|
Mahavipaka Citta
dan Kicca Citta
Mahavipaka Citta
Mahavipaka citta adalah kesadaran hasil dari mahakusala
citta.
Mahavipaka citta ada delapan jenis, yaitu:
| No. |
Disertai perasaan |
Kebijaksanaan |
Spontanitas upaya |
| 1. |
Menyenangkan |
Dengan kebijaksanaan |
Spontan |
| 2. |
Menyenangkan |
Dengan kebijaksanaan |
Tidak Spontan |
| 3. |
Menyenangkan |
Tanpa kebijaksanaan |
Spontan |
| 4. |
Menyenangkan |
Tanpa kebijaksanaan |
Tidak Spontan |
| 5. |
Netral |
Dengan kebijaksanaan |
Spontan |
| 6. |
Netral |
Dengan kebijaksanaan |
Tidak Spontan |
| 7. |
Netral |
Tanpa kebijaksanaan |
Spontan |
| 8. |
Netral |
Tanpa kebijaksanaan |
Tidak Spontan |
Perbedaan antara mahakusala citta dan mahavipaka citta
adalah:
Mahakusala citta bersifat aktif, merupakan kondisi
kusala kamma, sedangkan mahavipaka citta bersifat
pasif, merupakan hasil dari mahakusala.
Mahakusala citta berfungsi di dalam mendorong aksi
(javana), sedangkan mahavipaka citta berfungsi
di dalam:
- Patisandhi
- Bhavanga
- Tadarammana
- Cuti
Kicca Citta (Fungsi Kesadaran / Pikiran)
Kesadaran memiliki fungsi atau pekerjaan. Setiap saat
satu pekerjaan / fungsi yang dilaksanakan.
Fungsi kesadaran / pikiran ada 14 (empat belas) macam,
yaitu:
- Penerus antar kehidupan (patisandhi)
- Penerus kehidupan / aliran kesadaran penyambung
kehidupan (bhavanga)
- Mengarahkan menuju objek pada tahap pertama proses
pikiran (avajjana)
- Melihat (dassana)
- Mendengar (savana)
- Mencium bau (ghayana)
- Mengecap rasa (sayana)
- Mengalami sentuhan (phussana)
- Menerima objek (sampaticchana)
- Memeriksa / menyelidiki objek yang diterima (santirana)
- Memutuskan objek yang telah diterima dan diselidiki
(votthapana)
- Mendorong aksi berjalan (javana)
- Mencatat aksi yang telah berjalan (tadarammana)
- Mengakhiri kehidupan (cuti)
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|