BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?


   
[an error occurred while processing this directive]

 

Setialah pada Cinta (dan Topik Seminar)

 

BuddhistOnline.com - Saat ini, menemukan seminar bertema iptek atau budaya yang diselenggarakan oleh kalangan umat Buddha ibarat pungguk merindukan bulan alias harus bersabar lebih lama dan mesti berpuas hati mengikuti seminar dengan tema yang itu-itu saja. Apa boleh buat. Karena, nampaknya, mereka yang punya kemampuan menggelar acara-acara semacam itu masih gemar mengusung hal-hal macam feng shui dan seks.

Lihat saja. Salah satu contohnya adalah sebuah seminar yang digelar pertengahan Februari 2003 lalu di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Dengan mengandalkan Andrie Wongso, Y.M. Uttamo Thera, dan Dr. Boyke Dian Nugraha sebagai pembicara, seminar itu memasang judul "Love, Sex, & Harmony". Nah, ada 'bau' seksnya lagi kan?

Meskipun tampil dengan topik yang tergolong itu-itu saja, namun acara yang digelar dari jam 15.00 hingga 22.00 itu berlangsung cukup sukses dan meriah. Tidak kurang dari 600 orang peserta yang memadati Cengkeh Ballroom milik Hotel Menara Peninsula, tempat acara itu berlangsung. Bisa jadi penyebabnya, selain ditunjang faktor para pembicaranya yang terkenal, juga karena tema semacam itu masih diminati dan pantas untuk diseminarkan, setidaknya hingga saat ini.

"Banyak orang yang hanya membicarakan tentang seks dan cinta tetapi mereka tidak memahami secara utuh apakah definisi maupun pengertiannya. Selain itu, topik ini sesuai diseminarkan karena seluruh dunia sedang dalam masa perayaan Valentine Day," kata Bhante Uttamo, panggilan Y.M. Uttamo Thera, mengenai topik tersebut.

Andrie Wongso Y.M Uttamo Thera Y.M Uttamo Thera

Acaranya sendiri dimulai dengan presentasi dari Andrie Wongso. Meskipun cukup mampu menghangatkan suasana menjadi segar, sekilas kehadirannya sebagai pembicara dalam seminar kali ini terkesan yang agak aneh. Kenapa? Karena selama sekitar 45 menit, sub topik yang dibicarakan oleh motivator handal itu adalah mengenai "Berani Membina Hubungan" yang sebagian besar isinya lebih membahas soal kriteria pasangan yang diinginkan, kelebihan yang dimiliki sebagai modal percaya diri, dan mengetahui hambatan dalam memulai membina hubungan dengan lawan jenis. Kalau dihubungkan langsung dengan topik utama, nampaknya kurang mewakili. Sudah begini, apakah "Love, Sex, & Harmony" itu harus dibaca sepotong-sepotong atau mungkin memang panitia sengaja untuk sedikit tidak setia pada topik?

Padahal soal kesetiaan merupakan hal utama yang ditekankan oleh Bhante Uttamo dalam paparannya yang berjudul "Cinta Inspirasi Kehidupan". "Sesungguhnya, modal utama untuk memiliki kehidupan suami istri yang harmonis adalah kesetiaan," kata bhikkhu lulusan IKIP Sanata Dharma Yogyakarta itu, "Tanpa kesetiaan, rumah tangga seakan dibangun di atas pondasi yang goyah dan mudah runtuh ketika diterpa kesulitan hidup."

Namun, "Kesetiaan ternyata kadang sulit dipertahankan, karena berkaitan dengan watak dasar manusia yang penuh dengan ketamakan. Salah satunya ditandainya dengan kehadiran pihak ketiga yang dapat mengakibatkan terjadinya perselingkuhan dalam perkawinan," ujar Bhante Uttamo mengingatkan.

Dr. Boyke Suasana Seminar Saat Tanya Jawab

Agar dapat mengatasi timbulnya dorongan berselingkuh, ia menyarankan, "Hendaknya melakukan perenungan terhadap tujuan perkawinan itu sendiri. Apakah hanya untuk mencari pasangan hidup atau teman hidup? Apakah sudah menepati janji perkawinan yang diucapkan di depan pemuka agama yang kita yakini? Karena kalau melanggar, sesungguhnya kita telah membohongi diri kita sendiri."

Menurutnya, penyebab timbulnya masalah adalah karena, "Biasanya orang mencari pasangan hanya untuk memuaskan dan membahagiakan dirinya sendiri. Oleh karena itu, Dhamma menjabarkan cinta sebagai pelaksanaan kewajiban yang harus dipenuhi untuk menjaga kelanggengan cinta."

Sedangkan menyangkut seks, Bhante Uttamo mengatakan bahwa, "Seks bukanlah satu-satunya ekspresi dan kewajiban cinta, melainkan hanya salah satu kewajiban yang bahkan tidak tercantum dalam Sigalovada Sutta."

Dalam kesempatan terpisah, ketika ditanya oleh BuddhistOnline.com, pihak manakah yang pantas dimintai nasihat jika ada umat Buddha yang mengalami masalah seputar rumah tangga, apakah bhikkhu atau pandita? "Bisa kepada keduanya. Karena sebenarnya konsultasi semacam ini membutuhkan saling percaya pada kedua belah fihak, bukan karena jabatan atau kedudukannya dalam masyarakat, "jawab Bhante Uttamo, "Namun untuk sementara ini kebanyakan para bhikkhu dan pandita cenderung pada otodidak, yaitu belajar dari banyak buku yang membahas tentang masalah-masalah semacam ini."

Berkaitan dengan konsultasi itu, maka setiap bhikkhu dan pandita dianggap perlu mempunyai pengetahuan yang baik soal kehidupan rumah tangga. "Khususnya para pandita, agar mereka dapat membantu memecahkan permasalahan yang timbul dalam rumah tangga para umat Buddha, "tambah bhikkhu kelahiran Jogjakarta itu.

Sementara pada sesi terakhir setelah makan malam, Dr. Boyke mengupas mengenai pengaruh hubungan seks dalam terciptanya suatu keharmonisan rumah tangga. Sambil memaparkan sejumlah kiat mempertahankan romantisme dan gairah seks dalam rumah tangga, pengasuh rubrik konsultasi seks pada berbagai media itu berpendapat, "Bagaimanapun juga hubungan seks merupakan wujud dari rasa kasih sayang dan cinta kepada pasangan." No love no sex? Makanya, setia dong! (bch) FOTO-FOTO: DOK. PANITIA.

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]