BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
http://www.buddhistonline.com/dokumen/pswaisak2548kasi.shtml

 

KASI
KONFERENSI AGUNG SANGHA INDONESIA

PESAN WAISAK 2548

Lebih dari dua ribu lima ratus tahun lalu dunia ini memperoleh berkah yang sangat istimewa. Kelahiran seorang Bodhisatva calon Buddha memberi harapan besar bagi kebahagiaan umat manusia yang sudah lama mengalami penderitaan hidup; Pencapaian Pencerahan Sempurna Sammasambuddha Gotama membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapapun juga yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan untuk menghayati Kebenaran Dhamma sebagai cara untuk mengakhiri penderitaan. Kemangkatan Buddha Gotama meninggalkan teladan semangat juang mencapai cita-cita kebahagiaan hidup yang sesungguhnya. Kelahiran, pencapaian Pencerahan Sempurna, serta Kemangkatan Buddha Gotama itu merupakan tiga peristiwa suci (Trisuci) Waisak yang diperingati oleh Buddha saat ini.

Demikianlah Kehadiran Buddha membawa kebahagiaan bagi Rakyat yang berdaulat dan Pemimpin yang bijak. Meskipun Buddha Gotama telah mangkat, tetapi Ke-buddha-an Beliau selalu hadir dalam bentuk tuntunan hidup mulia. Apalagi pada saat rakyat dan bangsa Indonesia sedang melangsungkan pesta demokrasi yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, maka sangat diperlukan pedoman hidup yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama saat kita harus berhadapan dengan berbagai masalah yang tidak diharapkan terjadi. Rakyat yang berdaulat adalah rakyat atau masyarakat yang menentukan pilihan untuk memerintah dirinya sendiri demi memenuhi kepentingan dan kebutuhannya. Oleh karena itu kita sebagai rakyat Indonesia hendaknya mawas diri menjaga sikap dan tindak-tanduk agar benar-benar menggunakan akal-budi-nurani yang tepat, sehingga kita dapat menentukan pilihan dengan pertimbangan yang bijak. Demikian pula kita berharap agar pemimpin bangsa yang terpilih nanti dapat benar-benar mampu menggunakan akal-budi-nuraninya dengan tepat untuk menjadi pemimpin yang mampu memberi teladan, meningkatkan kemampuan dan mendorong semangat bagi rakyatnya untuk bersama-sama mengatasi berbagai persoalan bangsa yang ada.

Saat ini bangsa Indonesia masih harus berjuang untuk menghadapi berbagai problem kehidupan bangsa yang cukup rumit, permasalahan demi permasalahan muncul, semua permasalahan tersebut memerlukan penanganan dari berbagai segi, bukan hanya dari satu segi semata, baik segi peningkatan keamanan, penegakan hukum, pengadaan lapangan kerja, dan lain-lain. Bahkan tidak kalah pentingnya adalah segi peneguhan etik moral spiritual bangsa ini. Oleh karena itu semoga momentum peringatan Waisak ini dapat mendorong peningkatan kualitas etik moral spiritual umat Buddha sekalian agar dapat turut serta berperan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

Konferensi Agung Sangha Indonesia menyampaikan pesan Dhamma kepada seluruh umat Buddha Indonesia agar :

  1. Turutlah berperan serta memilih calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Pemilu Capres-Cawapres mendatang. Karena peran serta umat Buddha merupakan kewajiban warga bangsa yang turut menentukan perkembangan bangsa dan negara tercinta menuju masa depan yang lebih baik. Pemimpin bangsa pilihan kita tentu saja diharapkan yang dapat memimpin untuk menyelesaikan berbagai masalah bangsa yang sedang dihadapi. Sesungguhnya bangsa kita sendiri yang dapat mengurangi ataupun mengatasi masalah-masalah yang ada, hanya saja dibutuhkan pemimpin yang tepat dan bijak untuk itu.

  2. Hindarilah segala bentuk kekerasan, karena kekerasan akan menyingkirkan jernihnya hati nurani kemanusiaan. Kekerasan menjadikan manusia tidak lagi menampakkan sosok makhluk hidup yang memiliki keindahan perilaku, ucapan dan pemikiran. Kekerasan tidak akan pernah berakhir dengan kekerasan, kekerasan berpotensi mengundang kekerasan baru. Oleh karena itu kekerasan hanya dapat berakhir dengan tanpa kekerasan. Sikap tanpa kekerasan hendaknya diutamakan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa dalam pertengkaran, mereka mengalami kehancuran, tetapi bagi mereka yang dapat menyadari kebenaran itu, maka semua pertengkaran akan diakhiri.

  3. Hormatilah perbedaan dalam hal apapun, sebab perbedaan merupakan ciri alamiah kehidupan kita. Perbedaan suku, agama, adat budaya hendaknya jangan dijadikan tolok ukur untuk menilai baik dan buruknya sesuatu, sebab perbuatanlah yang dapat dipergunakan untuk menilai sesuatu itu baik atau buruk. Perbedaan seringkali telah terjadi sejak manusia dilahirkan, oleh karena itu bukan karena kelahiran, seseorang dikatakan baik atau buruk, tetapi karena perbuatan, seseorang dikatakan baik atau buruk.

  4. Jagalah sikap persaudaraan sesama warga bangsa Indonesia. Seorang pujangga Buddhis, Mpu Tantular, menyatakan Bhinneka Tunggal Ika, meskipun kita berbeda dalam berbagai hal tetapi kita tetap satu. Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dapat dibangun dengan cara mengembangkan solidaritas bangsa yang bertumpu pada sikap saling melindungi kehidupan, sikap saling memberi kebutuhan, sikap saling mengindahkan kemoralan, sikap saling memahami kebijakan.

Konferensi Agung Sangha Indonesia mengucapkan Selamat Waisak 2548/2004 kepada seluruh umat Buddha.

Umat Buddha yang baik akan tercermin dari sikapnya yang mencintai dan juga dicintai oleh masyarakat, serta berperilaku layaknya sahabat dalam kebersamaan hidup dengan saudara-saudari umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu maupun Penghayat Kepercayaan.

Semoga berkah Kebenaran Tuhan Yang Maha Esa, perlindungan Tiratana dan kasih sayang para Bodhisatva senantiasa membimbing kita. Semoga semua makhluk berbahagia.

 

Jakarta, Waisak 2548, 3 Juni 2004

Pimpinan Sangha-Sangha di Indonesia

SANGHA MAHAYANA INDONESIA

ttd,

Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira
Ketua Umum


SANGHA AGUNG INDONESIA


ttd,

Bhiksu Aryamaitri Sthavira
Wakil Ketua Umum


SANGHA THERAVADA INDONESIA

ttd,

Bhikkhu Dhammasubho Thera
Ketua Umum

 

Jakarta, Purnama Waisak 2548
Dikeluarkan oleh Sekretariat Jenderal
Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI)

ttd,

Bhiksu Prajnavira Mahasthavira
Sekretaris Jenderal

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]