|
Tonny Coason: "Cara-cara Seperti itu Sangat Keliru!"
BuddhistOnline.com - Di mana-mana, kehadiran
pimpinan baru selalu diharapkan membawa perubahan yang
besar dalam tubuh organisasi yang dipimpinnya. Tentunya
perubahan itu mengarah ke hal yang lebih baik. Apalagi
jika sebelumnya terdapat sejumlah hal yang kurang beres.
Begitu juga dengan Pemuda Theravăda Indonesia (PATRIA)
yang dalam Musyawarah Nasional PATRIA I di Malang 22-25
Oktober 2000 lalu telah memilih ketua umum baru. Nah,
perubahan seperti apa jelasnya yang bakal terjadi dalam
tubuh PATRIA? Apa saja yang harus dilakukan oleh para
warga PATRIA? Apa saja hal yang dirasa telah menjadi
kekeliruan mereka selama ini? Benarkah mereka bakal
harus ekstra ramah dan senyum terhadap pemuda Buddhis
di vihăra? Bagaimana juga mereka perlu menjaga keberadaan
PATRIA? Biar mendapat jawaban yang sejelas mungkin,
sehari usai pelantikan, Chandadhammo Benny Chandra
dari BuddhistOnline.com
menghubungi Silakumaro Tonny Coason, Ketua Umum
PATRIA periode 2000-2003. Inilah petikan wawancaranya.
Apa alasan Anda menerima jabatan sebagai Ketua Umum
PATRIA?
Saya ingin membuat PATRIA menjadi organisasi yang lebih
baik, lebih bermanfaat dan dicintai oleh Pemuda-Pemudi
Buddhis.
Untuk menjadi ketua umum, apakah harus orang dari
Jakarta?
Ini permintaan utusan daerah dalam Munas yang baru lalu.
PC-PC mengatakan bahwa DPP harus dari Jakarta, karena
DPP harus bisa punya akses yang cepat ke dalam maupun
luar negeri, mengingat PATRIA juga merupakan anggota
dari The World Fellowship of Buddhist Youth (W.F.B.Y.).
Namun, bisa saja pemuda daerah yang berpotensi ikut
memimpin. Tergantung pada keinginan Munas dan aturan
organisasi yang berlaku. Saat ini tidak ada persyaratan
bahwa ketua umum harus dari Jakarta.
Menurut Anda, bagaimana kondisi PATRIA sebelumnya?
Cabang-cabang cukup banyak yang telah berdiri. Di beberapa
daerah / cabang, PATRIA sangat baik dan dirasakan manfaatnya
oleh para generasi muda. Tapi di beberapa daerah, tidak
bisa dipungkiri, masih terdapat penolakan oleh sebagian
kelompok pemuda vihăra akibat dari bedanya persepsi
tentang visi dan misi PATRIA.
Tindakan atau kebijakan apa yang akan Anda ambil
pertama kali dalam masa jabatan kali ini?
Memperbaiki image PATRIA di beberapa daerah yang
belum menerima PATRIA melalui dialog yang bersahabat.
Apa saja yang menjadi target Anda sebagai Ketua
Umum PATRIA?
Ya, sesuai jawaban saya tadi, ditambah dengan meningkatkan
hubungan kerja sama pemuda Buddhis antar cabang, meningkatkan
kualitas pemuda Buddhis, serta membuat PATRIA bermanfaat
bagi masyarakat.
Selama ini, kesannya PATRIA sebagai organisasi nasional
kurang 'berbunyi' sehingga masih banyak yang tidak mengenalnya.
Bagaimana komentar Anda?
Untuk beberapa kota, memang ya. Tapi di banyak kota
lainnya, PATRIA cukup 'berbunyi'. Hal ini dapat saya
simpulkan setelah mengikuti Munas yang baru saja berlalu.
Untuk daerah-daerah yang belum 'berbunyi' itulah yang
akan segera dibenahi, agar PATRIA bisa dimengerti dengan
baik oleh pemuda Buddhis maupun pengurus-pengurus vihara
sehingga mereka bisa berperan aktif dalam PATRIA.
Kegiatan-kegiatan seperti apa yang sudah Anda rencanakan
untuk diadakan oleh PATRIA? Jika hanya berkutat seputar
seminar / talk show dengan tema yang sudah umum
dan pembicara itu-itu saja, apa bedanya dengan organisasi
pemuda vihăra?
Sesuai program kerja yang dibahas dalam Munas yang baru
saja berlalu, kegiatan PATRIA mendatang antara lain,
membina hubungan yang harmonis antara daerah dan pusat
serta antar daerah, menyusun sistem-sistem yang baku
sebagai pedoman pelaksanaan berbagai aktivitas di PC,
menerbitkan warta PATRIA sebagai media komunikasi antar
anggota, menyelenggarakan Buddhist Camp yang dipadukan
dengan Latihan Kepemimpinan, menyelenggarakan aktivitas
/ koordinasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota,
meningkatkan kualitas SDM anggota, dan lain-lain. DPP
akan menyusun pedoman kegiatan yang jelas, sehingga
bisa dibedakan antara kegiatan pemuda di lingkungan
vihăra dan kegiatan pemuda dalam PATRIA. PATRIA tidak
akan mengambil porsi kegiatan vihăra, melainkan membawa
pemuda vihăra ke ruang lingkup yang lebih terbuka di
luar vihăra, tanpa perlu menjauhkan dirinya dari vihăra.
Mudah-mudahan hal ini bisa membuka wawasan pemuda dan
pengurus vihăra, sehingga tidak perlu khawatir PATRIA
"mencaplok" pemuda vihăra ke luar.
Sebenarnya, secara singkat, apakah visi dan misi
PATRIA itu?
Pemuda Buddhis yang berkualitas: mengerti dan melaksanakan
Dhamma dengan baik, kader-kader Dhamma, dan mampu berprestasi
sesuai bidang keahlian masing-masing.
Konkretnya bagaimana?
Masih jauh. Usia PATRIA baru lima tahun, jadi masih
perlu konsolidasi dan pemantapan. Tapi diharapkan dalam
waktu dekat, semua bisa mulai menampakkan kemajuan.
Apakah manfaat keberadaan PATRIA secara nyata bagi
pemuda Buddhis mazhab Theravăda khususnya dan umat Buddha
di Indonesia pada umumnya?
PATRIA membuat pemuda Buddhis yang tadinya hanya berorientasi
vihăra jadi berorientasi regional, nasional, dan bahkan
internasional. Hubungan internasional ini telah dibangun
dengan baik oleh kepengurusan periode sebelumnya. Pemuda
antar daerah di Indonesia semakin mengenal dan dapat
menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Melalui
PATRIA, generasi muda dapat menempa dirinya sebagai
kader-kader pemimpin yang berkualitas. PATRIA menjadi
sarana untuk mempersiapkan generasi muda Buddhis sebagai
kader-kader penerus yang kelak dapat menggantikan para
sesepuh sebagai duta-duta Dhamma.
Menurut Anda, apakah keberadaan PATRIA memang dibutuhkan
saat ini?
Sangat dibutuhkan. Sebab pemuda Buddhis di lingkungan
Theravăda perlu wadah untuk mengembangkan potensi dirinya
sebagai pemuda yang berkualitas, bukan saja dalam segi
agamis, tetapi juga dalam segi duniawi seperti kepemimpinan,
karir, dan lain sebagainya. Vihăra itu ruang lingkupnya
lebih banyak di bidang keagamaan. PATRIA tampil untuk
menyalurkan bakat dan mengembangkan potensi generasi
muda di luar garis batas vihăra, tetapi tentunya tidak
bertentangan dengan Dhamma. PATRIA menggalang hubungan
yang baik dan erat dari pemuda-pemuda antar vihăra,
baik dalam satu kota, maupun antar kota di Indonesia.
Sepertinya batasan keanggotaan antara PATRIA dan
WANDANI masih kurang jelas, sehingga seringkali terjadi
keanggotaan ganda. Bagaimana sebenarnya batasannya yang
jelas?
Batasannya sebetulnya sudah jelas. Tapi keanggotaan
ganda memang tidak terelakan. Bukan saja PATRIA dan
WANDANI, tetapi juga dengan MAGABUDHI. Contohnya, seorang
pemudi berusia 29 tahun. Dia masih bisa menjadi anggota
PATRIA, bisa menjadi anggota WANDANI, bisa juga sebagai
upacarika dalam MAGABUDHI kalau dia aktif dalam penyebaran
Dhamma. Dalam hal ini, orang yang berpotensi memiliki
keanggotaan ganda harus bisa memilih, di ladang mana
ia akan menaktifkan diri untuk mendapatkan manfaat dari
organisasi tersebut.
Konon, dalam mendirikan cabang di daerah, PATRIA
sering melakukan 'akusisi paksa' terhadap organisasi
pemuda Buddhis di vihăra setempat yang telah ada sebelumnya.
Mereka disuruh memasang nama PATRIA di depan nama organisasinya.
Apakah Anda masih akan menggunakan cara-cara seperti
itu?
Wah, cara-cara seperti itu jelas sangat keliru. Mungkin
hal ini yang membuat PATRIA ditolak oleh pemuda ataupun
pengurus vihăra tersebut. Kepengurusan baru akan berusaha
memperbaiki hal ini dengan pendekatan persuasif sambil
menjelaskan visi dan misi PATRIA secara lebih jelas.
Kabarnya, seluruh organisasi pemuda di Vihăra mazhab
Theravăda harus meleburkan dirinya menjadi bagian dari
PATRIA. Benarkah demikian?
Tidak harus. Tetapi kalau bisa melebur menjadi PATRIA
ranting vihăra, tentunya akan lebih harmonis hubungannya
(antara vihăra dan PATRIA). PATRIA akan mengusahakan
agar pemuda vihăra dapat menerima PATRIA dengan suka
rela, dengan landasan pengertian yang benar tentang
fungsi PATRIA, dan mau berperan aktif demi persatuan
dan kesatuan antar Pemuda Buddhis (dengan ruang lingkup
yang lebih besar dari batasan sebuah vihăra tentunya).
Apakah betul seluruh pemuda beragama Buddha mazhab
Theravada secara otomatis adalah anggota PATRIA?
Pada dasarnya semua Pemuda Buddhis mazhab Theravăda
warga negara Indonesia yang berusia 16-40 tahun berhak
menjadi anggota PATRIA. Tetapi status sebagai anggota
akan diberikan setelah yang bersangkutan mengisi formulir
pendaftaran dan Pengurus Cabang memberikan kartu anggota
kepadanya. Aturan ini tercantum dalam AD/ART PATRIA.
Jika seseorang menolak menjadi anggota PATRIA, itu haknya.
Hal ini tidak mencabut statusnya sebagai pemuda Buddhis
mazhab Theravăda.
Apakah ada kemungkinan suatu ketika PATRIA terjun
ke dunia politik?
Hingga saat ini belum terpikirkan. Saya kira, kita masih
lebih mementingkan peningkatan kualitas anggota daripada
terjun ke dunia politik yang saat ini masih semrawut.
Apakah PATRIA terbuka terhadap kritik dan saran?
Kemana harus dikirimkan dan sejauh mana tanggapan yang
akan diberikan?
Saran dan kritik merupakan masukan yang sangat berharga
untuk introspeksi. Semua saran dan kritik untuk kemajuan
PATRIA dapat dikirimkan ke Sekretariat DPP PATRIA di
Vihăra Jakarta Dhammacakka Jaya, Jl. Agung Permai XV/12
Blok C Sunter Agung Podomoro, Jakarta Utara (14350).
Tanggapan akan diberikan sesuai saran dan kritik yang
disampaikan. (*)
|
Baru tapi Lama
Baru tapi lama. Mungkin itulah ungkapan yang
pantas diberikan kepada Silakumaro Tonny Coason,
Ketua Umum PATRIA 2000-2003. Memang, jabatan sebagai
bos PATRIA baru kali ini disandang oleh pria kelahiran
Gorontalo 13 November 1963 itu. Namun, jika melihat
'portfolio'-nya, ia termasuk 'orang lama'.
Pengalaman dalam organisasi Agama Buddha:
- Ketua Keluarga Mahasiswa Buddhis Jakarta (KMBJ)
1986-1988
- Pendiri Himpunan Keluarga Mahasiswa Buddhis
Indonesia (HIKMAHBUDHI)
- Pemimpin Redaksi Majalah Hikmahbudhi (1984-1986)
- Pemimpin Umum Majalah Buddha Cakkhu (1992-1994)
- Wakil Ketua DPP Pemuda Buddha Dhamma Indonesia
(PBI) 1990-1992
- Ketua Dayaka Sabha Vihăra Jakarta Dhammacakka
Jaya masa bakti 1993-1995
- Ketua Dayaka Sabha Vihăra Jakarta Dhammacakka
Jaya masa bakti 1999-sekarang
- Sekretaris Yayasan Jakarta Dhammacakka Jaya
(1995-sekarang)
- Sekretaris Yayasan Buddha Sasana (1994-1995)
- Wakil Ketua I Yayasan Anathapindika Putrajaya
(1995-sekarang)
- Pendiri dan Sekretaris I Yayasan Abdi Dhamma
Indonesia (YADI) 2000-sekarang
- Wakil Sekretaris Jenderal PP Magabudhi masa
bakti 1995-2000
- Anggota Pleno PP Magabudhi masa bakti 2000-2005
- Sekretaris Panitia Pembangunan Vihăra Saddhapala,
Bojong Indah, Cengkareng (1998-sekarang)
- Sekretaris Panitia Nasional Waisak Konferensi
Agung Sangha Indonesia 2000
Pekerjaan Formal:
- IT Manager di PT Summarecon Agung, Jakarta
(bch)
|
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|