|
Update
Terakhir:
|
Wednesday, September 28, 2005 Masa Pembenahan BuddhistOnline.com
Tuesday, May 24, 2005 Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549
Tuesday, May 24, 2005 Renungan Waisak 2549 STI
Friday, May 20, 2005 Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau
Sunday, May 1, 2005 Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?
|
|
|
 |
|
[an error occurred while processing this directive]
|
T i p i t a k a (bagian ke-3)
- Anguttara Nikaya
Merupakan buku keempat dari Sutta Pitaka yang terdiri
atas 9.577 sutta (menurut "An Analysis of
the Pali Canon & Buddhism" oleh Christmas
Humphreys ada 2.308 sutta) dan terbagi atas 11 nipata
(bagian). Sutta-sutta di sini disusun menurut urutan
bernomor untuk memudahkan pengingatan.
- Ekaka Nipata: (yang serba satu) misalnya pikiran
terpusat/tidak terpusat; usaha ketekunan Sang Buddha
dan sebagainya.
- Duka: (yang serba dua), dua jenis kamma vipaka
yaitu yang membuahkan hasil dalam kehidupan sekarang
maupun yang membawa kepada tumimbal lahir dan seterusnya;
dua jenis dana; dua golongan Bhikkhu dan sebagainya.
- Tika: (yang serba tiga), tiga pelanggaran melalui
jasmani, ucapan dan pikiran; tiga perbuatan yang
patut dipuji yaitu kedermawanan, penglepasan, dan
pemeliharaan orang tua; dan sebagainya.
- Catuka: (yang serba empat), empat jenis orang
yaitu tidak bijaksana dan tidak beriman; tidak bijaksana
tapi beriman; bijaksana tapi tidak beriman, bijaksana
dan beriman; empat jenis kebahagiaan (empat Brahma
Vihara, empat sifat yang menjaga Bhikkhu dari kekeliruan);
empat cara pemusatan diri dan sebagainya.
- Pancaka: (yang serba lima), lima ciri yang baik
dari seorang siswa; lima rintangan batin; lima obyek
meditasi; lima sifat buruk; lima perbuatan baik;
dan sebagainya.
- Chakka: kewajiban rangkap enam dari seorang Bhikkhu.
- Sattaka: tujuh jenis kekayaan; tujuh jenis kemelekatan.
- Atthaka: delapan sebab kesadaran; delapan sebab
pemberian dana; delapan sebab gempa bumi.
- Navata: sembilan perenungan; sembilan jenis manusia.
- Dasaka: sepuluh perenungan, sepuluh jenis penyucian
batin.
- Ekadasaka: sebelas jenis kebahagian / jalan menuju
nibbana; sebelas sifat-sifat baik dan buruk dari
seorang pengembala dan Bhikkhu.
- Khuddaka Nikaya
Merupakan buku kelima dari Sutta Pitaka yang terdiri
atas kumpulan lima belas kitab, yaitu:
- Khuddaka Patha: bacaan dari bagian-bagian singkat;
berisi empat teks dan lima sutta, yaitu:
- Saranattaya: pengulangan tiga kali berlindung
pada Buddha,Dhamma dan Sangha.
- Dasasikkhapada: sepuluh sila yang harus dipatuhi
oleh para samanera. Lima pertama harus dipatuhi
oleh umat biasa.
- Dvattimsakara: daftar 32 unsur pokok badan
jasmani.
- Kumarapanha: sepuluh macam tanya jawab untuk
para samanera.
- Mangala Sutta: sebuah syair untuk menjawab
pertanyaan mengenai apakah kebahagian tertinggi
itu.
- Ratana Sutta: sebuah syair mengenai Tiratana
dalam hubungannya untuk menerangkan kepada para
makhluk halus.
- Tirokudda Sutta: syair mengenai pelimpahan
jasa untuk arwah sanak keluarga yang sudah meninggal,
yang terlahir di alam yang menyedihkan.
- Nidhikanda Sutta: syair tentang pengumpulan
harta sejati.
- Metta Sutta: syair tentang cinta kasih universal.
- Dhammapada: kata-kata dari Dhamma; kumpulan 423
bait yang dibagi dalam 26 vagga.
- Udana: kumpulan dari 80 udana yang terbagi menjadi
8 vagga. Kitab ini memuat khotbah Sang Buddha yang
disabdakan pada berbagai kesempatan.
- Bodhi Vagga: menggambarkan kejadian-kejadian
tertentu setelah pencapaian Penerangan Sempurna
oleh Sang Buddha, termasuk khotbah termasyur kepada
Bahiya yang menekankan kehidupan pada saat sekarang.
- Mucalinda: vagga ini dinamai menurut nama raja
Naga yang melindungi Sang Buddha dengan kepalanya.
- Nanda: Sang Buddha meyakinkan saudara tirinya,
Nanda, tentang kehampaan hidup duniawi. Juga memuat
nasehat-nasehat kepada Sangha.
- Meghiya : tanpa memeprdulikan nasehat Sang Buddha,
Meghiya mengasingkan diri ke sebuah hutan mangga
untuk berlatih meditasi, tetapi batinnya segera
diserang pikiran-pikiran tidak baik. Setelah kembali
kepada Sang Buddha, ia diberitahukan bahwa lima
faktor harus ditumbuhkan oleh orang yang batinnya
belum berkembang yaitu persahabatan yang baik, moralitas,
percakapan yang menguntungkan, keteguhan hati, dan
pengetahuan. Juga memuat cerita-cerita Sundari dan
serangan terhadap Sariputta oleh seorang Yakkha.
- Sonathera: memuat kisah kunjungan Raja Pasenadi
kepada Sang Buddha, khotbah kepada Suppabuddha yang
menderita penyakit kusta, penjelasan mengenai delapan
ciri Sasana dan tahun pertama dari kehidupan Sona
sebagai bhikkhu.
- Jaccandha: memuat gambaran tentang Sang Buddha
akan mencapai parinibbana, percakapan Raja Pasenadi,
dan kisah raja yang menyuruh orang-orang yang buta
sejak lahir (jaccandha) untuk masing-masing
meraba dan menggambarkan seekor gajah - untuk membantu
menjelaskan realisasi sebagian dari kebenaran.
- Cula: memuat peristiwa-peristiwa kecil, terutama
mengenai para Bhikkhu secara perorangan.
- Pataligama: memuat definisi termasyur dari Nibbãna
sebagai yang tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak
dibuat, tidak dibentuk, santapan Sang Buddha yang
terakhir dan nasehatnya kepada Ananda mengenai Cunda,
dan kunjungan ke Pataligama tempat Sang Buddha mengungkapkan
lima manfaat menempuh kehidupan suci dan lima kerugian
tidak melakukan hal itu.
- Itivuttaka : kumpulan 112 sutta pendek dalam
4 nipata yang masing-masing disertai syair. Syair-syair
ini biasanya dimulai dengan kata "Iti Vuccati" (demikian
dikatakan). Karya ini terdiri atas ajaran-ajaran
etika dari Sang Buddha
- Sutta Nipata : kumpulan ini terdiri atas lima
vagga yang memuat 71 sutta. Sutta-sutta itu diantaranya
sbb.:
- Uraga Sutta: Bhikkhu yang menyingkirkan semua
nafsu (buruk) manusia, kemarahan, kebencian,
kerakusan, dll.; dan terbebas dari khayalan
dan ketakutan, diperbandingkan dengan seekor
ular yang berganti kulit.
- Dhaniya Sutta: ketenangan duniawi diperbandingkan
dengan ketenangan Sang Buddha.
- Kasibharadvaja Sutta: pekerjaan yang berguna
secara sosial atau duniawi diperbandingkan dengan
usaha-usaha Sang Buddha yang tidak kurang pentingnya
untuk mencapai Nibbãna.
- Cunda Sutta: Sang Buddha menguraikan tentang
4 jenis samana, seorang Buddha, seorang Arahat,
seorang Bhikkhu yang sungguh-sungguh dan bertanggung
jawab, dan seorang Bhikkhu penipu.
- Parabhava Sutta: sebab-sebab kejatuhan seseorang
dalam bidang moral dan batin diuraikan.
- Vasala atau Aggika Bharadvaja Sutta: untuk
menyangkal tuduhan orang buangan, Sang Buddha
menjelaskan bahwa karena perbuatanlah, bukan
garis keturunan, orang menjadi orang buangan
atau brahmana.
- Metta Sutta: unsur-unsur pokok latihan cinta
kasih terhadap semua mahluk.
- Hemawata Sutta: dua orang jakkha ragu-ragu
tentang sifat-sifat Buddha yang dinyatakan olehnya.
Sang Buddha merumuskan uraiannya dengan menjelaskan
jalan pembebasan dari kematian.
- Alavaka Sutta : Sang Buddha menjawab pertanyaan-pertanyaan
Yakkha Alavaka mengenai kebahagiaan, pengertian,
jalan ke Nibbana.
- Vijaya Sutta: suatu analisa tubuh dalam bagian-bagian
pokoknya (yang tidak bersih) dan sebutan Bhikkhu
yang mencapai Nibbãna karena memahami
sifat sejati badan jasmani.
- Muni Sutta: konsepsi idealitas seorang muni
atau orang bijaksana yang menjalani kehidupan
menyepi yang bebas dari nafsu-nafsu.
- Ratana Sutta: pujian kepada Tiratana (Buddha,
Dhamma, dan Sangha).
- Mahamangala Sutta: 38 macam petunjuk-petunjuk
etika dalam menempuh kehidupan suci, mulai dengan
petunjuk-petunjuk etika dasar dan mencapai puncaknya
pada penyelaman Nibbãna.
- Suciloma Sutta: untuk menanggapi sikap mengancam
dari Yakkha Suciloma, Sang Buddha menyatakan
bahwa nafsu, kebencian, keraguan, dan sebagainya
bermula dengan badan jasmani, keinginan, dan
konsep aku.
- Rahula Sutta: Sang Buddha menasehati putra-Nya
yang telah ditahbiskan, Rahula, untuk menghormati
orang bijaksana, bergaul dan berhubungan sesuai
dengan prinsip-prinsip seorang pertapa.
- Vangisa Sutta: Sang Buddha memberi kepastian
kepada Vangisa bahwa gurunya yang telah wafat,
Nigrodhakappa, telah mencapai Nibbãna.
- Dhammika Sutta: Sang Buddha menjelaskan kepada
Dhammika kewajiban masing-masing dari seorang
Bhikkhu dan umat biasa; umat biasa diharapkan
untuk mentaati Pancasila dan memperingati hari-hari
Uposatha.
- Pabbajja Sutta : Raja Bimbisara dari Magadha
menggoda Sang Buddha dengan kekayaan meterinya
dan menanyakan garis keturunannya. Sang Buddha
menunjukkan kenyataan tentang kelahiran di antara
kaum Sakya dari Kosala dan Ia telah mengatasi
khayal dari kenikmatan-kenikmatan indria.
- Padhana Sutta: uraian yang jelas sekali mengenai
godaan Mara menjelang pencapaian Penerangan
Sempurna oleh Sang Buddha.
- Subhasita Sutta: bahasa para Bhikkhu hendaknya
baik dalam penuturannya, menyenangkan, tepat,
dan benar.
- Salla Sutta: kehidupan itu berlangsung singkat
dan semua kehidupan terancam oleh kematian,
tetapi orang bijaksana yang memahami sifat kehidupan
tidak merasa takut.
- Vasetta Sutta: dua orang pemuda, Bharadvaja
dan Vasettha, membahas masalah martabat brahmana
karena kelahiran, tetapi Vasettha mengatakan
bahwa seseorang menjadi brahmana hanya karena
perbuatan. Sang Buddha akhirnya menegaskan pandangan
Vasettha sebagai pendapat yang benar.
- Kokaliya Sutta: Kokaliya secara keliru menganggap
keinginan-keinginan jahat berasal dari Sariputta
dan Moggallana dan akhirnya menimbulkan penderitaan,
karena kematian dan tumimbal lahir di salah
satu alam neraka. Sang Buddha kemudian menyebutkan
satu persatu neraka-neraka yang berbeda dan
menggambarkan hukuman atas perbuatan mengumpat
dan menfitnah.
- Nalaka Sutta: ramalan Pertapa Asita mengenai
Buddha Gotama yang akan datang. Putra adik perempuannya,
Nalaka, memiliki kebijaksanaan tertinggi yang
dibentangkan kepadanya oleh Sang Buddha.
- Dvayatanupassana Sutta: dukkha timbul
dari substansi, ketidaktahuan, panca khandha,
keinginan, kemelekatan, usaha, makanan, dan
sebagainya.
- Magandiya Sutta: kembali Sang Buddha menekankan
kepada Magandiya, seorang yang yakin akan kesucian
melalui filsafat, bahwa kesucian hanya dapat
terjadi karena kedamaian batin.
- Purabheda Sutta: kelakuan dan ciri-ciri seorang
bijaksana sejati yaitu kebebasan dari keserakahan,
kemarahan, keinginan, nafsu, dan kemelekatan
dan senatiasa tenang, tenggang ras, dan bermental
seimbang.
- Culaviyuha Sutta: uraian mengenai mazhab-mazhab
filsafat yang berbeda semuanya saling bertentangan
tanpa menyadari bahwa kebenaran itu satu.
- Mahaviyuha Sutta: para ahli filsafat hanya
memuji diri mereka sendiri dan mengecam orang
lain, tetapi seorang brahmana sejati tetap tidak
tertarik kepada pencapaian intelektual yang
meragukan itu dan karenanya tenang dan damai.
- Attadanda Sutta: orang bijaksana hendaknya
tulus, tidak berbohong, sederhana, bebas dari
ketamakan dan fitnah, bersemangat dan tanpa
keinginan untuk memperoleh nama dan kemasyuran.
- Vimanavatthu: cerita-cerita mengenai rumah di
surga yang merupakan 85 syair dalam tujuh vagga
mengenai pahala dan tumimbal lahir di alam-alam
surga.
- Petavatthu: terdiri atas 51 syair dalam 4 vagga
mengenai tumimbal lahir sebagai setan pengembara
karena perbuatan-perbuatan tercela.
- Theragatha: syair tentang para Bhikkhu senior
(thera), kumpulan syair-syair, yang disusun
oleh para Thera semasa hidup Sang Buddha. Beberapa
syair berisi riwayat hidup para Thera, sedang lainnya
berisi pujian yang diucapkan para Thera atas pembebasan
yang telah dicapai.
- Therigatha: syair tentang para Bhikkhuni senior
(theri), buku yang serupa dengan Theragatha
yang merupakan kumpulan dari ucapan para Theri semasa
hidup Sang Buddha.
- Jataka: cerita kelahiran merupakan kumpulan yang
memuat 547 kisah yang dianggap sebagai cerita tentang
kehidupan-kehidupan lampau Sang Buddha. Nidana Katha
atau cerita tentang garis silsilah adalah ulasan
pengantar yang menguraikan kehidupan Sang Buddha
sampai pembukaan Vihãra Jetavana di Savatthi
dan juga kehidupan-kehidupan lampaunya di bawah
Buddha-Buddha terdahulu.
- Niddesa: terbagi dalam Mahaniddesa, sebuah ulasan
mengenai Atthakavagga dari Sutta Nipata, dan Culaniddesa,
sebuah ulasan mengenai Parayanavagga dan Khaggavisana
Sutta yang juga dari Sutta Nipata. Niddesa ini sendiri
diulas dalam Saddhammapajjotika dari Upasena dan
di situ dihubungkan dengan Sariputta.
- Patisambhidamagga: suatu analisa Abhidhamma tentang
konsep dan latihan yang sudah disebutkan dalam Vinaya
Pitaka dan Digha, Samyutta dan Anguttara Nikaya.
Ini dibagi dalam 3 bagian; Maha vagga, Yuganaddha-vagga
dan Panna-vagga; tiap-tiap vagga memuat sepuluh
topik (katha).
- Apadana: Kisah dalam syair tentang kehidupan
lampau dari 550 orang Bhikkhu dan 40 orang Bhikkhuni,
yang semuanya diceritakan hidup pada masa Sang Buddha.
- Buddhavamsa: Riwayat Para Buddha yang di dalamnya
Sang Buddha menuturkan cerita tentang kebulatan
hatinya untuk menjadi Buddha, dan mengungkapkan
riwayat 24 Buddha yang mendahuluinya.
- Cariyapitaka: 35 kisah dari Jataka dalam syair
yang melukiskan 7 dari 10 Kesempurnaan (dasa
parami) yaitu kemurahan hati, moralitas, penglepasan,
kebijaksanaan, daya usaha, kesabaran, kebenaran,
keteguhan hati, cinta kasih, dan keseimbangan batin.
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
| |
 |
| |