[an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive]

[an error occurred while processing this directive]
Update Terakhir:
[an error occurred while processing this directive]

 

   
Click Here!

 

Dhammacakkapavattana Sutta

Khotbah Pemutaran Roda Dhamma
Samyutta Nikaya LVI:11

 

  1. Dibabarkan oleh Sang Buddha di Taman Rusa, Isipatana, Kota Benares, kepada 5 orang pertapa : Assajji, Vappa, Bhadiya, Kondanna, Mahanama.

  2. Ada dua hal ekstrim yang patut ditinggalkan, yaitu:
    • Mengikuti kesenangan nafsu
    • Melakukan penyiksaan diri

  3. Kedua hal ekstrim di atas dihindari, dan digantikan dengan Jalan Tengah (Majjhima Patipada), yaitu Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariyo Atthangiko Maggo):
    • Samma ditthi (berpengertian benar)
    • Samma sankappo (berpikiran benar)
    • Samma vaca (berkata benar)
    • Samma kammanto (bertindak benar)
    • Samma ajivo (berpenghidupan benar)
    • Samma vayamo (berupaya benar)
    • Samma sati (berperhatian benar)
    • Samma samadhi (berkonsentrasi benar)

  4. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (Dukkha Ariya Sacca):
    Kelahiran, usia tua, mati, sedih, keluh kesah, menderita, berperasaan tidak senang, berkumpul dengan yang tidak disenangi, berpisah dari yang dicintai, tidak memperoleh apa yang diingini, lima kelompok perpaduan (pancakkhandha)

  5. Kebenaran Mulia tentang sebab Dukkha (Dukkha Samudaya Ariya Sacca)
    Tanha (ketagihan) yang menyebabkan tumimbal lahir disertai dengan hawa nafsu (nandiragasahagata) yang menemukan kesenangan di sana-sini:
    • Kama tanha: ketagihan akan kesenangan indera
    • Bhava tanha: ketagihan akan 'penjadian' (proses menjadi)
    • Vibhava tanha: ketagihan akan pemusnaan diri

  6. Kebenaran Mulia tentang terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Ariya Sacca)
    Terhentinya semua hawa nafsu tanpa sisa.

  7. Kebenaran Mulia tentang Jalan menuju terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Gaminipatipada Ariya Sacca)
    • Samma ditthi (berpengertian benar)
    • Samma sankappo (berpikiran benar)
    • Samma vaca (berkata benar)
    • Samma kammanto (bertindak benar)
    • Samma ajivo (berpenghidupan benar)
    • Samma vayamo (berupaya benar)
    • Samma sati (berperhatian benar)
    • Samma samadhi (berkonsentrasi benar)

  8. Tiga Tahap Kebenaran Mulia tentang Dukkha :
    • diketahui sebagai kebenaran sejati
    • harus dipahami
    • telah dipahami

  9. Tiga Tahap Kebenaran Mulia tentang Sebab Dukkha:
    • diketahui sebagai kebenaran sejati
    • harus dipadamkan
    • telah dipadamkan

  10. Tiga Tahap Kebenaran Mulia tentang terhentinya Dukkha:
    • diketahui sebagai kebenaran sejati
    • harus direalisasi
    • telah direalisasi

  11. Tiga Tahap Kebenaran Mulia tentang Jalan menuju padamnya terhentinya Dukkha.
    • diketahui sebagai kebenaran sejati
    • harus dijalankan
    • telah dijalankan
      catatan:
      masing-masing tahap menimbulkan:
      pandangan (cakkhu), pengetahuan (nana), kebijaksanaan (panna), penembusan (vijja), cahaya (aloko).

  12. Sang Buddha menyatakan, selama pengetahuan dan pengertian Beliau terhadap Empat Kebenaran Mulia dalam 3 tahap, 12 segi pandangan di atas belum sempurna, Beliau tidak menyatakan diri telah merealisasi Kebijaksanaan Agung.

  13. Sang Buddha menyatakan, setelah pengetahuan dan pengertian Beliau terhadap Empat Kebenaran Mulia dalam 3 tahap, 12 segi pandangan di atas sempurna, hanya pada saat itu Beliau menyatakan diri telah merealisasi Kebijaksanaan Agung.

  14. Beliau menyatakan: "Tak tergoncangkan batin saya yang telah terbebas, inilah tumimbal lahir yang terakhir. Tidak ada lagi tumimbal lahir bagi saya."

  15. Kondanna merealisasi dhammacakkhu

  16. Para Dewa (dimulai dari dewa Catummaharajika s/d Brahmakayika dewa berseru serempak:
    "Di dekat Benares, di Isipatana, di Migadaya, telah diputar Roda Dhamma (Dhammacakka) yang tiada banding, oleh Sang Bhagava, yang tidak dapat dihentikan, baik oleh samana, brahmana, deva, mara, brahma atau siapa pun."

  17. Saat itu alam semesta bergoyang disertai gemuruh dan cahaya gilang-gemilang yang tak terukur.

  18. Sang Bhagava menyatakan bahwa Kondanna telah mengerti.

Pembagian dukkha dalam empat kesunyataan mulia:

  1. Dukkha-dukkha = dukkha biasa
  2. Viparinama dukkha = dukkha inherent dalam perubahan
  3. Sankhara dukkha = dukkha inherent di dalam lima kelompok perpaduan (pancakkhandha)

Pancakkhandha:

  1. Vedanakkhandha = kelompok perpaduan perasaan
  2. Sannakkhandha = kelompok perpaduan pencerapan
  3. Sankharakkhandha = kelompok perpaduan bentuk / faktor batin
  4. Vinnanakkhandha = kelompok perpaduan kesadaran
  5. Rupakkhandha = kelompok perpaduan jasmani

Disusun oleh: Dhamma Study Group Bogor

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[an error occurred while processing this directive]