|
C i t t a
(Kesadaran / pikiran)
Fokus utama analisa kenyataan Buddha Dhamma
adalah pengalaman; dan kesadaran / pikiran merupakan
unsur pokok di dalam pengalaman, yang mencakup "mengetahui"
atau "menyadari" satu objek (arammana).
Sebuah kesadaran / pikiran secara dasariah merupakan
sebuah aktivitas atau proses mengetahui atau menyadari
satu objek. Jadi, kesadaran / pikiran bukanlah satu
agen atau alat yang dimiliki oleh mahluk itu sendiri,
namun kesadaran / pikiran lebih merupakan satu aktivitas
mengetahui / menyadari satu objek.
Kesadaran yang melihat (kesadaran melihat) memiliki
sesuatu yang dapat dilihat sebagai objeknya (objek penglihatan).
Kesadaran yang mendengar (kesadaran mendengar) memiliki
suara sebagai objeknya (objek pendengaran). Tidak
ada satu pun kesadaran / pikiran yang tanpa objek.
Bahkan ketika kita sedang tertidur lelap, kesadaran
/ pikiran mengalami satu objek.
Terdapat berbagai cara mengelompokkan kesadaran / pikiran,
salah satu pengelompokan adalah sebagai berikut:
- Beberapa kesadaran / pikiran adalah kusala citta,
- Beberapa akusala citta. Kusala citta
dan akusala citta merupakan sebab. Mereka dapat
memotivasi kusala atau akusala kamma
melalui tindak-tanduk jasmani, ucapan maupun pikiran.
- Beberapa kesadaran merupakan vipaka citta,
yaitu kesadaran yang merupakan hasil dari kusala
citta atau akusala citta.
- Beberapa kesadaran / pikiran adalah kiriya citta,
bukan kusala citta, bukan akusala citta
dan juga bukan vipaka citta, tetapi semata-mata
merupakan kesadaran fungsional, kesadaran / pikiran
yang berproses semata-mata karena fungsi.
Mengelompokkan kesadaran / pikiran seperti di atas
sangat bermanfaat, karena kita tidak dapat mengembangkan
kusala di dalam kehidupan kita sehari-hari jika
seandainya kita menganggap akusala sebagai kusala
atau jika kita menganggap akusala bagi vipaka.
Misalnya, ketika kita mengalami mendengar suara (ada
aktivitas kesadaran mendengar) kata-kata yang tidak
menyenangkan, itu merupakan akusala vipaka, hasil
dari akusala kamma yang telah dilakukan. Namun
kebencian yang mungkin muncul segera setelah kesadaran
mendengar itu bukanlah vipaka citta / pikiran
hasil, akan tetapi itu merupakan kemunculan aktivitas
akusala citta / pikiran akusala.
Ringkasan
Kesadaran dikelompokan menjadi:
- Kesadaran kusala (kusala citta)
- Kesadaran akusala (akusala citta)
- Kesadaran hasil dari kusala atau akusala
(vipaka citta)
- Kesadaran fungsional yang bukan kusala,
bukan akusala, dan bukan vipaka (kiriya
citta)
Ada cara pengelompokan lain, yaitu pengelompokan berdasarkan
alam batiniah yang mengalaminya:
- Kesadaran yang muncul / ada / berproses pada mahluk
yang saat itu rintangan batinnya belum mengendap dan
masih dicengkeram oleh nafsu indera (kamavacara
citta),
- Kesadaran yang muncul / ada / berproses pada mahluk
yang pada saat itu rintangan batinnya telah mengendap
dengan objek merupakan unsur bermateri (rupavacara
citta),
- Kesadaran yang muncul / ada / berproses pada mahluk
yang pada saat itu rintangan batinnya telah mengendap
dengan objek bukan merupakan materi tetapi konsep
batiniah (arupavacara citta),
- Kesadaran yang muncul / ada / berproses pada mahluk
yang batinnya telah mengatasi keduniaan / kesorgaan
walaupun hidupnya di dunia / di sorga (lokuttara
citta); minimal kesadaran ini tidak lagi mengandung
tiga faktor batin yang merupakan belenggu batin.
Pengetahuan akan pengelompokan kesadaran jenis ini
dapat membantu membuat seseorang memahami masa depan
tumimbal lahir mahluk-mahluk, sehingga ia dapat mengembangkan
batinnya sesuai tujuan masa depannya dengan tepat.
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|