BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?




[an error occurred while processing this directive]
   
[an error occurred while processing this directive]

 

Tonny Coason: "Cara-cara Seperti itu Sangat Keliru!"

 

BuddhistOnline.com - Di mana-mana, kehadiran pimpinan baru selalu diharapkan membawa perubahan yang besar dalam tubuh organisasi yang dipimpinnya. Tentunya perubahan itu mengarah ke hal yang lebih baik. Apalagi jika sebelumnya terdapat sejumlah hal yang kurang beres. Begitu juga dengan Pemuda Theravăda Indonesia (PATRIA) yang dalam Musyawarah Nasional PATRIA I di Malang 22-25 Oktober 2000 lalu telah memilih ketua umum baru. Nah, perubahan seperti apa jelasnya yang bakal terjadi dalam tubuh PATRIA? Apa saja yang harus dilakukan oleh para warga PATRIA? Apa saja hal yang dirasa telah menjadi kekeliruan mereka selama ini? Benarkah mereka bakal harus ekstra ramah dan senyum terhadap pemuda Buddhis di vihăra? Bagaimana juga mereka perlu menjaga keberadaan PATRIA? Biar mendapat jawaban yang sejelas mungkin, sehari usai pelantikan, Chandadhammo Benny Chandra dari BuddhistOnline.com menghubungi Silakumaro Tonny Coason, Ketua Umum PATRIA periode 2000-2003. Inilah petikan wawancaranya.

Apa alasan Anda menerima jabatan sebagai Ketua Umum PATRIA?
Saya ingin membuat PATRIA menjadi organisasi yang lebih baik, lebih bermanfaat dan dicintai oleh Pemuda-Pemudi Buddhis.

Untuk menjadi ketua umum, apakah harus orang dari Jakarta?
Ini permintaan utusan daerah dalam Munas yang baru lalu. PC-PC mengatakan bahwa DPP harus dari Jakarta, karena DPP harus bisa punya akses yang cepat ke dalam maupun luar negeri, mengingat PATRIA juga merupakan anggota dari The World Fellowship of Buddhist Youth (W.F.B.Y.). Namun, bisa saja pemuda daerah yang berpotensi ikut memimpin. Tergantung pada keinginan Munas dan aturan organisasi yang berlaku. Saat ini tidak ada persyaratan bahwa ketua umum harus dari Jakarta.

Menurut Anda, bagaimana kondisi PATRIA sebelumnya?
Cabang-cabang cukup banyak yang telah berdiri. Di beberapa daerah / cabang, PATRIA sangat baik dan dirasakan manfaatnya oleh para generasi muda. Tapi di beberapa daerah, tidak bisa dipungkiri, masih terdapat penolakan oleh sebagian kelompok pemuda vihăra akibat dari bedanya persepsi tentang visi dan misi PATRIA.

Tindakan atau kebijakan apa yang akan Anda ambil pertama kali dalam masa jabatan kali ini?
Memperbaiki image PATRIA di beberapa daerah yang belum menerima PATRIA melalui dialog yang bersahabat.

Apa saja yang menjadi target Anda sebagai Ketua Umum PATRIA?
Ya, sesuai jawaban saya tadi, ditambah dengan meningkatkan hubungan kerja sama pemuda Buddhis antar cabang, meningkatkan kualitas pemuda Buddhis, serta membuat PATRIA bermanfaat bagi masyarakat.

Selama ini, kesannya PATRIA sebagai organisasi nasional kurang 'berbunyi' sehingga masih banyak yang tidak mengenalnya. Bagaimana komentar Anda?
Untuk beberapa kota, memang ya. Tapi di banyak kota lainnya, PATRIA cukup 'berbunyi'. Hal ini dapat saya simpulkan setelah mengikuti Munas yang baru saja berlalu. Untuk daerah-daerah yang belum 'berbunyi' itulah yang akan segera dibenahi, agar PATRIA bisa dimengerti dengan baik oleh pemuda Buddhis maupun pengurus-pengurus vihara sehingga mereka bisa berperan aktif dalam PATRIA.

Kegiatan-kegiatan seperti apa yang sudah Anda rencanakan untuk diadakan oleh PATRIA? Jika hanya berkutat seputar seminar / talk show dengan tema yang sudah umum dan pembicara itu-itu saja, apa bedanya dengan organisasi pemuda vihăra?
Sesuai program kerja yang dibahas dalam Munas yang baru saja berlalu, kegiatan PATRIA mendatang antara lain, membina hubungan yang harmonis antara daerah dan pusat serta antar daerah, menyusun sistem-sistem yang baku sebagai pedoman pelaksanaan berbagai aktivitas di PC, menerbitkan warta PATRIA sebagai media komunikasi antar anggota, menyelenggarakan Buddhist Camp yang dipadukan dengan Latihan Kepemimpinan, menyelenggarakan aktivitas / koordinasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, meningkatkan kualitas SDM anggota, dan lain-lain. DPP akan menyusun pedoman kegiatan yang jelas, sehingga bisa dibedakan antara kegiatan pemuda di lingkungan vihăra dan kegiatan pemuda dalam PATRIA. PATRIA tidak akan mengambil porsi kegiatan vihăra, melainkan membawa pemuda vihăra ke ruang lingkup yang lebih terbuka di luar vihăra, tanpa perlu menjauhkan dirinya dari vihăra. Mudah-mudahan hal ini bisa membuka wawasan pemuda dan pengurus vihăra, sehingga tidak perlu khawatir PATRIA "mencaplok" pemuda vihăra ke luar.

Sebenarnya, secara singkat, apakah visi dan misi PATRIA itu?
Pemuda Buddhis yang berkualitas: mengerti dan melaksanakan Dhamma dengan baik, kader-kader Dhamma, dan mampu berprestasi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Konkretnya bagaimana?
Masih jauh. Usia PATRIA baru lima tahun, jadi masih perlu konsolidasi dan pemantapan. Tapi diharapkan dalam waktu dekat, semua bisa mulai menampakkan kemajuan.

Apakah manfaat keberadaan PATRIA secara nyata bagi pemuda Buddhis mazhab Theravăda khususnya dan umat Buddha di Indonesia pada umumnya?
PATRIA membuat pemuda Buddhis yang tadinya hanya berorientasi vihăra jadi berorientasi regional, nasional, dan bahkan internasional. Hubungan internasional ini telah dibangun dengan baik oleh kepengurusan periode sebelumnya. Pemuda antar daerah di Indonesia semakin mengenal dan dapat menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Melalui PATRIA, generasi muda dapat menempa dirinya sebagai kader-kader pemimpin yang berkualitas. PATRIA menjadi sarana untuk mempersiapkan generasi muda Buddhis sebagai kader-kader penerus yang kelak dapat menggantikan para sesepuh sebagai duta-duta Dhamma.

Menurut Anda, apakah keberadaan PATRIA memang dibutuhkan saat ini?
Sangat dibutuhkan. Sebab pemuda Buddhis di lingkungan Theravăda perlu wadah untuk mengembangkan potensi dirinya sebagai pemuda yang berkualitas, bukan saja dalam segi agamis, tetapi juga dalam segi duniawi seperti kepemimpinan, karir, dan lain sebagainya. Vihăra itu ruang lingkupnya lebih banyak di bidang keagamaan. PATRIA tampil untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan potensi generasi muda di luar garis batas vihăra, tetapi tentunya tidak bertentangan dengan Dhamma. PATRIA menggalang hubungan yang baik dan erat dari pemuda-pemuda antar vihăra, baik dalam satu kota, maupun antar kota di Indonesia.

Sepertinya batasan keanggotaan antara PATRIA dan WANDANI masih kurang jelas, sehingga seringkali terjadi keanggotaan ganda. Bagaimana sebenarnya batasannya yang jelas?
Batasannya sebetulnya sudah jelas. Tapi keanggotaan ganda memang tidak terelakan. Bukan saja PATRIA dan WANDANI, tetapi juga dengan MAGABUDHI. Contohnya, seorang pemudi berusia 29 tahun. Dia masih bisa menjadi anggota PATRIA, bisa menjadi anggota WANDANI, bisa juga sebagai upacarika dalam MAGABUDHI kalau dia aktif dalam penyebaran Dhamma. Dalam hal ini, orang yang berpotensi memiliki keanggotaan ganda harus bisa memilih, di ladang mana ia akan menaktifkan diri untuk mendapatkan manfaat dari organisasi tersebut.

Konon, dalam mendirikan cabang di daerah, PATRIA sering melakukan 'akusisi paksa' terhadap organisasi pemuda Buddhis di vihăra setempat yang telah ada sebelumnya. Mereka disuruh memasang nama PATRIA di depan nama organisasinya. Apakah Anda masih akan menggunakan cara-cara seperti itu?
Wah, cara-cara seperti itu jelas sangat keliru. Mungkin hal ini yang membuat PATRIA ditolak oleh pemuda ataupun pengurus vihăra tersebut. Kepengurusan baru akan berusaha memperbaiki hal ini dengan pendekatan persuasif sambil menjelaskan visi dan misi PATRIA secara lebih jelas.

Kabarnya, seluruh organisasi pemuda di Vihăra mazhab Theravăda harus meleburkan dirinya menjadi bagian dari PATRIA. Benarkah demikian?
Tidak harus. Tetapi kalau bisa melebur menjadi PATRIA ranting vihăra, tentunya akan lebih harmonis hubungannya (antara vihăra dan PATRIA). PATRIA akan mengusahakan agar pemuda vihăra dapat menerima PATRIA dengan suka rela, dengan landasan pengertian yang benar tentang fungsi PATRIA, dan mau berperan aktif demi persatuan dan kesatuan antar Pemuda Buddhis (dengan ruang lingkup yang lebih besar dari batasan sebuah vihăra tentunya).

Apakah betul seluruh pemuda beragama Buddha mazhab Theravada secara otomatis adalah anggota PATRIA?
Pada dasarnya semua Pemuda Buddhis mazhab Theravăda warga negara Indonesia yang berusia 16-40 tahun berhak menjadi anggota PATRIA. Tetapi status sebagai anggota akan diberikan setelah yang bersangkutan mengisi formulir pendaftaran dan Pengurus Cabang memberikan kartu anggota kepadanya. Aturan ini tercantum dalam AD/ART PATRIA. Jika seseorang menolak menjadi anggota PATRIA, itu haknya. Hal ini tidak mencabut statusnya sebagai pemuda Buddhis mazhab Theravăda.

Apakah ada kemungkinan suatu ketika PATRIA terjun ke dunia politik?
Hingga saat ini belum terpikirkan. Saya kira, kita masih lebih mementingkan peningkatan kualitas anggota daripada terjun ke dunia politik yang saat ini masih semrawut.

Apakah PATRIA terbuka terhadap kritik dan saran? Kemana harus dikirimkan dan sejauh mana tanggapan yang akan diberikan?
Saran dan kritik merupakan masukan yang sangat berharga untuk introspeksi. Semua saran dan kritik untuk kemajuan PATRIA dapat dikirimkan ke Sekretariat DPP PATRIA di Vihăra Jakarta Dhammacakka Jaya, Jl. Agung Permai XV/12 Blok C Sunter Agung Podomoro, Jakarta Utara (14350). Tanggapan akan diberikan sesuai saran dan kritik yang disampaikan. (*)

Baru tapi Lama

Baru tapi lama. Mungkin itulah ungkapan yang pantas diberikan kepada Silakumaro Tonny Coason, Ketua Umum PATRIA 2000-2003. Memang, jabatan sebagai bos PATRIA baru kali ini disandang oleh pria kelahiran Gorontalo 13 November 1963 itu. Namun, jika melihat 'portfolio'-nya, ia termasuk 'orang lama'.

Pengalaman dalam organisasi Agama Buddha:
- Ketua Keluarga Mahasiswa Buddhis Jakarta (KMBJ) 1986-1988
- Pendiri Himpunan Keluarga Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI)
- Pemimpin Redaksi Majalah Hikmahbudhi (1984-1986)
- Pemimpin Umum Majalah Buddha Cakkhu (1992-1994)
- Wakil Ketua DPP Pemuda Buddha Dhamma Indonesia (PBI) 1990-1992
- Ketua Dayaka Sabha Vihăra Jakarta Dhammacakka Jaya masa bakti 1993-1995
- Ketua Dayaka Sabha Vihăra Jakarta Dhammacakka Jaya masa bakti 1999-sekarang
- Sekretaris Yayasan Jakarta Dhammacakka Jaya (1995-sekarang)
- Sekretaris Yayasan Buddha Sasana (1994-1995)
- Wakil Ketua I Yayasan Anathapindika Putrajaya (1995-sekarang)
- Pendiri dan Sekretaris I Yayasan Abdi Dhamma Indonesia (YADI) 2000-sekarang
- Wakil Sekretaris Jenderal PP Magabudhi masa bakti 1995-2000
- Anggota Pleno PP Magabudhi masa bakti 2000-2005
- Sekretaris Panitia Pembangunan Vihăra Saddhapala, Bojong Indah, Cengkareng (1998-sekarang)
- Sekretaris Panitia Nasional Waisak Konferensi Agung Sangha Indonesia 2000

Pekerjaan Formal:
- IT Manager di PT Summarecon Agung, Jakarta

(bch)

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]