BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

Metta Bhavana
(PENGEMBANGAN SIKAP BATIN CINTA KASIH SEJATI)

 

Pengertian Sebelum Berlatih Metta Bhavana

Motivasi
Motivasi merupakan faktor penting bagi pencapaian suatu tugas. Agar pengembangan cinta kasih sejati ini berhasil baik, maka seseorang harus memiliki kesabaran yang tinggi dalam mengalami dan mengatasi berbagai kesulitan. Oleh karena itu, tahap awal menyangkut perenungan akan :

  • manfaat kesabaran
  • manfaat dari cinta kasih sejati
  • bahaya kemarahan

Manfaat cinta kasih sejati telah diuraikan pada bab di muka. Manfaat kesabaran dan bahaya kemarahan akan kita simak di bawah ini:

Perenungan manfaat kesabaran

  1. Kesabaran berarti dapat menerima satu situasi tanpa kemarahan, kegelisahan, dan kebingungan.
  2. Dengan bersabar, seseorang telah mengatasi banyak masalah yang tidak perlu.
  3. Dengan bersabar, seseorang dapat memiliki banyak kesempatan baik dibandingkan yang tidak sabar.
  4. Dengan bersabar, seseorang dapat mencapai harapannya dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang selalu ada di dalam setiap perolehan yang besar.
  5. Orang yang sabar juga mengatasi banyak kemarahan dalam rangka keberhasilan untuk bekerja dengan cinta kasih sejati dan sikap baik lainnya.

Pengertian akan bahaya kemarahan
Sebagai konvers dari manfaat cinta kasih sejati, adalah bahaya kemarahan. Secara sepintas orang dapat menyebutkan lawan dari cinta kasih sejati. Orang akan tidur dan bangun dengan tidak gembira dan bermimpi impian yang buruk. Orang-orang, para dewa tidak menyukainya. Ia akan diganggu oleh musuhnya dan para mahluk setan. Kehidupannya seolah untuk bertemu dengan bahaya yang dahsyat. Wajahnya nampak buruk dan ia menderita karena penyakitan. Ketika kematian menjenguknya, ia akan mati dengan penuh kebingungan dan tumimbal lahir di alam yang menyedihkan.

Kemarahan bahkan akan menyebabkan banyak bahaya bagi orang tersebut maupun orang lainnya, yang diekpresikan dalam perbuatan jahat melalui badan jasmani (membunuh, menghancurkan, dan sebagainya); melalui ucapan (memfitnah, berbicara kasar, berdusta, dan sebagainya); dan melalui pikiran. Kemarahan selalu hadir di dalam pikiran yang tidak tenang dan tak menyenangkan. Kesedihan, ketakutan dan terror akan selalu mengikutinya sebagai hasil dari perbuatan buruknya tersebut.

Seseorang seyogyanya mengerti bahaya dari kondisi batin yang buruk tersebut. Mereka dapat dipadamkan hanya dengan usaha positif dan persisten yang dilakukan secara kontinyu. Sungguh terlalu mudah untuk lalai dan membuat alasan bagi perbuatan kejam yang satu kali telah dilakukan, yang tak dapat tidak harus dilakukan. Namun penderitaan pasti akan mengikutinya. Perenungan akan bahaya dari kemarahan dapat membantu kita untuk mengatasi kemarahan dan mengembangkan cinta kasih sejati.

Pengertian akan konsep yang direnungkan
Formula yang umum dipergunakan dalam latihan pengembangan cinta kasih sejati yang pada mulanya seyogyanya dipancarkan kepada diri sendiri terlebih dulu adalah sebagai berikut:

Semoga saya terbebas dari bahaya.
Semoga saya terbebas dari penderitaan batin.
Semoga saya terbebas dari penderitaan jasmani.
Semoga saya dapat mempertahankan kebahagiaan yang telah saya miliki sendiri.

Latihan terhadap diri sendiri ini harus diulang sesering mungkin sampai merasakan ketenangan dan kebahagiaan seperti diuraikan di atas. Setelah itu barulah memancarkan cinta kasih dengan formula sebagai berikut:

Semoga semua mahluk terbebas dari bahaya.
Semoga mereka terbebas dari penderitaan batin.
Semoga mereka terbebas dari penderitaan jasmani.
Semoga mereka dapat mempertahankan kebahagiaan mereka masing-masing.

Empat baris kalimat di atas sangat mudah diingat. Para pelajar perlu 'mengucapkan' kalimat di atas terus-menerus di dalam batin mereka. Pikiran dapat berfungsi seperti komputer dengan cara diprogram dengan pikiran yang mengharapkan keselamatan, kebahagiaan, kesejahteraan mahluk lain sampai ia diliputi bentuk pikiran tersebut, diliputi oleh cinta kasih sejati. Pada saat 'mengucapkan' di dalam batin, pikiran kita mulai terkonsentrasi pada objek cinta kasih sejati, mengharapkan keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan mahluk lain. Pikiran-pikiran lain mulai tergeser sampai akhirnya tak memiliki kekuatan untuk mengganggu. Pada saat itu pikiran akan terpusat pada satu objek dan para pelajar akan mengalami ketenangan, kedamaian yang khusus, yang hanya dapat dialami sendiri.

Sebelum melanjutkan penjelasan ini, perlu untuk terlebih dulu dijelaskan arti / makna dari empat baris kalimat yang akan diuncarkan melalui batin tersebut. Sekali pengertiannya dimengerti, maka akan secara alamiah mengetahui makna atau tujuan sebagaimana kita menguncarkan atau memancarkan pikiran cinta kasih sejati ini di dalam batin.

Semoga semua mahluk terbebas dari bahaya
Semua mahluk, maksudnya tidak hanya untuk kelompok religius tertentu, tidak hanya sesama manusia, tetapi juga termasuk binatang, setan, dewa (pada kelompok tertentu disebut malaikat); tidak hanya terbatas oleh ras / warna kulit tertentu, agama, bangsa, suku tertentu dan sebagainya.

Terdapat dua macam bahaya, yaitu bahaya di dalam serta di luar.

Bahaya yang di dalam adalah berkenaan dengan kekotoran batin kita, misalnya keserakahan, kebencian, kebodohan (tak dapat membedakan yang baik maupun yang buruk), kecemasan, kegelisahan dan sebagainya, yang menyebabkan kita banyak menderita.

Bahaya yang di luar adalah berkenaan dengan bahaya yang dapat terjadi di luar, misalnya: kecelakaan, bencana alam (banjir, tanah longsor, kebakaran, gempa) dan dari orang / mahluk lain yang hendak 'mencelakakan' kita.

Bahaya kekotoran batin (di dalam) sebenarnya jauh lebih mengganggu daripada bahaya luar. Jika kita dapat mengalahkan bahaya dalam ini artinya kita adalah pemenang yang paling hebat dibandingkan kemenangan terhadap semua jenis peperangan. Secara alamiah sebenarnya kita tidak ingin terganggu bahaya luar maupun dalam.

Semoga mereka terbebas dari penderitaan batin
Penderitaan batin sangat luas, mulai dari yang halus sampai yang kasar, meliputi: ketakutan, stress, kesedihan, keterikatan dan semua gangguan pikiran yang dapat menyebabkan kekacauan, tekanan atau kesengsaraan batin. Tak satu mahluk pun yang menginginkan penderitaan ini.

Semoga mereka terbebas dari penderitaan jasmani
Penderitaan jasmani memiliki arti yang sangat luas, meliputi penderitaan jasmani kita yang kecil sampai yang berat, seperti: flu, sakit kepala, kanker, sakit jantung. Tak satu mahluk pun yang menginginkan penderitaan ini.

Semoga mereka dapat mempertahankan kebahagiaan mereka masing-masing
Maknanya, semoga mereka dapat berbahagia dari saat ke saat, dari hari ke hari. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab selalu lancar dan membahagiakan. Para murid seyogyanya belajar, orang dewasa mencari nafkah. Kita bergaul dengan orang-orang, seperti: sejawat, teman sekolah, teman kerja, sanak famili, anggota keluarga dan sebagainya. Semua mahluk mengharapkan hubungan baik bersama orang lain (mahluk lain). Kita memerlukan melaksanakan pekerjaan dengan baik, efisien dan efektif tanpa banyak masalah. Pikiran mirip dengan jasmani memerlukan makanan. Bila pikiran kita diberi makan dengan cara mengembangkan cinta kasih, dengan cara mengharapkan semoga semua mahluk dapat mempertahankan kebahagiaan mereka masing-masing, maka kita dapat menghargai keempat baris kalimat tersebut. Dengan mengerti makna keempat baris tersebut maka pengembangan dan pemancaran cinta kasih kita terhadap semua mahluk akan menjadi lebih efektif.

Pemancaran cinta kasih sejati
Dalam prakteknya, seseorang baru dapat sepenuhnya memancarkan cinta kasih kepada mahluk lain apabila batinnya telah diliputi oleh cinta kasih itu. Pada saat melakukan latihan ini, seseorang seyogyanya mengisi batinnya, dengan pikiran-pikiran positif, tenang dan bahagia. Ia seyogyanya merenungkan bagaimana ia dapat tenang, berbahagia, terbebas dari penderitaan, penyakit, kegelisahan dan ketakutan. Dengan demikian ia akan terbungkus oleh pikiran cinta kasih sejati, dilapisi, dinaungi dan dilindungi oleh pikiran-pikiran cinta kasihnya dan dengan ini ia memotong semua getaran kebencian dan pikiran yang negatif. Ia membalas kejahatan dengan kebaikan, kemarahan dengan cinta kasih sejati. Ia menjadi orang yang sabar dan berusaha sekuatnya untuk tidak memberikan kesempatan bagi timbulnya kemarahan terhadap apapun. Batinnya bersinar karena kebahagiaan, dan memantulkan getaran yang membahagiakan terhadap mahluk lain; bukan saja dalam hal batiniah, tetapi juga terhadap semua persoalan kehidupan dengan tetap membabarkan cinta kasih sejatinya itu ke dalam praktik dan pelaksanaan kehidupan sehari-hari. Apabila telah penuh dengan ketenangan serta bebas dari pikiran-pikiran membenci, maka ia dengan mudah dapat memancarkan cinta kasih sejatinya kepada mahluk lain.

Apabila pemancaran cinta kasih sejati terhadap diri sendiri telah dilatih dan dapat dikuasai, maka orang tersebut dapat memancarkan cinta kasih sejatinya kepada semua mahluk yang dekat dan dicintai, direnungkan seorang demi seorang. Di samping terhadap keluarga, famili teman-teman, cinta kasih sejati juga harus dipancarkan kepada orang - orang yang netral. Sebagaimana ia lakukan terhadap diri sendiri, keluarga dan teman, demikian pula seharusnya terhadap orang netral agar mereka berbahagia, bebas dari penyakit, bahaya, kegelisahan dan ketakutan. Akhirnya, walaupun pada mulanya sukar, cinta kasih sejati juga harus dipancarkan kepada mereka yang memusuhinya. Apabila dengan mempraktikkan cinta kasih sejati itu ia dapat membina sikap bersahabat atau bersaudara terhadap orang yang memusuhinya, maka sesungguhnya ia telah mencapai kemenangan yang lebih tinggi daripada seorang pahlawan yang mengalahkan musuh di medan perang.

Dimulai dari diri sendiri, ia seyogyanya berusaha mengembangkan cinta kasih sejati sedikit demi sedikit kepada semua mahluk, tanpa memandang jenis kepercayaan, bangsa, ras / warna kulit / mata / rambut, jenis kelamin, agama, golongan, bahkan termasuk binatang, setan, sehingga ia dapat menyesuaikan dirinya terhadap segala sesuatu tanpa membedakannya. Ia tidak akan lagi dipengaruhi oleh perasaan ke-aku-an. Ia telah melandasi dirinya yang tak dapat dipengaruhi oleh kasta, jenis kelamin, kebangsaan, kesukuan, keyakinan, agama dan sejenisnya; ia telah dapat memandang alam semesta sebagai tanah airnya dan semua mahluk sebagai saudaranya di dalam samudra kehidupan ini.

 

Disusun oleh: Dhamma Study Group Bogor

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

>
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]