BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

Mahavipaka Citta dan Kicca Citta

 

Mahavipaka Citta
Mahavipaka citta adalah kesadaran hasil dari mahakusala citta.

Mahavipaka citta ada delapan jenis, yaitu:

No. Disertai perasaan Kebijaksanaan Spontanitas upaya
1. Menyenangkan Dengan kebijaksanaan Spontan
2. Menyenangkan Dengan kebijaksanaan Tidak Spontan
3. Menyenangkan Tanpa kebijaksanaan Spontan
4. Menyenangkan Tanpa kebijaksanaan Tidak Spontan
5. Netral Dengan kebijaksanaan Spontan
6. Netral Dengan kebijaksanaan Tidak Spontan
7. Netral Tanpa kebijaksanaan Spontan
8. Netral Tanpa kebijaksanaan Tidak Spontan

Perbedaan antara mahakusala citta dan mahavipaka citta adalah:

Mahakusala citta bersifat aktif, merupakan kondisi kusala kamma, sedangkan mahavipaka citta bersifat pasif, merupakan hasil dari mahakusala.

Mahakusala citta berfungsi di dalam mendorong aksi (javana), sedangkan mahavipaka citta berfungsi di dalam:

  1. Patisandhi
  2. Bhavanga
  3. Tadarammana
  4. Cuti

 

Kicca Citta (Fungsi Kesadaran / Pikiran)
Kesadaran memiliki fungsi atau pekerjaan. Setiap saat satu pekerjaan / fungsi yang dilaksanakan.

Fungsi kesadaran / pikiran ada 14 (empat belas) macam, yaitu:

  1. Penerus antar kehidupan (patisandhi)
  2. Penerus kehidupan / aliran kesadaran penyambung kehidupan (bhavanga)
  3. Mengarahkan menuju objek pada tahap pertama proses pikiran (avajjana)
  4. Melihat (dassana)
  5. Mendengar (savana)
  6. Mencium bau (ghayana)
  7. Mengecap rasa (sayana)
  8. Mengalami sentuhan (phussana)
  9. Menerima objek (sampaticchana)
  10. Memeriksa / menyelidiki objek yang diterima (santirana)
  11. Memutuskan objek yang telah diterima dan diselidiki (votthapana)
  12. Mendorong aksi berjalan (javana)
  13. Mencatat aksi yang telah berjalan (tadarammana)
  14. Mengakhiri kehidupan (cuti)

 

Disusun oleh: Dhamma Study Group Bogor

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]