BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?


   
[an error occurred while processing this directive]

 

Afganistan Tega Hancurkan Patung Kuno Buddha

 

BuddhistOnline.com - Rupanya Pemerintah Afganistan bersikeras pada pendiriannya untuk tetap melenyapkan dua patung kuno Sang Buddha dengan ukuran besar yang berada di wilayahnya meski ditentang berbagai pihak termasuk PBB. Seperti diberitakan oleh VOA News, pihak Afganistan melanjutkan tindakan penghancuran kedua patung yang terletak di bagian tengah Propinsi Bamiyan (144 km dari ibukota Kabul) pada Kamis, 8 Maret 2001 setelah liburan hari raya mereka. Dengan menggunakan tank-tank, senjata-senjata artileri, dan dinamit, penghancuran dimulai dari bagian atas patung-patung berukuran raksasa itu.

Salah satu patung kuno Sang Buddha yang dihancurkanSerangkaian dengan tindakan yang diprakarsai oleh gerakan Islam garis keras Taliban yang menguasai 95% wilayah Afganistan tersebut, ratusan patung-patung Sang Buddha lainnya yang berukuran lebih kecil yang terdapat dalam museum nasional negara itu ikut dihancurkan. Informasi lebih detil mengenai tindakan tak bertoleransi itu tidak dapat diperoleh karena tidak satupun wartawan diperbolehkan meliput jalannya penghancuran tersebut.

Kedua patung Sang Buddha yang terukir pada sebuah sisi gunung tersebut telah berdiri sejak lebih dari 1500 tahun lalu sebelum Islam menjadi agama yang dominan di negara tersebut. Patung yang tertinggi berukuran lebih dari 50 meter sedangkan satunya memiliki tinggi sekitar 38 meter.

Pemerintah Afganistan telah mengabaikan sejumlah kecaman, protes, dan himbauan dari berbagai pihak sejak tersiar kabar akan adanya tindakan peleburan kedua patung sangat kuno itu. Bahkan tawaran dari India, Iran dan Museum Metropolitan, New York untuk memindahkan patung dan mengalihkan tanggung jawab perawatannya ditolak mentah-mentah oleh Menteri Luar Negeri Afganistan, Wakil Ahmad Mutawakil.

Berita terakhir yang diterbitkan oleh VOA News kemarin malam (9/3), menyebutkan bahwa Pakistan telah mengirim delegasi tingkat tingginya ke Afganistan untuk bertemu dengan Pemimpin Taliban, Mulla Omar dalam usaha menghentikan aksi penghancuran itu. Mesir, salah satu pemimpin diplomatik dalam dunia Arab dan Islam, diberitakan juga akan mengirim delegasi penyelamatan.

Alasan pihak Taliban menghancurkan kedua patung tersebut karena sisa-sisa kejayaan Agama Buddha di daerah perang itu dianggap sebagai "un-Islamic Idols" yang harus dilenyapkan. Selain itu ada alasan lain yang terbilang sangat menggelikan dan kekanak-kanakan. Juru bicara Taliban untuk Amerika Serikat, Sayed Rahmatullah Hashmi, mengatakan kepada BBC bahwa patung-patung itu dihancurkan sebagai balas dendam dari peruntuhan masjid kuno di Ayodhya, India oleh aktivis Hindu pada beberapa waktu lalu. Lho, apa hubungannya?

TRAGEDI KEMANUSIAAN
Selain negara-negara Buddhis seperti Thailand, Srilanka, Nepal, dan Jepang, negara-negara seperti Italia, Pakistan, Amerika Serikat dan bahkan badan dunia PBB juga turut mengecam aksi tersebut. Pihak Jepang sempat mengancam untuk menghentikan bantuan yang diberikan kepada Afganistan selama ini dalam posisinya sebagai penyumbang terbesar. Sekretaris Negara Amerika Serikat, Colin Powell menyebut peristiwa itu sebagai, "Kejahatan terhadap kemanusiaan. It's horrible, it's a tragedy."

Rangkaian patung-patung Sang Buddha di Afganistan Menteri Luar Negeri India Jaswant Singh menyebut tindakan penghancuran itu sebagai "kemunduran ke dalam kekejaman abad pertengahan" dan sebuah "pelanggaran keramat terhadap umat manusia."

"Seluruh duta besar dari negara-negara Islam, baik dari Afrika, Asia, maupun Arab menyatakan mereka semua sepakat bahwa tindakan dan keputusan itu benar-benar bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam," kata Mounir Bouchen, Wakil Direktur UNESCO.

Memang kejadian itu sangat menyedihkan, tidak hanya bagi umat Buddha seluruh dunia saja. Sebab tindakan perobohan patung-patung bersejarah itu merupakan pelanggaran terhadap perlindungan benda-benda bersejarah dan kebudayaan kuno yang telah menjadi aset dunia. Seperti kata Duta Besar Italia untuk Pakistan, Angelo Gabriele de Ceglie, "Itu adalah kehilangan yang sangat besar, tragedi bagi rakyat Afganistan dan dunia."

(bch) Sumber: VOA News, BBC, CNN FOTO-FOTO: dok. VOANEWS

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]