|
Ketekunan Tumbuhkan
Kekuatan Mental
BuddhistOnline.com - Ketekunan, keuletan,
atau kesungguhan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan
tidak saja memberikan hasil akhir yang baik melainkan
juga dapat menumbuhkan sikap dan ketahanan mental yang
baik. Karena lama-kelamaan ketekunan itu bisa melekat
menjadi sifat seseorang. Itulah hasil yang lebih penting.
Demikian dikemukakan Y.M. Mahanayaka Sri Paññavaro
Mahathera dalam seminar sehari Menggali Potensi Diri
dengan Kebijaksanaan Dhamma di Kampus ITS, Surabaya
pada akhir November 2000 lalu.
Bhante Pannavaro lebih lanjut menuturkan, dalam melatih
ketekunan ada tiga azas yang harus diperhatikan. Yaitu,
azas halal, azas manfaat dan azas tolong menolong. Azas
halal adalah tidak bertentangan dengan Dhamma dan hukum
negara. Sedangkan berkaitan dengan azas manfaat, harus
dipertimbangkan apakah pekerjaan itu bermanfaat atau
tidak. Adapun melalui azas tolong menolong, diharapkan
setiap orang jangan melupakan kesempatan untuk menolong
(semua mahluk yang membutuhkan).
Sebelumnya, Bhante Paññavaro mengatakan
untuk dapat menumbuhkan kekuatan mental, terlebih dahulu
harus mengetahui apa saja bentuk-bentuk potensi diri
yang dapat dikembangkan. "Secara gampangnya, potensi
diri dapat diumpamakan sebagai bibit," tutur Bhante
Pañña yang sejak Juli 2000 lalu menjabat
sebagai Mahanayaka atau Ketua Dewan Sesepuh Sangha Theravãda
Indonesia (STI).
Ada bermacam-macam bentuk dari potensi diri. Selain
ketekunan yang sudah disebutkan sebelumnya, potensi
diri yang dimaksud adalah keyakinan (terhadap Hukum
Kamma), kesadaran, kemampuan bermeditasi, dan wawasan
Dhamma.
Agar potensi-potensi diri itu dapat berkembang dengan
baik dan menumbuhkan kekuatan mental, hendaknya, "Berikan
kondisi yang kondusif, bukan pula dengan memohon,"
kata Bhante Pañña mengingatkan kepada
sekitar 200 peserta yang hadir dalam seminar sore itu.
Pembicara lain yang tampil dalam seminar yang diadakan
TPKB Viriya Vijja ITS itu adalah Andrie Wongso, pengusaha
kartu "Harvest" yang belakangan lebih dikenal
sebagai motivator tim bulutangkis PBSI.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bagaimana cara
menumbuhkan potensi diri melalui perubahan sikap mental
yang dapat membawa kesuksesan. Menurutnya, ada tiga
sikap mental positif yang harus ditanamkan dalam diri
seseorang. Yaitu, dengan berpandangan bahwa kita punya
hak untuk sukses, sukses bukan lahir dari kebetulan,
dan kesuksesan adalah akibat dari sebab-sebab yang disiapkan
(pemikiran, perencanaan, persiapan, dan perjuangan).
Menurut mantan bintang film laga di Hong Kong itu,
dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang paling penting
adalah prosesnya. Bukan hasilnya.
"Contohnya adalah pengalaman saya sendiri. Setelah
tiga tahun bekerja di Hong Kong sebagai bintang film,
saya kembali ke Indonesia. Bagi orang lain, mungkin
hal itu merupakan kegagalan saya. Tetapi bagi saya yang
paling penting adalah bagaimana proses yang saya lewati
untuk pergi ke sana dengan satu tekad bahwa saya harus
berhasil. Dan ternyata saya memang diterima," tutur
Andrie dengan penuh semangat meski terus bermandikan
keringat lantaran panitia tidak becus mengurus pendingin
ruangan.
Tekad seperti itu juga yang mendasari dirinya ketika
pertama kali membuka usaha jual kartu motivasi "Harvest"
hingga sukses seperti sekarang. "Lama-kelamaan
hal itu menjadi sikap mental dalam diri saya. Saya menjadi
selalu termotivasi mengembangkan potensi diri, sehingga
saya perlu membaginya dengan orang lain," kata
Andrie sambil tersenyum. (bch)
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|