|
Malu dan Takut,
Tanda Spiritualitas Matang
BuddhistOnline.com - Setidaknya ada
dua tanda dari manusia yang matang spiritualitasnya.
Keduanya adalah mempunyai rasa malu melakukan perbuatan
negatif dan takut akan akibat dari perbuatan negatif.
Di antara keduanya, yang paling baik adalah yang kedua,
takut terhadap akibat melakukan perbuatan negatif. Sebab
jika hanya mempunyai rasa malu saja ada kemungkinan
akan membuat seseorang menjadi munafik. Seseorang malu
berbuat tidak baik hanya ketika ada orang lain.
Demikian disampaikan oleh Y.M. Uttamo Thera dalam talk
show "Sentuhan Spiritual dalam pengelolaan
SDM" yang diadakan Perhimpunan manajemen Sumberdaya
Manusia Indonesia (PMSM Indonesia) pada 21 Desember
2000. Dalam dialog yang diadakan di Hotel Santika, Surabaya
itu tampil pula pembicara lain, Drs. Ahmad Mundzir,
Msi dan Drs. Agustinus Mangunhardjana, N Ed.
Menurut Bhante Uttamo, untuk menjadi manusia yang matang
ada beberapa hal yang harus dilakukan. Yaitu, menghindari
hal-hal atau tindakan-tindakan negatif, mengembangkan
hal-hal positif, dan melatih pikiran agar selalu berpikir
positif.
"Dalam pikirannya, manusia menentukan pilihan.
Oleh karena itu, manusia harus dididik agar dapat berpikir
positif," kata Bhante Uttamo lebih lanjut.
Di bagian lain, berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan
oleh salah seorang peserta mengenai training
keagamaan untuk SDM perusahaan, Bhante Uttamo menyarankan
agar materinya tidak khusus dari agama tertentu.
"Sebaiknya mengambil nilai-nilai kebenaran universal
dari agama sehingga tidak menimbulkan rasa curiga para
karyawan," saran Wakil Ketua Umum Sangha Theravăda
Indonesia itu yang disetujui bersama oleh para peserta
dan pembicara lain. (bch)
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|