|
Rupapavatti
Pengupasan timbul dan padamnya materi menurut urutan
Ringkasan umum
- Di dalam kamabhumi 11, rupa 28 dapat timbul semuanya.
- Di dalam rupabhumi 15 (tidak termasuk asannasattabhumi
1), rupa 23 dapat timbul (tidak termasuk Ghana, jivha,
kaya, bhavarupa 2)
- Di dalam Asannasattabhumi 1 rupa 17 dapat timbul
(tidak termasuk pasadarupa 5, saddarupa 1, bhavarupa
2, hadayarupa 1, vinnattirupa 2).
- Di dalam arupabhumi tidak ada rupa yang dapat timbul
Di dalam kehidupan mahluk-mahluk, bila dipilah maka
dapat dibedakan menjadi 3 masa, yaitu:
- Masa tumimbal lahir (patisandhi-kala)
- Masa kehidupan (pavatti-kala)
- Masa kematian (cuti kala)
Ringkasan umum menurut masa kehidupan:
- Masa tumimbal lahir: sadda rupa 1, vikara rupa
5, jaratarupa 1 dan aniccatarupa 1 tidak dapat timbul,
sebab pada saat upadakkhana dari patisandhicitta,
suara belum ada, bicara dan goyangan juga belum ada,
gaya ringan, menurut dan sifat layu dari materi belum
ada; ketidak kekalan, ketuaan, dan kepadaman juga
belum ada. Kemunculan materi lainnya disesuaikan dengan
kondisi mahluk tersebut.
- Masa kehidupan: rupa 28 semuanya dapat timbul sesuai
kondisinya.
- Masa kematian: kammajarupa tidak dapat timbul.
Cittajarupa khusus Arahat tidak dapat timbul. Jadi
yang timbul saat kematian, adalah cittajarupa mahluk
dari pancavokarabhumi yang bukan Arahat, utujarupa
dan aharajarupa.
Jenis-jenis tumimbal lahir
Tumimbal lahir mahluk hidup dapat dikelompokkan ke dalam
4 cara, yaitu:
- Jalabuja yoni, tumimbal lahir melalui cara kandungan;
contoh: manusia, sapi
Setan, dewa tingkat rendah juga dapat lahir melalui
cara ini.
- Andaja yoni, tumimbal lahir melalui cara bertelur;
contoh: ayam, ular
Setan, dewa tingkat rendah, manusia juga dapat lahir
melalui cara ini.
- Sansedaja yoni, tumimbal lahir melalui cara kelembaban
dengan perkembangan pertumbuhan dari kecil lalu menjadi
dewasa; contoh: nyamuk, kelahiran veluvadi dari buah,
padumvadi dari teratai, anaknya padumvadi dari darah.
Setan dan dewa juga dapat lahir melalui cara ini.
- Opapatika yoni, tumimbal lahir melalui cara spontan
dengan perkembangan pertumbuhan langsung besar/dewasa;
contoh: setan, dewa, dan brahma. Manusia dan binatang
juga dapat lahir melalui cara ini.
Manusia, Dewa Catumaharajika, binatang, setan (tak
termasuk setan Nijjhamatanhika peta) dan Asurakaya dapat
tumimbal lahir melalui salah satu dari empat cara di
atas.
Ringkasan rupapavatti menurut cara tumimbal lahir dan
bhumi:
- Gabbhaseyyaka yoni, timbulnya hanya pada kamabhumi
saja di mana:
- Masa tumimbal lahir ada 3 kalapa yang muncul,
yaitu kayadasakakalapa, hadayadasakakalapa, bhavadasakakalapa.
- Masa kehidupan, jika tidak ada alangan, semua
jenis kalapa rupa dapat timbul, yaitu kammajakalapa,
cittajakalapa, utujakalapa dan aharajakalapa.
- Sansedaja yoni dan opapatika yoni dalam kamabhumi
di mana:
- Masa tumimbal lahir dapat timbul semua kammajakalapa
- Masa kehidupan, jika tidak ada alangan, semua
jenis kalapa rupa dapat timbul
- Opapatika yoni
- Opapatika yoni pada mahluk neraka dan setan
nijjhamatanhika peta tidak mempunyai bhavarupa
- Opapatika yoni di dalam rupa bhumi 15, masa
tumimbal lahirnya dapat timbul 4 kalapa rupa,
yaitu cakkhudasakakalapa, sotadasakakalapa, hadayadasakakalapa
dan jivitanavakakalapa. Pada masa kehidupan ada
rupa yang timbul, yaitu saddarupa, vinnattirupa,
vikararupa, jaratarupa dan aniccatarupa. Bagian
rupa yang tidak timbul selama masa kehidupan:
ghanapasada, jivhapasada, kayapasada, bhavapasada
- Opapatika yoni dalam asannasattabhumi, rupa
yang timbul hanya 1 kalapa, yaitu jivitanavakakalapa.
Dalam kehidupan dapat timbul vikararupa, jaratarupa
dan aniccatarupa.
- Opapatika yoni di dalam arupabhumi tidak timbul
satu jenis pun materi.
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|