[an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive]

[an error occurred while processing this directive]
Update Terakhir:
[an error occurred while processing this directive]

 

   
[an error occurred while processing this directive]

Sifat-sifat Dasar Manusia

 

Guna mempercepat kemajuan di dalam latihan sehingga mempercepat terealisasinya konsentrasi dan perhatian murni dalam rangka mengikis sikap mental yang buruk, maka para pemula khususnya, hubungan dengan seorang guru yang mampu dalam membimbing ke arah kemajuan batin merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.

Mengapa demikian? Sebab, tingkat konsentrasi dan perhatian murni yang positif akan berkembang sejalan dengan menipisnya tingkat kekotoran batin (keserakahan, kebencian dan kegelapan batin/tak dapat membedakan yang baik dan buruk/tak mengerti proses batin dan jasmani). Guru tersebut haruslah merupakan teman sejati, sehingga komunikasi kedua orang tersebut dapat berjalan lancar dan guru tersebut dapat mengetahui dengan jelas sifat temannya itu kemudian mengarahkannya dengan baik dan benar.

Guru yang dimaksud di atas harus memenuhi kriteria luhur di dalam membimbing temannya tersebut, yaitu:

  1. memberikan bimbingan dengan penuh cinta kasih universal (tidak pandang bangsa, ras, agama, golongan, sekte dan sebagainya)
  2. memberikan bimbingan dengan alasan yang tepat sesuai proses sebab akibat
  3. tidak marah apabila 'yang dibimbing' tidak melaksanakan petunjuknya
  4. tidak terbuai apabila yang dibimbing melaksanakan petunjuknya
  5. memiliki moral yang baik
  6. dapat bertindak sebagai konselor/pendengar yang baik
  7. selalu membimbing dengan uraian yang mendalam
  8. menganjurkan perbuatan benar dan tidak menganjurkan perbuatan tidak benar
  9. merahasiakan rahasia 'yang dibimbingnya'
  10. mempunyai pengalaman dalam perkembangan batin pada setiap tahap latihan yang diberikan ketika membimbing
  11. memiliki pengetahuan mendalam dalam hal sumber informasi, baik pengetahuan kitab suci yang konsisten maupun pengetahuan ilmu dan teknologi sehingga setiap pengalaman dan bimbingannya selalu selaras dengan kitab suci yang benar dan senantiasa tidak ketinggalan jaman

Kalau disimak dengan cermat, guru dengan kualitas seperti di atas, sungguh sulit dicari, mereka merupakan manusia langka di alam semesta ini.

Apabila kita tidak menemukan guru dengan kualitas seperti di atas, bagaimanakah kita dapat membimbing diri kita sendiri sehingga dapat melatih diri dengan benar?

Di dalam Visuddhi Magga dinyatakan bahwa, sifat manusia dapat dikelompokkan secara kasar ke dalam enam kelompok, yaitu:

  1. Sifat yang menonjol dalam hal nafsu
  2. Sifat yang menonjol dalam hal kebencian
  3. Sifat yang menonjol dalam hal kebodohan batin (tak dapat membedakan kebaikan dan keburukan / hakekat sesungguhnya dari segala sesuatu yang berproses)
  4. Sifat yang menonjol dalam hal keyakinan religius
  5. Sifat yang menonjol dalam hal intelektualitas
  6. Sifat yang menonjol dalam hal kegelisahan batin

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dasar apakah seseorang penuh nafsu, pemberang atau kenyataan lainnya:

  1. Satu dari banyak cara yang mungkin untuk memprediksi sifat seseorang adalah membuat pengamatan yang teliti dan jeli atas postur dan gerakan tubuh orang itu, misalnya, kebiasaannya berjalan, berdiri, duduk dan tidur/berbaring.

    1. Sifat nafsu atau keyakinan religius yang menonjol
      • Dari gaya berjalan:
        • gaya berjalan anggun/lemah gemulai secara alami
        • menginjak lantai dengan lembut dan rata
        • bekas jejak kaki terbagi di tengah, yaitu terdapat bagian terputus antara yang dijejak oleh tumit dan telapak kaki sebelah depan
        • kakinya cekung di sebelah bawah dan memiliki kura-kura kaki yang tinggi
      • Dari sikap berdiri atau duduk:
        • menarik/luwes dan sopan
      • Dari sikap tidur/berbaring:
        • mempersiapkan tempat tidur dengan halus
        • berbaring dengan hati-hati/lemah lembut, tenang
        • anggota tubuh tenang
        • ketika sadar dari tidur, tidak bangun tiba-tiba
        • ketika ditegur/disapa, ia menjawab dengan ramah, seolah penuh perhatian
    2. Sifat kebencian atau intelektual yang menonjol
      • Dari gaya berjalan:
        • berjalan seolah menggali dengan jari-jari
        • meletakkan kaki dengan tangkas dan mengangkatnya secara tiba-tiba
        • bekas jejak kaki menunjukkan tanda seperti terseret seakan-akan ia menyeret kakinya ketika kaki tersebut diletakkan
      • Dari sikap berdiri atau duduk:
        • kaku
      • Dari sikap tidur/berbaring:
        • mempersiapkan tempat tidur dengan tergesa-gesa
        • tidur dengan badan kaku dan tidak relaks
        • saat tersadar dari tidur, ia bangun dengan tergesa
        • bila disapa/ditegur, ia menjawab seolah marah
    3. Sifat kobodohan atau kegelisahan batin menonjol
      • Dari gaya berjalan:
        • langkahnya kacau
        • melangkah bolak-balik seolah gelisah; kakinya meninggalkan impresi yang terburu-buru
      • Dari sikap berdiri atau duduk:
        • ceroboh
      • Dari sikap tidur atau berbaring:
        • mempersiapkan tempat tidur dengan tidak rapi
        • tidur dengan badan menggeletak
        • kebanyakan waktu mukanya menghadap ke bawah
        • ketika tersadar dari tidur, ia bangun dengan seret / melempem / lembam
        • menggerutu seolah tidak puas
  2. Cara lain yang dapat digunakan untuk memprediksi sifat seseorang adalah dengan mengamati kebiasaan orang itu dalam kegiatan fisiknya, seperti membersihkan, menyapu atau pakaiannya.
    1. Sifat nafsu atau keyakinan yang menonjol
      • melakukan sesuatu secara artistik
      • ketika membersihkan sesuatu, ia menyapu dengan halus dan hati-hati dengan sapuan yang rate
      • pekerja yang mahir, sopan, rapi, hati-hati
      • berpakaian tidak terlalu ketat atau tidak terlalu longgar namun dalam cara yang menarik, cocok dan indah
    2. Sifat kebencian atau intelektual yang menonjol
      • bekerja dengan kasar, tidak hati-hati
      • ketika menyapu, menimbulkan suara gaduh berisik
      • pekerja kasar, berisik; berpakaian ketat tapi kurang selesai
    3. Sifat kebodohan atau kegelisahan batin menonjol
      • menyapu dengan janggal, tidak rata dan bolak-balik dengan meninggalkan rangkaian sampah di belakang
      • pekerja tidak mahir, tidak rapi dan janggal; berpakaian tidak rapi dan longgar sekali
  3. Cara ketiga untuk memprediksi watak orang adalah dengan mengamati cara memilih makanan dan cara makannya.
    1. Sifat nafsu atau keyakinan yang menonjol
      • menyukai makanan ringan, manis, yang disediakan dengan baik dalam satu penyajian yang mewah
      • ia makan dengan tenang, perlahan, menikmati rasa makanan itu dan mengambil makanan dalam jumlah sedikit- sedikit
      • hanya menyukai makanan yang terpilih dan lezat/gurih
    2. Sifat kebencian atau intelektual yang menonjol
      • menyukai makanan yang kasar dengan rasa masam, tajam dan menusuk
      • ia makan tergesa - gesa, memenuhi mulutnya tanpa menikmati rasanya
      • ia tidak menyukai makanan yang tidak memiliki rasa yang nyata dan tidak puas akan makanan itu
    3. Sifat kebodohan atau kegelisahan batin menonjol
      • tidak memiliki kesukaan yang pasti akan rasa makanan
      • menyukai makanan apapun
      • makannya tidak canggung, memasukkan suapan yang besar ke dalam mulutnya
  4. Cara keempat memprediksi sifat seseorang adalah dengan mengamati reaksinya terhadap rangsangan indera.
    1. Sifat nafsu atau keyakinan yang menonjol
      • terhadap objek yang indah, ia melihat sangat lama seolah mengagumi
      • walaupun remeh, tapi tak melihat kekurangannya
      • ketika meninggalkannya, ia menengok dengan perasaan menyesal
    2. Sifat kebencian atau intelektual yang menonjol
      • ketika melihat objek indah, ia tidak tertarik dan cepat meninggalkannya
      • walaupun kecil, ia jeli melihat kekurangannya dan tidak melihat kelebihannya walaupun sedikit
    3. Sifat kebodohan atau kegelisahan yang menonjol
      • tidak memiliki kepekaan pembeda atas rangsangan indera
      • ia banyak tergantung terhadap pandangan orang lain dan memuji atau mencela sesuai perkataan orang lain
      • ia tidak memiliki ketertarikan yang nyata karena kekurangan intelegensianya
  5. Cara kelima, yang merupakan cara paling jitu, dalam memprediksi sifat seseorang adalah dengan mengetahui faktor-faktor batin dominan yang muncul dalam proses pikirannya.
    1. Sifat nafsu yang menonjol
      • serakah, tamak, sombong, kukuh dalam pandangannya, terikat

    2. Sifat kebencian yang menonjol

      • marah, dendam, iri hati, kikir, khawatir

    3. Sifat kebodohan batin yang menonjol

      • malas, lamban, tidak malu akan kejahatan yang dilakukan, tidak mengerti akibat kejahatan yang dilakukan, bingung, tak dapat berkonsentrasi, bandel/keras kepala, sering menyesal

    4. Sifat keyakinan yang menonjol

      • kebebasan yang murni, murah hati, hasrat untuk bertemu mereka yang melakukan praktik religius, hasrat mendengarkan ajaran religius, riang, terus terang, yakin dan percaya religius.

    5. Sifat intelektual yang menonjol

      • sikap bersahabat yang baik, ramah, waspada dan penuh perhatian, sikap tidak berlebihan, berdaya tahan, bertanggung jawab, menghayati kekosongan dan ketidakpuasan atas segala hal yang berkondisi, bijaksana, hasrat terbebas dari ketidakpuasan menuju kebahagiaan sejati.

    6. Sifat kegelisahan yang menonjol

      • tak dapat berkonsentrasi, banyak bicara, kurang praktik moralitas, bekerja tidak stabil.

Demikianlah, beberapa cara yang dapat membantu seseorang untuk mengenal watak dari penampilan luar, namun divergensi dapat saja terjadi karena variasi dan kompleksitas faktor-faktor batin yang berkombinasi dan muncul serta padam setiap saat. Deskripsi di atas hanya gambaran kasar. Setiap orang umumnya memiliki kombinasi dari sifat-sifat di atas, namun ada yang lebih menonjol.

 

Disusun oleh: Dhamma Study Group Bogor

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

>
[an error occurred while processing this directive]