BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

Sekilas Proses Pikiran

 

Proses pikiran melalui indera yang sempurna secara sekilas terdiri dari tujuh belas (17) saat kesadaran yang muncul dan padam secara berkesinambungan. Mari kita umpamakan tiap saat munculnya kesadaran dengan menggunakan angka.

Misalkan terjadi proses melihat dengan sempurna:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
AB BI BT MO KM MeO MemO Pu Do Do Do Do Do Do Do Ca Ca

 

Keterangan:
AB = Aliran Bhavanga (aliran kesadaran pasif dengan objek lampau)
BI = Bhavanga ter-Interupsi
BT = Bhavanga Terpengaruh
MO = Kesadaran mengarahkan indera ke Objek penglihatan
KM = Kesadaran Melihat objek penglihatan
MeO = Kesadaran Menerima objek penglihatan yang dilihat tadi
MemO = Kesadaran Memeriksa objek penglihatan yang telah diterima tadi
Pu = Kesadaran memutuskan objek yang telah diperiksa tadi
Do = Dorongan yang terjadi atas keputusan tadi (kusala, akusala, kiriya)
Ca = Kesadaran yang mencatat pengalaman di atas.

Ketujuh belas kesadaran di atas muncul dan padam berkesinambungan tanpa ada waktu kosong (tanpa kesadaran) dan prosesnya sangat cepat.

Para guru Abhidhamma terdahulu, mengilustrasikan proses pikiran / kesadaran yang penuh tersebut dengan sebuah perumpamaan "mangga", sebagai berikut:

Seseorang dengan kepala yang tertutup tertidur lelap di bawah sebuah pohon mangga yang sedang berbuah. Satu saat sebuah mangga yang telah masak terlepas dari tangkainya dan jatuh ke tanah, terdengar oleh telinganya. Tersadar oleh suara itu, ia membuka matanya dan melihat; kemudian ia meregangkan tangannya, mengambil buah itu, meremas-remasnya, dan mencium baunya. Setelah melakukan hal itu, ia memakan mangga itu, mengunyahnya sambil menikmati rasanya, kemudian ia kembali tidur lelap.

Di dalam hal ini, orang yang sedang tertidur lelap di bawah pohon mangga itu seperti waktu aliran bhavanga. Jatuhnya mangga masak secara instan dari tangkainya dan membuatnya terdengar adalah seperti objek yang secara instan menerpa satu dari organ indera, misalnya organ mata. Saat tersadar melalui suara adalah mirip kesadaran yang mengarah ke objek. Saat orang itu membuka matanya dan melihat adalah mirip kesadaran melihat dalam fungsinya untuk melihat. Saat meregangkan tangannya dan mengambil mangga itu adalah mirip kesadaran menerima objek yang menerima objek itu. Saat meremas-remas buah itu adalah mirip dengan mengamati / menyelidiki yang merupakan fungsi dari kesadaran menyelidiki. Saat mencium bau mangga itu adalah mirip dengan kesadaran memutuskan objek. Saat memakan mangga itu adalah mirip kesadaran pendorong perbuatan terhadap objek. Mengunyah buah itu sambil menikmati rasanya mirip dengan kesadaran mencatat yang memiliki objek yang sama dengan objek dari kesadaran pendorong. Dan tertidurnya kembali orang itu adalah mirip kesadaran kembali ke kondisi pasif dengan objek lampau, yaitu bhavanga.

Agar dipahami, bahwa keseluruhan proses indera ini muncul dan padam tanpa diri atau subjek di belakangnya yang mempertahankan atau mengontrol kejadian itu. Tiada 'seseorang yang mengetahui' di luar proses itu sendiri. Kesadaran sesaat demi sesaat itu sendiri yang melakukan semua fungsi untuk dialami dan kelengkapan proses indera ini sepenuhnya dikondisikan oleh koordinasi melalui keselarasan kondisi yang saling berhubungan.

Terdapat 14 jenis fungsi / pekerjaan pikiran, yaitu:

  1. Penerus antar kehidupan (patisandhi)
  2. Penerus kehidupan / aliran kesadaran penyambung kehidupan (bhavanga)
  3. Mengarahkan menuju objek pada tahap pertama proses pikiran (avajjana)
  4. Melihat (dassana)
  5. Mendengar (savana)
  6. Mencium bau (ghayana)
  7. Mengecap rasa (sayana)
  8. Mengalami sentuhan (phussana)
  9. Menerima objek (sampaticchana)
  10. Memeriksa / menyelidiki objek yang diterima (santirana)
  11. Memutuskan objek yang telah diterima dan diselidiki (votthapana)
  12. Mendorong aksi berjalan (javana)
  13. Mencatat aksi yang telah berjalan (tadarammana)
  14. Mengakhiri kehidupan (cuti)

 

Disusun oleh: Dhamma Study Group Bogor

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

>
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]