra. Salah satu yang
menentang adalah Sangha Theravãda Indonesia (STI)
yang dulunya banyak menyokong LAI. Pihak STI secara
tegas menolak keberadaan para Bhikkhuni tersebut.
Dalam Pasamuan Agung STI yang diadakan belum lama ini
di Panti Semedi Balerejo, Blitar, masalah itu sempat
menjadi salah satu bahan pembahasan. Sebagai hasilnya,
pihak STI mengeluarkan Keputusan Maha Sangha Sabha (Pasamuan
Agung) no. 06/PA/VI/2000 yang menetapkan untuk "Tidak
mengakui keberadaan bhikkhuni dalam pelaksanaan Vinaya
mazhab Theravãda pada masa sekarang ini."
Adapun alasan penolakan itu, menurut pihak STI, karena
Sangha Bhikkhuni dalam mazhab Theravãda sudah
tidak ada. Padahal "Untuk menahbiskan seorang Bhikkhuni
harus dilakukan oleh Sangha Bhikkhuni. Itulah yang sekarang
di Theravãda sudah tidak ada lagi," tutur
Bhante Sukhemo Mahathera, Ketua Bidang Vinaya STI, yang
ditemui dalam kesempatan terpisah.
Oleh sebab itu, lanjut Bhante Sukhemo, (pada saat ini)
tidak ada yang bisa menahbiskan Bhikkhuni. "Sangha
Bhikkhu tidak bisa menahbiskan Bhikkhuni. (Dalam hal
ini) Sangha Bhikkhu tidak ada peranannya. Yang utama
adalah Sangha Bhikkhuni," jelas Bhikkhu yang juga
menjabat sebagai Upa Mahanayaka STI itu.
"Nah, mereka yang menganggap dirinya sebagai
Bhikkhuni itu 'kan yang menahbiskan adalah Sangha Bhiksuni
Mahayana, baru kemudian oleh Sangha Bhikkhu. Bagaimana
bisa menganggap dirinya Bhikkhuni Theravãda?
Mestinya mereka jadi Bhiksuni dan pindah ke Mahayana,"
ujar Bhante Sukhemo.
Menanggapi penolakan itu, Ayya Santini mengatakan,
"Dulu kami sepaham (mengenai hal itu). Tapi kami
dapat informasi yang menyebutkan bahwa Bhiksuni Mahayana
sekarang berasal dari para Bhikkhuni Theravãda
asal Srilangka yang ditugaskan ke Cina. Mereka tetap
menjalankan 311 Vinaya. Jadi, tetap bisa menahbiskan.
Kami mengetahuinya dari buku "Agama Buddha dan
Wanita" karya Visakha Gunadharma."
Para Bhikhuni, lanjut Ayya Santini, tidak merasa terganggu
dengan penolakan dari STI. "Ini adalah pilihan
pribadi kami. Hak asasi. Prinsipnya adalah masalah perjuangan
hidup," tegas Ayya Santini yang bersama ketiga
rekannya berencana bakal mendirikan Sangha Bhikkhuni
di Indonesia.
Sepertinya mesin waktunya Lang Ling Lung (temannya Donal Bebek) perlu dipinjam
untuk membuktikan siapa yang benar. (bch)
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|