|
Pembangunan Kembali
Patung Buddha di Afganistan Gunakan Teknologi Moderen
BuddhistOnline.com - Ada kabar baik
buat umat Buddha di seluruh dunia. Seiring dengan melemahnya
pengaruh kelompok Taliban di Afganistan, patung Sang
Buddha raksasa yang pernah dihancurkan oleh mereka direncanakan
untuk dibangun kembali. Seperti telah kita ketahui,
pada bulan Maret 2001, dua patung Sang Buddha terbesar
di dunia dan sejumlah patung-patung lainnya yang berada
di Propinsi Bamiyan (144 km dari ibukota Kabul) telah
dilenyapkan oleh kelompok Islam garis keras Taliban
yang pada saat itu menguasai pemerintahan Afganistan
dengan alasan karena sisa-sisa kejayaan Agama Buddha
berusia lebih dari 1500 tahun tersebut dianggap sebagai
"un-Islamic Idols" yang harus dilenyapkan.
Proyek rekonstruksi patung raksasa itu diprakarsai
oleh The
New 7 Wonders Foundation bekerja sama dengan Museum
Afganistan di Bubendorf, Swiss. Yang menggembirakan,
untuk pengerjaan proyek besar ini, mereka memutuskan
memanfaatkan teknologi muktahir. Salah satu penerapannya
adalah pembuatan model dari patung Buddha raksasa itu
dengan ukuran sepertiga aslinya dalam bentuk 3 dimensi.
"Model patung berukuran sekitar 50-60 cm itu dibuat
dengan teknologi laser moderen," kata Paul Bucherer,
Kepala Museum Afganistan kepada BBC.
Untuk membantu penelitian lebih mendalam mengenai bahan
dan teknik yang sesuai untuk digunakan, akan dilakukan
tahap pengerjaan lanjutan dengan membuat model patung
yang lebih besar berukuran tinggi sekitar 6 meter pada
skala 1:10.
Nantinya, model 3 dimensi itu akan dipamerkan di situs
web mereka yang dilengkapi dengan data-data terkait.
Diharapkan dengan memanfaatkan media Internet, masyarakat
seluruh dunia dapat menyaksikannya lebih jelas dan lengkap.
Masyarakat yang tertarik dapat membeli miniatur dari
model patung itu di Museum Afganistan, Swiss. Diharapkan
hasil dari penjualan miniatur dapat membantu menutupi
biaya pengerjaan yang diperkirakan sekitar £ 1
juta.
Namun, "Selanjutnya, hanya jika ada permintaan
dari pemerintah Afganistan yang baru, proyek ini bisa
mulai kita kerjakan," ujar Bucherer. Semoga sukses
deh! (bch) Sumber: BBC,
ANANOVA.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|