|
Metta Bhavana
(PENGEMBANGAN SIKAP BATIN CINTA KASIH SEJATI)
Pengertian Sebelum Berlatih Metta Bhavana
Motivasi
Motivasi merupakan faktor penting bagi pencapaian suatu
tugas. Agar pengembangan cinta kasih sejati ini berhasil
baik, maka seseorang harus memiliki kesabaran yang tinggi
dalam mengalami dan mengatasi berbagai kesulitan. Oleh
karena itu, tahap awal menyangkut perenungan akan :
- manfaat kesabaran
- manfaat dari cinta kasih sejati
- bahaya kemarahan
Manfaat cinta kasih sejati telah diuraikan pada bab
di muka. Manfaat kesabaran dan bahaya kemarahan akan
kita simak di bawah ini:
Perenungan manfaat kesabaran
- Kesabaran berarti dapat menerima satu situasi tanpa
kemarahan, kegelisahan, dan kebingungan.
- Dengan bersabar, seseorang telah mengatasi banyak
masalah yang tidak perlu.
- Dengan bersabar, seseorang dapat memiliki banyak
kesempatan baik dibandingkan yang tidak sabar.
- Dengan bersabar, seseorang dapat mencapai harapannya
dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang selalu ada
di dalam setiap perolehan yang besar.
- Orang yang sabar juga mengatasi banyak kemarahan
dalam rangka keberhasilan untuk bekerja dengan cinta
kasih sejati dan sikap baik lainnya.
Pengertian akan bahaya kemarahan
Sebagai konvers dari manfaat cinta kasih sejati, adalah
bahaya kemarahan. Secara sepintas orang dapat menyebutkan
lawan dari cinta kasih sejati. Orang akan tidur dan
bangun dengan tidak gembira dan bermimpi impian yang
buruk. Orang-orang, para dewa tidak menyukainya. Ia
akan diganggu oleh musuhnya dan para mahluk setan. Kehidupannya
seolah untuk bertemu dengan bahaya yang dahsyat. Wajahnya
nampak buruk dan ia menderita karena penyakitan. Ketika
kematian menjenguknya, ia akan mati dengan penuh kebingungan
dan tumimbal lahir di alam yang menyedihkan.
Kemarahan bahkan akan menyebabkan banyak bahaya bagi
orang tersebut maupun orang lainnya, yang diekpresikan
dalam perbuatan jahat melalui badan jasmani (membunuh,
menghancurkan, dan sebagainya); melalui ucapan (memfitnah,
berbicara kasar, berdusta, dan sebagainya); dan melalui
pikiran. Kemarahan selalu hadir di dalam pikiran yang
tidak tenang dan tak menyenangkan. Kesedihan, ketakutan
dan terror akan selalu mengikutinya sebagai hasil dari
perbuatan buruknya tersebut.
Seseorang seyogyanya mengerti bahaya dari kondisi batin
yang buruk tersebut. Mereka dapat dipadamkan hanya dengan
usaha positif dan persisten yang dilakukan secara kontinyu.
Sungguh terlalu mudah untuk lalai dan membuat alasan
bagi perbuatan kejam yang satu kali telah dilakukan,
yang tak dapat tidak harus dilakukan. Namun penderitaan
pasti akan mengikutinya. Perenungan akan bahaya dari
kemarahan dapat membantu kita untuk mengatasi kemarahan
dan mengembangkan cinta kasih sejati.
Pengertian akan konsep yang direnungkan
Formula yang umum dipergunakan dalam latihan pengembangan
cinta kasih sejati yang pada mulanya seyogyanya dipancarkan
kepada diri sendiri terlebih dulu adalah sebagai
berikut:
Semoga saya terbebas dari bahaya.
Semoga saya terbebas dari penderitaan batin.
Semoga saya terbebas dari penderitaan jasmani.
Semoga saya dapat mempertahankan kebahagiaan yang telah
saya miliki sendiri.
Latihan terhadap diri sendiri ini harus diulang sesering
mungkin sampai merasakan ketenangan dan kebahagiaan
seperti diuraikan di atas. Setelah itu barulah memancarkan
cinta kasih dengan formula sebagai berikut:
Semoga semua mahluk terbebas dari bahaya.
Semoga mereka terbebas dari penderitaan batin.
Semoga mereka terbebas dari penderitaan jasmani.
Semoga mereka dapat mempertahankan kebahagiaan mereka
masing-masing.
Empat baris kalimat di atas sangat mudah diingat. Para
pelajar perlu 'mengucapkan' kalimat di atas terus-menerus
di dalam batin mereka. Pikiran dapat berfungsi
seperti komputer dengan cara diprogram dengan pikiran
yang mengharapkan keselamatan, kebahagiaan, kesejahteraan
mahluk lain sampai ia diliputi bentuk pikiran tersebut,
diliputi oleh cinta kasih sejati. Pada saat 'mengucapkan'
di dalam batin, pikiran kita mulai terkonsentrasi pada
objek cinta kasih sejati, mengharapkan keselamatan,
kesejahteraan dan kebahagiaan mahluk lain. Pikiran-pikiran
lain mulai tergeser sampai akhirnya tak memiliki kekuatan
untuk mengganggu. Pada saat itu pikiran akan terpusat
pada satu objek dan para pelajar akan mengalami ketenangan,
kedamaian yang khusus, yang hanya dapat dialami sendiri.
Sebelum melanjutkan penjelasan ini, perlu untuk terlebih
dulu dijelaskan arti / makna dari empat baris kalimat
yang akan diuncarkan melalui batin tersebut. Sekali
pengertiannya dimengerti, maka akan secara alamiah mengetahui
makna atau tujuan sebagaimana kita menguncarkan atau
memancarkan pikiran cinta kasih sejati ini di dalam
batin.
Semoga semua mahluk terbebas dari bahaya
Semua mahluk, maksudnya tidak hanya untuk kelompok religius
tertentu, tidak hanya sesama manusia, tetapi juga termasuk
binatang, setan, dewa (pada kelompok tertentu disebut
malaikat); tidak hanya terbatas oleh ras / warna kulit
tertentu, agama, bangsa, suku tertentu dan sebagainya.
Terdapat dua macam bahaya, yaitu bahaya di dalam
serta di luar.
Bahaya yang di dalam adalah berkenaan dengan
kekotoran batin kita, misalnya keserakahan, kebencian,
kebodohan (tak dapat membedakan yang baik maupun yang
buruk), kecemasan, kegelisahan dan sebagainya, yang
menyebabkan kita banyak menderita.
Bahaya yang di luar adalah berkenaan dengan
bahaya yang dapat terjadi di luar, misalnya: kecelakaan,
bencana alam (banjir, tanah longsor, kebakaran, gempa)
dan dari orang / mahluk lain yang hendak 'mencelakakan'
kita.
Bahaya kekotoran batin (di dalam) sebenarnya jauh lebih
mengganggu daripada bahaya luar. Jika kita dapat mengalahkan
bahaya dalam ini artinya kita adalah pemenang yang paling
hebat dibandingkan kemenangan terhadap semua jenis peperangan.
Secara alamiah sebenarnya kita tidak ingin terganggu
bahaya luar maupun dalam.
Semoga mereka terbebas dari penderitaan batin
Penderitaan batin sangat luas, mulai dari yang halus
sampai yang kasar, meliputi: ketakutan, stress, kesedihan,
keterikatan dan semua gangguan pikiran yang dapat menyebabkan
kekacauan, tekanan atau kesengsaraan batin. Tak satu
mahluk pun yang menginginkan penderitaan ini.
Semoga mereka terbebas dari penderitaan jasmani
Penderitaan jasmani memiliki arti yang sangat luas,
meliputi penderitaan jasmani kita yang kecil sampai
yang berat, seperti: flu, sakit kepala, kanker, sakit
jantung. Tak satu mahluk pun yang menginginkan penderitaan
ini.
Semoga mereka dapat mempertahankan kebahagiaan mereka
masing-masing
Maknanya, semoga mereka dapat berbahagia dari saat ke
saat, dari hari ke hari. Pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab selalu lancar dan membahagiakan. Para murid seyogyanya
belajar, orang dewasa mencari nafkah. Kita bergaul dengan
orang-orang, seperti: sejawat, teman sekolah, teman
kerja, sanak famili, anggota keluarga dan sebagainya.
Semua mahluk mengharapkan hubungan baik bersama orang
lain (mahluk lain). Kita memerlukan melaksanakan pekerjaan
dengan baik, efisien dan efektif tanpa banyak masalah.
Pikiran mirip dengan jasmani memerlukan makanan. Bila
pikiran kita diberi makan dengan cara mengembangkan
cinta kasih, dengan cara mengharapkan semoga semua mahluk
dapat mempertahankan kebahagiaan mereka masing-masing,
maka kita dapat menghargai keempat baris kalimat tersebut.
Dengan mengerti makna keempat baris tersebut maka pengembangan
dan pemancaran cinta kasih kita terhadap semua mahluk
akan menjadi lebih efektif.
Pemancaran cinta kasih sejati
Dalam prakteknya, seseorang baru dapat sepenuhnya memancarkan
cinta kasih kepada mahluk lain apabila batinnya telah
diliputi oleh cinta kasih itu. Pada saat melakukan latihan
ini, seseorang seyogyanya mengisi batinnya, dengan pikiran-pikiran
positif, tenang dan bahagia. Ia seyogyanya merenungkan
bagaimana ia dapat tenang, berbahagia, terbebas dari
penderitaan, penyakit, kegelisahan dan ketakutan. Dengan
demikian ia akan terbungkus oleh pikiran cinta kasih
sejati, dilapisi, dinaungi dan dilindungi oleh pikiran-pikiran
cinta kasihnya dan dengan ini ia memotong semua getaran
kebencian dan pikiran yang negatif. Ia membalas kejahatan
dengan kebaikan, kemarahan dengan cinta kasih sejati.
Ia menjadi orang yang sabar dan berusaha sekuatnya untuk
tidak memberikan kesempatan bagi timbulnya kemarahan
terhadap apapun. Batinnya bersinar karena kebahagiaan,
dan memantulkan getaran yang membahagiakan terhadap
mahluk lain; bukan saja dalam hal batiniah, tetapi juga
terhadap semua persoalan kehidupan dengan tetap membabarkan
cinta kasih sejatinya itu ke dalam praktik dan pelaksanaan
kehidupan sehari-hari. Apabila telah penuh dengan ketenangan
serta bebas dari pikiran-pikiran membenci, maka ia dengan
mudah dapat memancarkan cinta kasih sejatinya kepada
mahluk lain.
Apabila pemancaran cinta kasih sejati terhadap diri
sendiri telah dilatih dan dapat dikuasai, maka orang
tersebut dapat memancarkan cinta kasih sejatinya kepada
semua mahluk yang dekat dan dicintai, direnungkan seorang
demi seorang. Di samping terhadap keluarga, famili teman-teman,
cinta kasih sejati juga harus dipancarkan kepada orang
- orang yang netral. Sebagaimana ia lakukan terhadap
diri sendiri, keluarga dan teman, demikian pula seharusnya
terhadap orang netral agar mereka berbahagia, bebas
dari penyakit, bahaya, kegelisahan dan ketakutan. Akhirnya,
walaupun pada mulanya sukar, cinta kasih sejati juga
harus dipancarkan kepada mereka yang memusuhinya. Apabila
dengan mempraktikkan cinta kasih sejati itu ia dapat
membina sikap bersahabat atau bersaudara terhadap orang
yang memusuhinya, maka sesungguhnya ia telah mencapai
kemenangan yang lebih tinggi daripada seorang pahlawan
yang mengalahkan musuh di medan perang.
Dimulai dari diri sendiri, ia seyogyanya berusaha mengembangkan
cinta kasih sejati sedikit demi sedikit kepada semua
mahluk, tanpa memandang jenis kepercayaan, bangsa, ras
/ warna kulit / mata / rambut, jenis kelamin, agama,
golongan, bahkan termasuk binatang, setan, sehingga
ia dapat menyesuaikan dirinya terhadap segala sesuatu
tanpa membedakannya. Ia tidak akan lagi dipengaruhi
oleh perasaan ke-aku-an. Ia telah melandasi dirinya
yang tak dapat dipengaruhi oleh kasta, jenis kelamin,
kebangsaan, kesukuan, keyakinan, agama dan sejenisnya;
ia telah dapat memandang alam semesta sebagai tanah
airnya dan semua mahluk sebagai saudaranya di dalam
samudra kehidupan ini.
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|