BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?


   
[an error occurred while processing this directive]

 

Uttamo Thera: Bijaksanalah dalam Berbuat Baik

 

BuddhistOnline.com - Dengan rajin ke vihara, banyak manfaat yang bisa diperoleh. Salah satunya adalah memperoleh pengertian mengenai hubungan perbuatan baik dan kebijaksanaan sehingga bisa menjadi orang baik yang bijaksana. Demikian dituturkan oleh Y.M. Uttamo Thera dalam perayaan Kathina 2546/2002 di Vihara Samaggi Phala, Blitar pada 26 Oktober 2002.

Lebih lanjut, dalam Dhammadesana malam itu, ia mengatakan bahwa dalam berbuat baik dibutuhkan kebijaksanaan. "Jangan sampai karena terlalu baik sehingga membuat diri sendiri tidak bahagia karena melakukan perbuatan baik," ujar Bhikkhu yang sedang memegang jabatan sebagai Upa Sanghanayaka itu.

Menurutnya, untuk mewujudkan cinta kasih yang berkebijaksanaan, setidaknya perbuatan baik itu harus memenuhi empat kriteria. Apa saja? Yaitu, si pelaku berbahagia, objeknya berbahagia, lingkungan sekitar juga tidak terganggu, dan sesuai dengan Dhamma. "Berbohong untuk kebaikan atau mencuri untuk menolong orang lain tidak memenuhi keempat kriteria itu," kata Bhante Uttamo.

Kebaikan yang bijaksana. Tempat penyerahan dana tidak hanya ada di depan panggung. Selesai berdana tak lupa melakukan pelimpahan jasa.

 

Dengan dihadiri lebih dari 1000 umat yang berasal dari berbagai kota, perayaan Kathina pada malam itu berlangsung cukup meriah. Selain Bhante Uttamo sendiri, masih ada enam Bhikkhu lainnya yang berkenan hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Y.M Dhammavijaya Mahathera, Y.M Kanthidaro Thera, dan Y.M. Bhikkhu Viriyadharo. Yang menarik, saat tiba acara penyerahan dana kepada Sangha, oleh panitia disediakan dua tempat yang terpisah. Yang satu tetap di depan panggung, sementara lainnya ada di dekat pintu masuk. Para Bhikkhunya pun ikut dipisah tempatnya. Adanya pemisahan ini cukup membantu lancarnya acara. Oh ya, aksi paduan suara Wandani dan acara pelelangan untuk pengumpulan dana pembangunan Panti Semedi Balerejo ikut memeriahkan perayaan kali ini.

Keesokan harinya, acara berlanjut ke Tulungagung yang berjarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Blitar. Di kota ini, perayaan Kathina dipusatkan di Vihara Buddha Loka, Tulungagung yang sedang merampungkan pembangunannya. Agak berbeda, kali ini Bhikkhu yang hadir hanya dua orang, yaitu Y.M Dhammavijayo Mahathera dan Y.M Uttamo Thera. Meskipun begitu, perayaan Kathina siang itu cukup dipadati oleh umat Buddha yang datang baik dari dalam maupun luar kota.

Umat yang hadir tidak hanya dari Tulungagung saja. Kebahagiaan sejati ada di dalam diri kita. Melepas sebagian kekayaan bisa berbahagia.

Dalam Dhammadesananya, Bhante Dhammavijayo menjelaskan mengenai kebahagiaan sejati. "Kebahagiaan sejati ada di dalam diri kita, tepatnya di dalam pikiran kita. Bukan berada di luar. Oleh karena itu kita harus selalu mengawasi pikiran kita," tuturnya dihadapan sekitar 80 orang umat Buddha yang hadir.

Ia juga menambahkan, salah satu cara memperoleh kebahagiaan adalah dengan berdana. "Dengan melepas atau mendanakan sebagian kekayaan, bisa menimbulkan kebahagiaan. Dengan berdana, kita melepaskan keterikatan sehingga dapat memperoleh kebahagiaan," kata Bhante Dhammavijayo.

Sementara itu, dari Bondowoso terdengar kabar bahwa rencana perayaan Kathina dan pembangunan sebuah vihara di kota itu akhirnya dibatalkan karena adanya tekanan dan ancaman dari segerombolan massa sejumlah 2 truk dari kelompok tertentu yang mendatangi lokasi vihara belum lama ini. Sudah begini, siapa bilang tidak ada pelaku teror di negeri ini? (bch) FOTO: BEN-CH

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]