BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

Rupapavatti
Pengupasan timbul dan padamnya materi menurut urutan

 

Ringkasan umum

  1. Di dalam kamabhumi 11, rupa 28 dapat timbul semuanya.
  2. Di dalam rupabhumi 15 (tidak termasuk asannasattabhumi 1), rupa 23 dapat timbul (tidak termasuk Ghana, jivha, kaya, bhavarupa 2)
  3. Di dalam Asannasattabhumi 1 rupa 17 dapat timbul (tidak termasuk pasadarupa 5, saddarupa 1, bhavarupa 2, hadayarupa 1, vinnattirupa 2).
  4. Di dalam arupabhumi tidak ada rupa yang dapat timbul

Di dalam kehidupan mahluk-mahluk, bila dipilah maka dapat dibedakan menjadi 3 masa, yaitu:

  1. Masa tumimbal lahir (patisandhi-kala)
  2. Masa kehidupan (pavatti-kala)
  3. Masa kematian (cuti kala)

Ringkasan umum menurut masa kehidupan:

  1. Masa tumimbal lahir: sadda rupa 1, vikara rupa 5, jaratarupa 1 dan aniccatarupa 1 tidak dapat timbul, sebab pada saat upadakkhana dari patisandhicitta, suara belum ada, bicara dan goyangan juga belum ada, gaya ringan, menurut dan sifat layu dari materi belum ada; ketidak kekalan, ketuaan, dan kepadaman juga belum ada. Kemunculan materi lainnya disesuaikan dengan kondisi mahluk tersebut.
  2. Masa kehidupan: rupa 28 semuanya dapat timbul sesuai kondisinya.
  3. Masa kematian: kammajarupa tidak dapat timbul. Cittajarupa khusus Arahat tidak dapat timbul. Jadi yang timbul saat kematian, adalah cittajarupa mahluk dari pancavokarabhumi yang bukan Arahat, utujarupa dan aharajarupa.

Jenis-jenis tumimbal lahir
Tumimbal lahir mahluk hidup dapat dikelompokkan ke dalam 4 cara, yaitu:

  1. Jalabuja yoni, tumimbal lahir melalui cara kandungan; contoh: manusia, sapi
    Setan, dewa tingkat rendah juga dapat lahir melalui cara ini.
  2. Andaja yoni, tumimbal lahir melalui cara bertelur; contoh: ayam, ular
    Setan, dewa tingkat rendah, manusia juga dapat lahir melalui cara ini.
  3. Sansedaja yoni, tumimbal lahir melalui cara kelembaban dengan perkembangan pertumbuhan dari kecil lalu menjadi dewasa; contoh: nyamuk, kelahiran veluvadi dari buah, padumvadi dari teratai, anaknya padumvadi dari darah. Setan dan dewa juga dapat lahir melalui cara ini.
  4. Opapatika yoni, tumimbal lahir melalui cara spontan dengan perkembangan pertumbuhan langsung besar/dewasa; contoh: setan, dewa, dan brahma. Manusia dan binatang juga dapat lahir melalui cara ini.

Manusia, Dewa Catumaharajika, binatang, setan (tak termasuk setan Nijjhamatanhika peta) dan Asurakaya dapat tumimbal lahir melalui salah satu dari empat cara di atas.

Ringkasan rupapavatti menurut cara tumimbal lahir dan bhumi:

  1. Gabbhaseyyaka yoni, timbulnya hanya pada kamabhumi saja di mana:
    • Masa tumimbal lahir ada 3 kalapa yang muncul, yaitu kayadasakakalapa, hadayadasakakalapa, bhavadasakakalapa.
    • Masa kehidupan, jika tidak ada alangan, semua jenis kalapa rupa dapat timbul, yaitu kammajakalapa, cittajakalapa, utujakalapa dan aharajakalapa.
  2. Sansedaja yoni dan opapatika yoni dalam kamabhumi di mana:
    • Masa tumimbal lahir dapat timbul semua kammajakalapa
    • Masa kehidupan, jika tidak ada alangan, semua jenis kalapa rupa dapat timbul
  3. Opapatika yoni
    • Opapatika yoni pada mahluk neraka dan setan nijjhamatanhika peta tidak mempunyai bhavarupa
    • Opapatika yoni di dalam rupa bhumi 15, masa tumimbal lahirnya dapat timbul 4 kalapa rupa, yaitu cakkhudasakakalapa, sotadasakakalapa, hadayadasakakalapa dan jivitanavakakalapa. Pada masa kehidupan ada rupa yang timbul, yaitu saddarupa, vinnattirupa, vikararupa, jaratarupa dan aniccatarupa. Bagian rupa yang tidak timbul selama masa kehidupan: ghanapasada, jivhapasada, kayapasada, bhavapasada
    • Opapatika yoni dalam asannasattabhumi, rupa yang timbul hanya 1 kalapa, yaitu jivitanavakakalapa. Dalam kehidupan dapat timbul vikararupa, jaratarupa dan aniccatarupa.
    • Opapatika yoni di dalam arupabhumi tidak timbul satu jenis pun materi.

 

Disusun oleh: Dhamma Study Group Bogor

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

>
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]