|
Akusala Citta
II (Lanjutan)
Dosa mula citta adalah kesadaran akusala yang
dipimpin oleh faktor batin dosa / kebencian. Dosa
mula citta ada dua jenis, yaitu:
| No. |
Vedana
yang terlibat |
Faktor patigha yang
terlibat |
Spontan
/ tidak spontan |
| 1. |
Dengan perasaan yang tidak menyenangkan |
Disertai kebencian |
Spontan |
| 2. |
Dengan perasaan tidak menyenangkan |
Disertai kebencian |
Tidak spontan |
Perasaan yang muncul dalam dosa mula citta adalah
domanassa vedana (perasaan yang tidak menyenangkan).
Patigha merupakan padanan kata dari dosa / kebencian
/ faktor batin yang menolak terhadap objek.
Di dalam dosa mula citta tidak mungkin muncul miccha
ditthi, karena sifat miccha ditthi adalah
berpegang / erat terhadap pandangan keliru, sedangkan
dosa mula citta sifatnya menolak.
Beberapa penyebab munculnya dosa mula citta,
yaitu:
- Tidak mempunyai kehalusan / pertimbangan mendalam
di dalam berpikir.
- Mempunyai pendidikan rendah.
- Tidak dapat mencerap objek dengan baik.
- Memiliki kecenderungan pemarah / dendam.
Moha mula citta, adalah kesadaran akusala yang
dipimpin oleh faktor batin moha / kebodohan batin
/ kegelapan batin. Moha mula citta ada dua jenis,
yaitu:
| No. |
Vedana
yang terlibat |
Faktor batin akusala
dominan yang bersekutu |
Spontan
/ tidak spontan |
| 1. |
Dengan perasaan netral |
Disertai keraguan skeptis |
Spontan |
| 2. |
Dengan perasaan netral |
Disertai kegelisahan batin |
Spontan |
Moha mula citta selalu muncul dengan perasaan
netral; dan munculnya spontan, karena sikap batin yang
bodoh selalu spontan.
Keraguan yang dimaksud di dalam moha mula citta
adalah keraguan akan sebab akibat, keraguan akan manfaat
melakukan sesuatu, keraguan akan masa lampau, dan masa
mendatang serta keraguan akan perkembangan batin yang
bertahap hingga ke tingkat-tingkat kesucian.
Kegelisahan batin yang dimaksud di dalam moha mula
citta adalah sikap batin yang tidak dapat berpegang
teguh kepada objek.
Di dalam moha mula citta tidak ada miccha
ditthi, karena tidak ada keterikatan terhadap pandangan
tertentu, batin semata-mata bodoh. Hubungan akusala
kamma patha 10 dengan akusala citta 12:
| No. |
Akusala
kamma patha |
Akusala
citta yang mungkin terlibat |
| 1. |
Membunuh |
Dosa mula citta |
| 2. |
Mencuri |
Lobha mula citta 8, dosa mula citta
2 |
| 3. |
Berzinah |
Lobha mula citta 8 |
| 4. |
Berdusta |
Dosa mula citta 2, lobha mula citta
8 |
| 5. |
Memfitnah |
Dosa mula citta 2, lobha mula citta
8 |
| 6. |
Berkata-kata kasar |
Dosa mula citta 2 |
| 7. |
Berbicara kosong |
Lobha mula citta 8, dosa mula citta
2 |
| 8. |
Bernafsu serakah |
Lobha mula citta 8 |
| 9. |
Berniat jahat |
Dosa mula citta 2 |
| 10. |
Berpandangan salah |
Lobha mula citta 4 |
Moha mula citta 2 tidak timbul di dalam akusala
kamma patha 10, namun demikian moha cetasika
tetap timbul, karena moha cetasika pasti timbul
saat lobha atau dosa timbul.
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|