|
Siapa Takut Jadi
Upajjhãya?
BuddhistOnline.com - Dalam pelaksanaan
Upasampada Bhikkhu, kehadiran seorang upajjhãya
terbilang amat penting. Saking pentingnya sehingga tanpa
dirinya, upacara pentahbisan Bhikkhu baru tidak dapat
dilaksanakan. Apalagi mengingat saat ini baru ada satu
orang saja di tubuh Sangha Theravada Indonesia (STI)
yang punya kewenangan soal itu, bisa dibayangkan jika
suatu saat tiba-tiba ia berhalangan maka tak ada yang
bisa menggantikannya. Persiapan pelaksanaan pentahbisan
Bhikkhu pun bisa batal seketika.
Memang hingga kini hanya ada satu Bhikkhu saja di STI
yang memegang 'lisensi' sebagai upajjhãya, yaitu
Y.M. Sukhemo Mahatera. Sehingga bisa dibilang tiada
upasampada yang sah tanpa kehadirannya.
Sebenarnya, selama ini bukannya tidak ada usaha untuk
menambah jumlah upajjhãya atau Bhikkhu pentahbis. "Empat tahun
yang lalu sudah ada usulan agar jumlahnya ditambah,
tetapi hingga kini belum bisa direalisasikan karena
tertunda-tunda terus. Saya akan usulkan lagi soal itu
dalam pasamuan berikutnya (awal bulan Juli -red),
" kata Bhante Sukhemo yang sudah sekitar 16 tahun
menjadi upajjhãya
Dibanding dengan ãcãriya, kriteria
siapa yang berpeluang untuk memperoleh kewenangan mentahbis
Bhikkhu itu memang lebih sempit. Meskipun begitu, tidak
ada syarat aneh-aneh yang perlu dikuatirkan. "Antara
lain syaratnya adalah minimal umur vassanya 10 tahun
ke atas, mahir Bahasa Pali, dan dinilai mampu. Setelah
itu, secara formal yang bersangkutan harus harus mengikuti
pendidikan sebagai upajjhãya di Thailand, "
tutur Bhante Sukhemo.
Mengapa harus ke Thailand? "Di Thailand ada pendidikan
khusus soal itu. Pendidikannya sudah mapan. Waktu pendidikan
cuma beberapa hari saja. Setelah dites dan lulus, pesertanya
akan memperoleh semacam sertifikat yang menerangkan
bahwa dia telah mengikuti pendidikan upajjhãya,
" jelas Bhikkhu yang ditahbiskan oleh Y.M. Ñanasangvaro 22 tahun silam itu lebih lanjut.
Melihat persyaratan tadi, seharusnya tidak sulit dong
mencari tambahan seorang upajjhãya baru. Dari segi vassa saja, para
Bhikkhu STI yang telah mencapai posisi Mahathera dan
Thera -selain Bhante Sukhemo- saat ini ada sekitar 12
orang. Jadi, siapa takut jadi upajjhãya? (bch)
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|