[an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive]

[an error occurred while processing this directive]
Update Terakhir:
[an error occurred while processing this directive]

 

   
[an error occurred while processing this directive]
Genesis
oleh: Selamat Rodjali

 

Judul tulisan ini bukan nama sebuah grup bandnya Phil Collins yang lagu-lagunya cukup populer di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Genesis, secara harfiah berarti asal-usul, kejadian, permulaan, atau keturunan.

Dalam setiap kehidupan seseorang selalu terdapat satu saat ketika orang tersebut bertanya: "Siapakah saya?" Mungkin pertanyaan itu tampak sederhana karena kita mengetahui siapa orang tua kita, dari mana mereka datang apa yang mereka lakukan, dan seterusnya. Akan tetapi, apabila kita menanyakan hal di atas dalam sebuah konteks yang lebib luas, jawabannya mungkin tidak sesederhana seperti tadi. Keinginan seseorang untuk membuktikan dan menemukan jawaban dari pertanyaan di atas itu sering diartikan dengan melihat ke belakang beberapa generasi dan melihat genealogi atau silsilah asal-usul keluarga.

Rahasia alam yang telah dipecahkan manusia tidakiah sedikit, namun masih banyak yang belum terungkap. Kini manusia sudah memperoleh indikator (petunjuk) untuk membedakan benda-benda hidup dari benda-benda mati, walaupun hal ini tidak selalu mudah.

Di dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan tercatat bahwa teori asal-usul kehidupan, teori kejadian semesta, teori asal-usul atau permulaan badan makhluk hidup telah lama ada. Buddha Dhamma memiliki keunikan dalam pengupasan masalah genesis, lain daripada yang sudah ada.

 

ABIOGENESIS, BIOGENESIS DAN KAUSA PRIMA

Aristoteles, seorang filosof dan ahli sains Yunani Kuno (384-322 sebelum Masehi) menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama berasal dari benda mati. Walaupun ia mengetahui bahwa telur ikan yang merupakan hasil perkawinan akan menetas menghasilkan ikan, ia yakin bahwa ada ikan yang berasal dari lumpur, sehingga teorinya yang terkenal, yaitu Abiogenesis disebut juga 'generation spontanea'

Setelah mikroskop sederhana ditemukan, validitas (kebenaran) teori Abiogenesis mulai diuji. Louis Pasteur (1822-189S) melalui tabung leher angsanya berhasil menumbangkan teori itu. la menyatakan bahwa 'Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo', artinya setiap makhluk hidup berasal dari telur, setiap telur berasal dari makhluk hidup (Prawirohartono, 1988). Oleh karena itu, semua kehidupan berasal dari kehidupan lainnya/Biogenesis (Prawirohartono, 1988 dan Radiopoetro, 1977).

Mereka yang percaya akan adanya sebab pertama (kausa prima) beranggapan bahwa ikan dan burung (binatang) terjadi secara spontan; manusia dilahirkan dari debu yang ditiup oleh makhluk 'agung' misterius. Bagi para spekulan (yang senang berspekulasi), menelusuri asal-usul merupakan salah satu 'makanan' utama.

Di dalam Samyutta Nikaya ch 15 (Rahula, tanpa tahun) tertera bahwa andaikan seorang manusia membuat dataran yang luas ini menjadi gumpalan bola kecil-kecil seukuran biji jagung, dan ia memisahkannya satu demi satu sambil berkata, 'Ini ayahku, ini ayah dari ayahku, dan seterusnya, maka dataran yang luas ini akan segera habis sebelun ayah dari ayah dari ayah ... dari ayah orang itu ditemukan. Mengapa? Karena, tak terhitung awal dari pengembaraan (kehidupan) ini, titik awal dari pengembaraan yang kontinyu ini tak dapat ditemukan, makhluk-makhluk diselimuti kebodohan dan diikat oleh nafsu.

Jika dan hanya jika kebodohan dan nafsu ini telah diputuskan maka arus kehidupan/pengembaraan ini akan berhenti, tumimbal lahir akan berakhir. Teori sebab pertama semata-mata ilusi kebodohan manusia.

Memang agak sulit bagi kita untuk mengerti bagaimana mungkin dunia ini datang tanpa satu sebab awal/pertama. Namun, jauh lebih sulit lagi untuk mengerti bagaimana sebab pertama itu muncul. Andaikata diasumsikan (dianggap) bahwa satu benda yang muncul harus memiliki satu pencipta, maka secara ilmu logika, pencipta itu sendiri harus memiliki pencipta dan demikian seterusnya tak terbatas (Dhammananda, 1987).

Tiada dewa agung, tidak ada brahma dapat ditemukan, tak satupun dari roda kehidupan ini; semua hanya fenomena kosong yang mengalir tergantung pada kondisi. Buddha Dhamma tidak banyak memberi perhatian kepada teori dan kepercayaan sebab pertama. Sang Buddha menasehati agar semua manusia bekerja keras untuk memperoleh keselamatan dan akhirnya mencapai kebebasan secara mandiri.

Para ilmuwan telah menemukan banyak sebab yang bertanggung jawab bagi keberadaan kehidupan, tanaman, planet, unsur, dan energi lainnya, sehingga tidaklah mungkin bagi seseorang untuk menemukan satu sebab khusus yang pertama. Apabila mereka tetap mencari, maka ia akan menemukan bahwa sebab pertama yang disorotnya tidak akan pemah meniadi sebab pertama. Mengapa demikian? Sebab akan menjadi akibat dan pada saat selanjutnya akibat ini akan meniadi sebab untuk memproduksi akibat yang lain!

 

KELAHIRAN MAKHLUK-MAKHLUK

Menurut Buddha Dhamma, kelahiran makhluk-makhluk dapat melalui empat cara, yaitu:

  1. Jalabuja-yoni = makhluk yang lahir dari kandungan, seperti manusia, kuda, kerbau.
  2. Andaja-yoni = makhluk yang lahir dari telur, seperti burung.
  3. Sansedaja-yoni = makhluk yang lahir dari kelembaban, seperti nyamuk, ikan.
  4. Opapatika-yoni = makhluk yang lahir secara spontan, langsung membesar. seperti dewa, brahma, makhluk neraka dan setan.

Terlahimya makhluk-makhluk melalui salah satu cara di atas disebabkan oleh adanya kamma (perbuatan) yang menyebabkan timbulnya syarat untuk terlahirnya kembali makhluk tersebut. Sansedaja-yoni tidak sama dengan Abiogenesis karena aspek kamma tidak terdapat di dalam teori Abiogenesis. Opapatika-yoni bukan berarti terjadi tanpa sebab. Opapatika-yoni teriadi karena kekuatan atita-kamma, dan tidak melalui fase embryo (Narada, 1979). Makhluk berasal dari makhluk, yang selalu berproses dari satu alam ke alam lain sebelum mencapai Nibbana.

 

KEJADIAN JASMANI (MATERI) DAN MUNCULNYA ORGAN

Beberapa pakar biologi moderen di antaranya A.L. Oparin, Harold Urey dan Stanley Miller menyatakan bahwa tubuh makhluk hidup itu mungkin bermula dari perpaduan gas-gas di atmosfir, seperti air, metana, amonia, dan hidrogen. Proses panas dan bunga api serta adanya radiasi kosmis akan menyatukan gas-gas itu meniadi senyawa asam amino sederhana. Menurut Harold Urey senyawa asam amino ini merupakan cikal bakal virus. Selama berjuta tahun zat ini berkembang meniadi berbagai jenis organisina. Stanley Miller (murid Harold Urey) telah berhasil membuat alat canggih untuk membuktikan hipotesa gurunya, dan ia berhasil membentuk asam amino dan molekul organik lainnya. Namun, asal-usul jasmani manusia tetap masih belun terjawab.

Buddha Dhanuna tidak memberi perhatian untuk menjawab sebab pertama materi (rupa). Namun, Buddha Dhamma mengakui bahwa materi itu memang ada dan menyatakan bahwa materi (rupa) timbul dan berkembang karena empat hal, yaitu :

  1. muncul karena kamma sebagai penyebab; materi ini disebut kammajarupa.
  2. muncul karena citta sebagai penyebab, materi ini disebut cittajarupa.
  3. muncul karena utu (temperatur) sebagai penyebab; materi ini disebut utujarupa
  4. muncul karena ahara (makanan) sebagai penyebab; materi ini disebut aharajarupa.

Kammajarupa menyebabkan jasmani manusia dan binatang mempunyai organ-organ yang muncul bervariasi. Pembentukan salah satu dari organ manusia tidak mungkin terjadi apabila kamma manusia itu tidak menunjang. Apabila tidak ada kammajarupa sebagai jaminan, maka tubuh makhluk hidup sama saia dengan pohon. Kammajarupa muncul sejak patisandhi, kecuali di Arupa-bhumi 4.

 

GENESIS BUMI DAN MANUSIA

Pada abad ke-19, Immanuel Kant dan La Place menyatakan teori kabut atau teori nebula tentang alam semesta. Teorinya disempurnakan oleh van Wizzacker (1944) dan G.P. Kuiper (1951) menjadi teori kondensasi. Menurut teori ini, kabut gas dan debu terdiri dari helium dan hidrogen. Bahan kabut ini hilang ke dalam jagad raya dan sisanya terus mendingin. Karena pendinginan maka terus menyusut dan mulai berputar. Selarna proses ini bentuknya berubah menjadi bulat pipih dan akhirnya menjadi seperti cakram. Selama menyusut dan berputar, bahan di bagian luar tertinggal. Bahan ini merupakan pembentuk planet-planet, termasuk planet bumi. Massa intinya menjadi matahari. Menurut teori ini, "alam jagad raya terdapat banyak sekali tata surya."

Konsep tentang kejadian bumi dan manusia menurut Buddha Dhamma agak unik. Di alam semesta ini bukan hanya ada bumi ini. Telah banyak bumi yang muncul dan hancur (kiamat). Manusia yang muncul pertama kali di bumi kita ini tidak seorang, tetapi banyak, dan mereka muncul bukan karena kemauan satu makhluk tertentu.

Di dalam Aganna Sutta, Digha Nikaya, Sutta Pitaka, Tipitaka, dapat dibaca bahwa bumi kita ini semuanya terdiri dari air dan gelap gulita. Makhluk-makhluk pun tidak dibedakan pria atau wanita, namun, mereka memiliki tubuh yang bercahaya dan hidup melayang-layang di angkasa. Setelah waktu lama sekali, tanah dengan sarinya muncul darl dalam air dan rasanya seperti madu tawon mumi. Makhluk-makhluk yang serakah mulai mencicipi tanah itu, dan tergiur akan sari tersebut. Makhluk lainnya ikut mencontoh. Akibat kelakuannya itu, maka cahaya tubuh mereka lenyap, dan tampaklah matahari, bulan, bintang, dan konstelasi-konstelasi. Setelah masa yang lama sekali, tubuh mereka memadat dan bentuknya ada yang indah dan ada yang buruk sesuai dengan takaran mereka makan sari tanah. Mereka yang indah memandang rendah yang bentuk tubuhnya jelek. Lama kelamaan sari tanah pun lenyap dan muncullah tumbuhan dari tanah. Sementara mereka sombong dan congkak, tumbuhan ini lenyap dan muncul tumbuhan menjalar, dan demikian seterusnya setelah tumbuhan menjalar lenyap, muncullah tanaman padi. Setelah waktu yang lama sesuai dengan takaran mereka makan, maka tubuh mereka lebih memadat dan perbedaan bentuknya tampak lebih jelas. Lelaki tampak jelas kelaki-lakiannya dan demikian sebaliknya. Kemudian mereka saling memperhatikan keadaan diri satu sama lain, dan karena perhatianya terlalu banyak, nafsu indera membakarnya, lalu mereka melakukan hubungan kelamin, dan seterusnya.

 

SPEKULASI DAN PENCAPAIN SPIRITUAL

Saat ini, para ilmuwan, ahli sejarah, astronom, biolog, botanis, anthropolog dan pemikir besar telah banyak menyumbang pengetahuan baru mengenai genesis dunia atau alam segiesta. Pengetahuan dan penemuan terakhir sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Buddha. Bertrand Russel menyatakan bahwa ia menghormati Sang Buddha karena Sang Buddha tidak membuat pernyataan yang keliru seperti yang lain yang membunuh dirinya sendiri karena persoalan asal mula dunia.

Keterangan-keterangan yang bersifat spekulatif mengenai asal mula semesta yang diberikan beberapa kepercayaan tertentu tidak dapat diterima oleh para intelektual dan ilmuwan moderen. Sang Buddha tidak membuang waktunya untuk gosip-gosip spekulatif. Gosip tersebut tidak memiliki nilai religius untuk memperoleh kebijaksanaan spiritual. Keterangan tentang asal usul semesta bukanlah tujuan Agama Buddha. Berteori tentang hal itu bukan keperluan pokok untuk menjalani kehidupan yang baik. Tujuan Agama Buddha untuk mengembangkan kehidupan di sini di dunia ini dan alam selanjutnya sehingga akhimya tercapai kebebasan mutlak. Jangan sampai kita dibodohi dan dicemasi oleh spekulasi tentang asal mula kita.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Dhammananda, K.S. 1987. What Buddhists Believe (Expanded and Revised Edition). Buddhist Missionary Society, Kuala Lumpur, 328p.
    Kaharuddin, J. (tanpa tahun). Diktat Abhidhamma 1. Jakarta.
    Narada. 1-979. Abhidhammatthasangaha. Yayasan Dhammadipa Arama, Jakarta, 451p.
  • Prawirohartono, S. 1988. Biologi. Eriangga, Jakarta, 129 hal.
  • Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta, 617 hal.
  • Rahula, Y. (tanpa tahun). The Way to Peace and Happiness. Gunasekera Trust, Sri Lanka, 199p.
  • Tim Penterjemah Kitab Suci Sutta Pitaka. 1983. Sutta Pitaka, Digha Nikaya. Departemen Agama RI Dirjen Bimas Hindu dan Buddha, Jakarta.
  • Wowor, Corneles. 1984. Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Agama Buddha. Akademi Buddhis Nalanda, Jakarta, 22 hal.


Pernah dimuat dalam majalah Pancaran Dharma no. 170.

Diedit kembali oleh Chandadhammo Benny Chandra dan dimuat atas ijin penulis.

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

>
[an error occurred while processing this directive]