|
Update
Terakhir:
|
Wednesday, September 28, 2005 Masa Pembenahan BuddhistOnline.com
Tuesday, May 24, 2005 Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549
Tuesday, May 24, 2005 Renungan Waisak 2549 STI
Friday, May 20, 2005 Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau
Sunday, May 1, 2005 Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?
|
|
|
|
 |
|
[an error occurred while processing this directive]
|
|
Cetasika
Pengertian Cetasika:
Cetasika merupakan faktor batin, faktor mental, penyerta
batin, yaitu fenomena batin yang bersekutu dengan kesadaran.
Sifat Cetasika:
- Munculnya bersamaan dengan kesadaran
- Padamnya bersamaan dengan kesadaran
- Memiliki objek yang sama dengan kesadaran
- Memakai objek yang sama dengan kesadaran
Cetasika terdapat 52 jenis, dan dikelompokkan menjadi
3 bagian:
- Annasamana cetasika 13 (13 cetasika umum):
- Sabbacittasadharana cetasika 7: 7 cetasika
yang terdapat di semua jenis citta
- Phassa = kontak. Istilah kontak ini bukan
berarti kontak secara fisik. Kontak merupakan
faktor batin yang pekerjaannya seperti sebuah
pilar yang bertindak sebagai pendukung yang
kuat untuk struktur gedung secara keseluruhan.
Manifestasinya bersamaan dengan landasan, objek,
dan kesadaran.
Walaupun disebutkan pertama kali, bukan berarti
kontak ini adalah yang pertama. Pembahasan kontak
pertama kali ini hanya untuk kepentingan pengajaran,
tidak ada hubungannya dengan urutan kemunculannya.
- Vedana = perasaan. Perasaan merupakan padanan
kata yang lebih tepat untuk vedana dibandingkan
dengan sensasi seperti yang sering dijumpai.
Seperti halnya kontak, perasaan merupakan sebuah
kekayaan penting bagi setiap kesadaran. Perasaan
dapat berwujud menyenangkan, tidak menyenangkan
dan bukan menyenangkan juga bukan tidak menyenangkan
/ netral. Perasaan merupakan faktor batin yang
merasakan objek ketika objek itu 'kontak' dengan
indera.
- Sanna = pencerapan / persepsi. Arti kata sanna
sangat bervariasi tergantung konteks pembahasannya.
Untuk menghindari kebingungan, sebaiknya digunakan
istilah khusus yang digunakan di dalam hubungan
ini sebagai faktor batin yang universal. Karakteristik
utama dari sanna ini adalah kognisi atas objek
dengan cara menandai, seperti biru, hitam, dan
sebagainya. Proseduralnya mirip rekognisi seroang
tukang kayu terhadap jenis kayu tertentu dengan
tanda-tanda yang dibuatnya, mirip seorang ahli
batuan yang dapat membedakan berbagai jenis
permata dengan tanda-tandanya. Antara sanna,
vinnana dan panna dapat diumpamakan dengan seorang
anak kecil, seorang dewasa dan seorang dewasa
ahli kimia di dalam melihat uang logam. Bagi
seorang anak kecil, ia hanya berpersepsi akan
sebuah uang logam. Orang dewasa melihatnya dengan
mengetahui nilai uang itu, dan bagi ahli kimia,
ia pun melihatnya bahwa uang ini terdiri dari
bahan kimia logam-logam tertentu.
- Cetana = kehendak, merupakan faktor batin
yang berfungsi di dalam koordinasi dan akumulasi.
Cetana mengkoordinasikan faktor-faktor batin
yang berhubungan dengannya dalam berespons terhadap
objek. Seperti seorang ahli tukang kayu yang
memenuhi tugasnya dan mengatur pekerjaan orang
lainnya, demikian pula, cetana memenuhi fungsinya
dan mengatur fungsi faktor batin lain yang berhubungan
dengannya. Cetana memegang peranan penting di
dalam semua jenis aksi, baik moral maupun immoral.
Di dalam kondisi lokiya, cetana merupakan faktor
batin yang signifikan sedangkan di lokuttara,
panna yang signifikan.
- Ekaggata = konsentrasi terhadap satu objek,
merupakan faktor batin yang mengkonsentrasikan
batin terhadap satu objek. Faktor batin ini
membuat kokoh batin di dalam mengalami objek.
- Jivitindriya = penghidup batin, merupakan
faktor batin yang melebur kehidupan ke dalam
faktor-faktor batin yang berhubungan dengannya.
Walaupun cetana menentukan aktivitas dari semua
faktor batin, jivitindriya yang menginfusi kehidupan
ke dalam cetana dan faktor batin lainnya.
- Manasikara = perhatian, adalah faktor batin
yang mengarahkan faktor batin lainnya kepada
objek secara spontan.
- Pakinnaka cetasika 6: enam cetasika yang muncul
di sebagian besar citta
- Vitakka = pengerahan kepada objek, merupakan
faktor batin yang memiliki ciri khusus mengerahkan
faktor batin kepada objek.
- Vicara = perenungan kepada objek, merupakan
faktor batin yang memiliki ciri khusus merenungkan
objek.
- Adhimokkha = keputusan, faktor batin yang
memutuskan atau memilih.
- Viriya = semangat, faktor batin yang membangkitkan
semangat
- Piti = kegiuran, faktor batin yang tergiur
terhadap objek
- Chanda = harapan untuk melakukan
- Akusala cetasika 14 (14 cetasika akusala):
- Mocatuka cetasika 4: 4 cetasika kelompok moha
- Moha
- Ahirika
- Anottappa
- Uddhacca
- Lotika cetasika 3: 3 cetasika kelompok lobha
- Docatuka cetasika 4: 4 cetasika kelompok dosa
- Dosa
- Issa
- Macchariya
- Kukkucca
- Thiduka cetasika 2:
- Vicikiccha cetasika 1:
- Sobhana cetasika 25 (25 cetasika indah)
- Sobhanasadharana cetasika 19: 19 cetasika indah
yang terdapat di semua jenis sobhana citta
- Saddha
- Sati
- Hiri
- Ottappa
- Alobha
- Adosa
- Tatramajjhattatata
- Kaya passadhi
- Cittapassadhi
- Kaya lahuta
- Citta lahuta
- Kaya muduta
- Citta muduta
- Kaya kammannata
- Citta kammannata
- Kaya pagunnata
- Citta pagunnata
- Kayujukata
- Cittajukata
- Virati cetasika 3: 19 cetasika yang menjalankan
fungsi pantangan / pengendalian diri
- Samma vaca
- Samma kammanta
- Samma ajiva
- Appamanna cetasika 2: 2 cetasika tanpa batas
- Pannindriya cetasika 1
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|
|
 |
|
|