BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?


   
[an error occurred while processing this directive]

 

Sudah Jadi Bhikkhu, Masih Harus Ditahbiskan Lagi

 

BuddhistOnline.com - Biasanya yang jadi peserta Upasampada Bhikkhu yang diadakan oleh Sangha Theravãda Indonesia (STI) adalah mereka yang berstatus samanera. Namun agak berbeda dengan upasampada yang berlangsung 3 Maret 2002 lalu. Dari tiga peserta yang lolos penyaringan, salah satunya malah berstatus bhikkhu.

Sudah jadi bhikkhu, kok masih harus ikut upasampada lagi? Kenapa ya? "Karena Sangha yang menahbiskannya dulu berbeda silsilah dengan STI, maka jika ingin masuk STI harus ditahbiskan lagi. Meskipun demikian, jumlah vassa yang telah dijalani sebelumnya tidak hangus. Akan tetap diperhitungkan, " tutur Y.M. Sukhemo Mahatera, Ketua Bidang Vinaya STI.

Klik! Klik! Klik!
Acara Dimulai Pukul 08.00 WIB.
Inilah 3 orang bhikkhu baru STI.
Memberikan penghormatan kepada upajjhãya.

Adapun peserta yang dimaksud itu adalah Y.M. Bhikkhu Dhiraratano. Ia memang sudah pernah ditahbiskan menjadi bhikkhu di Myanmar pada 28 Maret 2002. Saat itu ia dan dua orang samanera lainnya sedang mengikuti pendidikan meditasi Vipasana Bhavana di Vihara Meditasi Chanmyay Yeiktha, Yagon, Myanmar selama satu tahun mulai dari Desember 2000 sampai Desember 2001.

"Sebenarnya untuk ikut pendidikan meditasi di sana itu tidak harus jadi bhikkhu. Kebetulan ketika itu ada salah satu dari kami minta ditahbiskan jadi bhikkhu, saya dan rekan satunya lagi ditawari untuk ikut sekalian oleh Pemerintah Myanmar selaku sponsor, " kata Bhante Dhiraratano yang sewaktu masih jadi samanera bernama Dhirayatano.

Klik! Klik! Klik!
Sudah jadi bhikkhu, mesti ditahbiskan lagi.
Dihadiri oleh 20 orang bhikkhu pimpinan STI.
Sanghanayaka memberikan sedikit wejangan kepada bhikkhu baru.

Upasampada Bhikkhu kali ini yang diadakan di Uposathagara Padepokan Dhammadipa Arama, Ngandat, Batu, dihadiri oleh 20 orang Bhikkhu STI. Diantaranya, Y.M. Sukhemo Mahathera, Y.M. Dhammasubho Thera (Sanghanayaka), Y.M.Uttamo Thera (Upa Sanghanayaka), Y.M. Jotidhammo Thera (Sekjen), Y.M. Atimedho Thera, Y.M. Khantidharo Thera, Y.M. Jagaro Thera, Y.M. Saddhaviro Thera, dan Y.M. Subhapanno Thera. Kebetulan, para bhikkhu tersebut sedang mengikuti Rapat Pimpinan STI di tempat yang sama. Dalam kesempatan itu juga dilakukan pattidana untuk memperingati meninggalnya Y.M. Khemasarano Mahathera dan Y.M. Sudhamo Mahathera.

Sementara yang menjadi ãcãriya (guru pembimbing) bagi Bhikkhu Dhiraratano (waktu upasampada: 08.49.06 WIB) adalah Y.M. Jotidhammo Thera dan Y.M. Atimedho Thera. Sedangkan Y.M. Jagaro Thera dan Y.M. Saddhaviro Thera menjadi ãcãriya untuk dua bhikkhu baru lainnya, Y.M. Bhikkhu Indaratano (09.11.22 WIb) dan Y.M. Bhikkhu Tejanando (09.22.11 WIB). Adapun yang bertindak selaku upajjhãya adalah Y.M. Sukhemo Mahathera. Kepada ketiga bhikkhu baru, selamat dan anumodana! (Sri Handayani/bch) FOTO-FOTO: BEN-CH

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]