|
Sekilas Proses
Pikiran
Proses pikiran melalui indera yang sempurna secara
sekilas terdiri dari tujuh belas (17) saat kesadaran
yang muncul dan padam secara berkesinambungan. Mari
kita umpamakan tiap saat munculnya kesadaran dengan
menggunakan angka.
Misalkan terjadi proses melihat dengan sempurna:
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
| AB |
BI |
BT |
MO |
KM |
MeO |
MemO |
Pu |
Do |
Do |
Do |
Do |
Do |
Do |
Do |
Ca |
Ca |
Keterangan:
AB = Aliran Bhavanga (aliran kesadaran pasif dengan
objek lampau)
BI = Bhavanga ter-Interupsi
BT = Bhavanga Terpengaruh
MO = Kesadaran mengarahkan indera ke Objek penglihatan
KM = Kesadaran Melihat objek penglihatan
MeO = Kesadaran Menerima objek penglihatan yang dilihat
tadi
MemO = Kesadaran Memeriksa objek penglihatan yang telah
diterima tadi
Pu = Kesadaran memutuskan objek yang telah diperiksa
tadi
Do = Dorongan yang terjadi atas keputusan tadi (kusala,
akusala, kiriya)
Ca = Kesadaran yang mencatat pengalaman di atas.
Ketujuh belas kesadaran di atas muncul dan padam berkesinambungan
tanpa ada waktu kosong (tanpa kesadaran) dan prosesnya
sangat cepat.
Para guru Abhidhamma terdahulu, mengilustrasikan proses
pikiran / kesadaran yang penuh tersebut dengan sebuah
perumpamaan "mangga", sebagai berikut:
Seseorang dengan kepala yang tertutup tertidur lelap
di bawah sebuah pohon mangga yang sedang berbuah. Satu
saat sebuah mangga yang telah masak terlepas dari tangkainya
dan jatuh ke tanah, terdengar oleh telinganya. Tersadar
oleh suara itu, ia membuka matanya dan melihat; kemudian
ia meregangkan tangannya, mengambil buah itu, meremas-remasnya,
dan mencium baunya. Setelah melakukan hal itu, ia memakan
mangga itu, mengunyahnya sambil menikmati rasanya, kemudian
ia kembali tidur lelap.
Di dalam hal ini, orang yang sedang tertidur lelap
di bawah pohon mangga itu seperti waktu aliran bhavanga.
Jatuhnya mangga masak secara instan dari tangkainya
dan membuatnya terdengar adalah seperti objek yang secara
instan menerpa satu dari organ indera, misalnya organ
mata. Saat tersadar melalui suara adalah mirip kesadaran
yang mengarah ke objek. Saat orang itu membuka matanya
dan melihat adalah mirip kesadaran melihat dalam fungsinya
untuk melihat. Saat meregangkan tangannya dan mengambil
mangga itu adalah mirip kesadaran menerima objek yang
menerima objek itu. Saat meremas-remas buah itu adalah
mirip dengan mengamati / menyelidiki yang merupakan
fungsi dari kesadaran menyelidiki. Saat mencium bau
mangga itu adalah mirip dengan kesadaran memutuskan
objek. Saat memakan mangga itu adalah mirip kesadaran
pendorong perbuatan terhadap objek. Mengunyah buah itu
sambil menikmati rasanya mirip dengan kesadaran mencatat
yang memiliki objek yang sama dengan objek dari kesadaran
pendorong. Dan tertidurnya kembali orang itu adalah
mirip kesadaran kembali ke kondisi pasif dengan objek
lampau, yaitu bhavanga.
Agar dipahami, bahwa keseluruhan proses indera ini
muncul dan padam tanpa diri atau subjek di belakangnya
yang mempertahankan atau mengontrol kejadian itu. Tiada
'seseorang yang mengetahui' di luar proses itu sendiri.
Kesadaran sesaat demi sesaat itu sendiri yang melakukan
semua fungsi untuk dialami dan kelengkapan proses indera
ini sepenuhnya dikondisikan oleh koordinasi melalui
keselarasan kondisi yang saling berhubungan.
Terdapat 14 jenis fungsi / pekerjaan pikiran, yaitu:
- Penerus antar kehidupan (patisandhi)
- Penerus kehidupan / aliran kesadaran penyambung
kehidupan (bhavanga)
- Mengarahkan menuju objek pada tahap pertama proses
pikiran (avajjana)
- Melihat (dassana)
- Mendengar (savana)
- Mencium bau (ghayana)
- Mengecap rasa (sayana)
- Mengalami sentuhan (phussana)
- Menerima objek (sampaticchana)
- Memeriksa / menyelidiki objek yang diterima (santirana)
- Memutuskan objek yang telah diterima dan diselidiki
(votthapana)
- Mendorong aksi berjalan (javana)
- Mencatat aksi yang telah berjalan (tadarammana)
- Mengakhiri kehidupan (cuti)
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|