BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?


   
[an error occurred while processing this directive]

 

Ketekunan Tumbuhkan Kekuatan Mental

 

BuddhistOnline.com - Ketekunan, keuletan, atau kesungguhan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan tidak saja memberikan hasil akhir yang baik melainkan juga dapat menumbuhkan sikap dan ketahanan mental yang baik. Karena lama-kelamaan ketekunan itu bisa melekat menjadi sifat seseorang. Itulah hasil yang lebih penting.

Demikian dikemukakan Y.M. Mahanayaka Sri Paññavaro Mahathera dalam seminar sehari Menggali Potensi Diri dengan Kebijaksanaan Dhamma di Kampus ITS, Surabaya pada akhir November 2000 lalu.

Bhante Pannavaro lebih lanjut menuturkan, dalam melatih ketekunan ada tiga azas yang harus diperhatikan. Yaitu, azas halal, azas manfaat dan azas tolong menolong. Azas halal adalah tidak bertentangan dengan Dhamma dan hukum negara. Sedangkan berkaitan dengan azas manfaat, harus dipertimbangkan apakah pekerjaan itu bermanfaat atau tidak. Adapun melalui azas tolong menolong, diharapkan setiap orang jangan melupakan kesempatan untuk menolong (semua mahluk yang membutuhkan).

Sebelumnya, Bhante Paññavaro mengatakan untuk dapat menumbuhkan kekuatan mental, terlebih dahulu harus mengetahui apa saja bentuk-bentuk potensi diri yang dapat dikembangkan. "Secara gampangnya, potensi diri dapat diumpamakan sebagai bibit," tutur Bhante Pañña yang sejak Juli 2000 lalu menjabat sebagai Mahanayaka atau Ketua Dewan Sesepuh Sangha Theravãda Indonesia (STI).

Ada bermacam-macam bentuk dari potensi diri. Selain ketekunan yang sudah disebutkan sebelumnya, potensi diri yang dimaksud adalah keyakinan (terhadap Hukum Kamma), kesadaran, kemampuan bermeditasi, dan wawasan Dhamma.

Agar potensi-potensi diri itu dapat berkembang dengan baik dan menumbuhkan kekuatan mental, hendaknya, "Berikan kondisi yang kondusif, bukan pula dengan memohon," kata Bhante Pañña mengingatkan kepada sekitar 200 peserta yang hadir dalam seminar sore itu.

Pembicara lain yang tampil dalam seminar yang diadakan TPKB Viriya Vijja ITS itu adalah Andrie Wongso, pengusaha kartu "Harvest" yang belakangan lebih dikenal sebagai motivator tim bulutangkis PBSI.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bagaimana cara menumbuhkan potensi diri melalui perubahan sikap mental yang dapat membawa kesuksesan. Menurutnya, ada tiga sikap mental positif yang harus ditanamkan dalam diri seseorang. Yaitu, dengan berpandangan bahwa kita punya hak untuk sukses, sukses bukan lahir dari kebetulan, dan kesuksesan adalah akibat dari sebab-sebab yang disiapkan (pemikiran, perencanaan, persiapan, dan perjuangan).

Menurut mantan bintang film laga di Hong Kong itu, dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang paling penting adalah prosesnya. Bukan hasilnya.

"Contohnya adalah pengalaman saya sendiri. Setelah tiga tahun bekerja di Hong Kong sebagai bintang film, saya kembali ke Indonesia. Bagi orang lain, mungkin hal itu merupakan kegagalan saya. Tetapi bagi saya yang paling penting adalah bagaimana proses yang saya lewati untuk pergi ke sana dengan satu tekad bahwa saya harus berhasil. Dan ternyata saya memang diterima," tutur Andrie dengan penuh semangat meski terus bermandikan keringat lantaran panitia tidak becus mengurus pendingin ruangan.

Tekad seperti itu juga yang mendasari dirinya ketika pertama kali membuka usaha jual kartu motivasi "Harvest" hingga sukses seperti sekarang. "Lama-kelamaan hal itu menjadi sikap mental dalam diri saya. Saya menjadi selalu termotivasi mengembangkan potensi diri, sehingga saya perlu membaginya dengan orang lain," kata Andrie sambil tersenyum. (bch)

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]