BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?


   
[an error occurred while processing this directive]

 

Ayo, Bikin Buddharupang Paling Tinggi

 

BuddhistOnline.com - Mirip dengan dunia mode dan bisnis properti, nampaknya 'dunia' pembangunan vihara juga mengenal tren. Lihat saja, hingga tahun 2000 kemarin, tren yang berkembang di antara para 'pengembang' vihara adalah vihara dengan lahan yang megah dan luas. Bahkan beberapa diantaranya super luas sehingga kalau ada yang mau mengukurnya sendirian mungkin butuh waktu sehari. Sejalan dengan pergantian tahun, sepertinya tren itu mulai tergeser. Ada tren baru yang mulai menggeliat di awal tahun 2001 ini. Apakah itu? Vihara dengan Buddharupang atau patung Sang Buddha yang lebih tinggi dan model atau gaya yang lain dari biasanya.

Bendera start sudah dikibarkan dari Surabaya. Adalah Vihãra Dhamma Jaya, Surabaya yang memulainya dengan membangun Buddharupang setinggi 5,9 meter. Bandingkan dengan patung Sang Buddha di kebanyakan vihara di Indonesia yang rata-rata tingginya tidak lebih dari dua meter. Hal lain yang tidak kalah uniknya dari patung berberat sekitar 4 ton itu adalah model Sang Buddha berdiri yang sering disebut Buddha Mandala atau Buddhamonthon. Dengan spesifikasi seperti itu, membuat Buddharupang milik vihãra yang berlokasi di bagian Barat kota Surabaya tersebut menjadi paling tinggi dan unik di Indonesia. Setidaknya jika dibandingkan dengan sesama vihara mazhab Theravãda untuk saat ini.

Buddharupang di Vihãra Dhamma Jaya, Surabaya"Bentuk itu adalah unik, belum ada duanya di Indonesia, dalam arti, yang dipergunakan di Dhammasala dengan ukuran yang sedemikian besar," kata Y.M. Uttamo Thera, Kepala Vihãra Dhamma Jaya, Surabaya.

Peresmian penggunaannya sendiri telah dilakukan pada 21 Januari 2001 lalu yang ditandai dengan pemberkahan rupang untuk pertama kalinya (Buddhabisekha) oleh Bhikkhu Sangha. Sebagai upacara tambahan, dilakukan pembukaan selubung kain yang menutupi Buddharupang. Saat itu, Bhikkhu Sangha yang hadir berjumlah 6 orang Bhikkhu. Selain Y.M. Uttamo Thera, hadir pula Y.M. Dhammavijayo Mahathera, dan Y.M. Thitaketuko Thera.

Menurut informasi yang diperoleh BuddhistOnline.com, pembuatan patung tersebut menghabiskan biaya tidak kurang dari 100 juta rupiah. Itu belum ditambah dengan biaya pengangkutan via laut ke Surabaya. Pembuatannya dikerjakan di Bangkok, Thailand dengan menghabiskan waktu sekitar 3-4 bulan.

Sementara vihãra tempat patung itu berada, hingga kini masih dalam tahap penyelesaian. Saat ini, proses pembangunan sudah mencapai sekitar 60%. Meski demikian, jalannya pembangunan bakal terus dikebut siang malam karena "Direncanakan, paling lambat pada Magha Puja tahun 2002 nanti, semuanya sudah selesai dan sudah bisa diresmikan," kata Bhante Uttamo.

Dalam Dhammadesananya di hadapan sekitar 600 umat yang hadir pada siang hari itu, Bhante Uttamo mengingatkan bahwa lebih sulit dan lebih penting mempertahankan daripada mencari atau membangun patung dengan besar seperti itu.

Menurut beliau, setidaknya ada empat hal penting yang harus dimiliki oleh umat agar dapat mempertahankan sesuatu yang sudah diperjuangkan dengan susah payah. "Punyailah rasa senang, semangat, perhatian, dan selalu rajin mengevaluasi hasil kerja," tutur Upa Sanghanãyaka 2000-2003 lebih lanjut.

Pesan yang disampaikan oleh Bhante Uttamo itu penting untuk diingat-ingat atau malah mungkin ditulis besar-besar di buku agenda, terutama buat mereka yang sudah punya rencana proyek serupa, agar tidak mengundang celaan di belakang hari. Karena nampaknya tren membangun patung super besar seperti itu bakal ramai dan seru deh. Dari Jawa Tengah, misalnya, diperoleh informasi bahwa rencana renovasi sebuah vihãra di ibukota provinsi itu menyertakan juga pembangunan Buddharupang model Buddha Mandala dengan ukuran super raksasa. Tingginya saja 35 meter. Hayo, siapa nih yang mau menandingi? (bch) FOTO: BEN-CH

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]