|
Update
Terakhir:
|
Wednesday, September 28, 2005 Masa Pembenahan BuddhistOnline.com
Tuesday, May 24, 2005 Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549
Tuesday, May 24, 2005 Renungan Waisak 2549 STI
Friday, May 20, 2005 Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau
Sunday, May 1, 2005 Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?
|
|
|
|
 |
|
[an error occurred while processing this directive]
|
|
T i p i t a k
a
(bagian ke-4)
ABHIDHAMMA PITAKA
Ketika Abhidhamma Pitaka berisi uraian filsafat Buddha
Dhamma yang disusun secara analitis dan mencakup berbagai
bidang, seperti ilmu jiwa, logika, etika, dan metafisika.
Jadi merupakan penyajian khusus tentang Dhamma seperti
yang terdapat dalam Sutta Pitaka. Pada umumnya, isinya
terdapat dalam sutta-sutta akan tetapi yang diuraikan
dalam bagian ini adalah bentuk yang terperinci. Kitab
ini terdiri atas 7 buah buku (pakara), yaitu:
- Dhammasangani: perincian Dhamma-Dhamma,
yakni unsur-unsur atau proses-proses batin.
- Vibhanga: perbedaan atau penetapan. Pendalaman
mengenai soal-soal dalam Dhammasangani dengan metode
yang berbeda. Buku ini terbagi menjadi 8 bab (vibhanga)
dan masing-masing mempunyai 3 bagian.
- Dhatukatha: penjelasan mengenai unsur-unsur,
yaitu mengenai unsur-unsur batin dan hubungannnya
dengan kategori lain. Buku ini terbagi menjadi 14
bagian.
- Puggalapannatti: penjelasan mengenai orang-orang,
terutama menurut tahap-tahap pencapaian merka sepanjang
Jalan. Dikelompokkan menurut urutan bernomor, dari
kelompok satu sampai sepuluh, seperti sistem dalam
Kitab Anguttara Nikaya.
- Kathavatthu: pokok-pokok pembahasan, yaitu
pembebasan dan bukti-bukti kekeliruan dari berbagai
sekte (aliran-aliran) tentang hal-hal yang berhubungan
dengan theologi dan metafisika. Terdiri atas 23 bab
yang merupakan kumpulan percakapan-percakapan (katha).
- Yamaka: kitab pasangan, yang oleh Geiger
disebut logika terapan. Pokok masalahnya adalah psikologi
dan uraiannya disusun dalam pertanyaan-pertanyaan
berpasangan. Kitab ini terbagi menjadi 10 bab yang
disebut Yamaka.
- Patthana: kitab hubungan, yaitu analisa
mengenai hubungan-hubungan (sebab-sebab dan sebagainya)
dari batin dan jasmani yang berkenaan dengan 24 paccaya
(kelompok sebab-sebab).
Gaya bahasa dalam Kitab Abhidhamma bersifat sangat
teknis dan analitis, berbeda dengan gaya bahasa dalam
Kitab Sutta Pitaka dan Vinaya Pitaka yang bersifat naratif,
sederhana, dan mudah dimengerti oleh umum. Pada dewasa
ini sudah banyak bagian dari Tipitaka yang telah diterjemahkan
dan dibukukan ke dalam Bahasa Indonesia misalnya Kitab
Dhammapada; beberapa Sutta dari bagian Sutta Pitaka
lainnya; beberapa bagian dari Vinaya Pitaka dan juga
beberapa bagian (buku) dari Abhidhamma Pitaka.
ooooooOOOOOoooooo
Bahan Acuan:
- Pedoman Penghayatan dan Pembabaran Agama Buddha
Mazhab Theravada di Indonesia.
- Iktisar Tipitaka, disusun oleh Budhiarta dan Dharma
K. Widya.
- Materi Pokok Pendidikan Agama Buddha Universitas
Terbuka, Modul 4 - 6.
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|
|
 |
|
|