|
Mengintip Siripada Puja Pertama di Surabaya
BuddhistOnline.com - Nampaknya Perkembangan
Agama Buddha di kota Surabaya tengah menggeliat ke arah
yang lebih menggembirakan. Khususnya pada Agama Buddha
mazhab Theravăda. Lihat saja. Belakangan ini para pengurus
vihăra sibuk membenahi vihăra masing-masing. Ada yang
melakukan renovasi, ada juga yang sibuk mempersiapkan
lokasi baru. Yang lain malah tengah siap-siap menyelesaikan
pembangunan vihăra baru. Tidak hanya itu. Setelah sekian
lama dinanti, mulai tahun ini, telah ada Bhikkhu yang
menjalani masa vassanya di salah satu vihăra di kota
pahlawan itu. Terakhir, pada 29 Oktober 2000 lalu diadakan
Siripada Puja untuk pertama kalinya di Surabaya.
Siripada Puja adalah upacara penghormatan kepada tapak
kaki suci Sang Buddha. Siripada atau tapak kaki Sang
Buddha merupakan salah satu objek penghormatan yang
tergolong sangat tua, seperti halnya Pohon Bodhi. Oleh
panitia dari Vihăra Eka Dharma Loka Surabaya sebagai
penyelenggara, pelaksanaan kali ini ditempatkan di tepi
anak sungai Kalimas yang melintasi perumahan Laguna
Indah, Surabaya. Acara dimulai sekitar pukul tujuh malam
dengan diawali pelarungan atau penghanyutan teratai
kertas berukuran besar yang membawa simbol tapak kaki
suci Sang Buddha. Kemudian para Bhikkhu Sangha memulai
penghormatan dengan menghanyutkan teratai kertas yang
berisi bunga, lilin, dan dupa dan diikuti oleh umat
Buddha. Saat itu, Bhikkhu Sangha yang hadir adalah Y.M.
Upa Sanghanăyaka Uttamo Thera, Y.M. Khantidharo Thera,
Y.M. Bhikkhu Viriyadharo, Y.M. Bhikkhu Candakaro, dan
Y.M. Bhikkhu Dhiranando.
 |
 |
|
Dihadiri oleh lima orang Bhikkhu
Sangha
|
Bhikkhu Sangha menghanyutkan
teratai kertas yang berisi bunga, lilin, dan dupa
|
Sekilas, jumlah umat Buddha yang ikut dalam acara itu
tidak banyak. Hanya sekitar 80 orang. Meskipun demikian,
semuanya terlihat sangat antusias dalam mengikuti upacara
tersebut. Mulai dari anak kecil sampai orang yang sudah
tua. Suatu keadaan yang membahagiakan. Apalagi jika
mengingat upacara seperti itu baru pertama kali diadakan
di Surabaya. Mungkin masih banyak yang belum tahu.
"Saya juga heran kenapa baru sekarang Siripada
Puja diadakan di Surabaya. Malah ketika pertama kali
saya menyinggung soal itu, banyak yang tidak tahu. Setelah
dijelaskan, akhirnya mereka tertarik. Kemudian saya
memberitahu tata cara pelaksanaannya hingga cara membuat
teratai kertas," tutur Bhante Candakaro, penggagas
pelaksanaan acara malam itu.
 |
 |
 |
|
Diadakan di tepi anak sungai
daerah Surabaya Timur
|
Umat Buddha dengan bersemangat
melakukan penghormatan.
|
Siripada Puja perdana telah
berjalan dengan baik dan tertib. Siapa menyusul?
|
Mengenai pelaksanaannya kali ini, menurut Bhikkhu yang
tahun ini bervassa di Vihara Eka Dharma Loka, "Sudah
berjalan dengan cukup baik dan lancar. Untuk tahun depan,
akan lebih baik jika jalur hanyutnya teratai kertas
itu diperpanjang. Biar sesuai dengan isi suttanya. Memberi
penghormatan dari jauh..." (bch)
FOTO-FOTO: BEN-CH
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|