|
Update
Terakhir:
|
Wednesday, September 28, 2005 Masa Pembenahan BuddhistOnline.com
Tuesday, May 24, 2005 Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549
Tuesday, May 24, 2005 Renungan Waisak 2549 STI
Friday, May 20, 2005 Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau
Sunday, May 1, 2005 Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?
|
|
|
|
 |
|
|
|
Dhammacakkapavattana
Sutta
Khotbah Pemutaran Roda Dhamma
Samyutta Nikaya LVI:11
- Dibabarkan oleh Sang Buddha di Taman Rusa, Isipatana,
Kota Benares, kepada 5 orang pertapa : Assajji, Vappa,
Bhadiya, Kondanna, Mahanama.
- Ada dua hal ekstrim yang patut ditinggalkan, yaitu:
- Mengikuti kesenangan nafsu
- Melakukan penyiksaan diri
- Kedua hal ekstrim di atas dihindari, dan digantikan
dengan Jalan Tengah (Majjhima Patipada), yaitu Jalan
Mulia Berunsur Delapan (Ariyo Atthangiko Maggo):
- Samma ditthi (berpengertian benar)
- Samma sankappo (berpikiran benar)
- Samma vaca (berkata benar)
- Samma kammanto (bertindak benar)
- Samma ajivo (berpenghidupan benar)
- Samma vayamo (berupaya benar)
- Samma sati (berperhatian benar)
- Samma samadhi (berkonsentrasi benar)
- Kebenaran Mulia tentang Dukkha (Dukkha Ariya Sacca):
Kelahiran, usia tua, mati, sedih, keluh kesah, menderita,
berperasaan tidak senang, berkumpul dengan yang tidak
disenangi, berpisah dari yang dicintai, tidak memperoleh
apa yang diingini, lima kelompok perpaduan (pancakkhandha)
- Kebenaran Mulia tentang sebab Dukkha (Dukkha Samudaya
Ariya Sacca)
Tanha (ketagihan) yang menyebabkan tumimbal lahir
disertai dengan hawa nafsu (nandiragasahagata) yang
menemukan kesenangan di sana-sini:
- Kama tanha: ketagihan akan kesenangan indera
- Bhava tanha: ketagihan akan 'penjadian' (proses
menjadi)
- Vibhava tanha: ketagihan akan pemusnaan diri
- Kebenaran Mulia tentang terhentinya Dukkha (Dukkha
Nirodha Ariya Sacca)
Terhentinya semua hawa nafsu tanpa sisa.
- Kebenaran Mulia tentang Jalan menuju terhentinya
Dukkha (Dukkha Nirodha Gaminipatipada Ariya Sacca)
- Samma ditthi (berpengertian benar)
- Samma sankappo (berpikiran benar)
- Samma vaca (berkata benar)
- Samma kammanto (bertindak benar)
- Samma ajivo (berpenghidupan benar)
- Samma vayamo (berupaya benar)
- Samma sati (berperhatian benar)
- Samma samadhi (berkonsentrasi benar)
- Tiga Tahap Kebenaran Mulia tentang Dukkha :
- diketahui sebagai kebenaran sejati
- harus dipahami
- telah dipahami
- Tiga Tahap Kebenaran Mulia tentang Sebab Dukkha:
- diketahui sebagai kebenaran sejati
- harus dipadamkan
- telah dipadamkan
- Tiga Tahap Kebenaran Mulia tentang terhentinya
Dukkha:
- diketahui sebagai kebenaran sejati
- harus direalisasi
- telah direalisasi
- Tiga Tahap Kebenaran Mulia tentang Jalan menuju
padamnya terhentinya Dukkha.
- diketahui sebagai kebenaran sejati
- harus dijalankan
- telah dijalankan
catatan:
masing-masing tahap menimbulkan:
pandangan (cakkhu), pengetahuan (nana), kebijaksanaan
(panna), penembusan (vijja), cahaya (aloko).
- Sang Buddha menyatakan, selama pengetahuan dan
pengertian Beliau terhadap Empat Kebenaran Mulia dalam
3 tahap, 12 segi pandangan di atas belum sempurna,
Beliau tidak menyatakan diri telah merealisasi Kebijaksanaan
Agung.
- Sang Buddha menyatakan, setelah pengetahuan dan
pengertian Beliau terhadap Empat Kebenaran Mulia dalam
3 tahap, 12 segi pandangan di atas sempurna, hanya
pada saat itu Beliau menyatakan diri telah merealisasi
Kebijaksanaan Agung.
- Beliau menyatakan: "Tak tergoncangkan batin
saya yang telah terbebas, inilah tumimbal lahir yang
terakhir. Tidak ada lagi tumimbal lahir bagi saya."
- Kondanna merealisasi dhammacakkhu
- Para Dewa (dimulai dari dewa Catummaharajika s/d
Brahmakayika dewa berseru serempak:
"Di dekat Benares, di Isipatana, di Migadaya,
telah diputar Roda Dhamma (Dhammacakka) yang tiada
banding, oleh Sang Bhagava, yang tidak dapat dihentikan,
baik oleh samana, brahmana, deva, mara, brahma atau
siapa pun."
- Saat itu alam semesta bergoyang disertai gemuruh
dan cahaya gilang-gemilang yang tak terukur.
- Sang Bhagava menyatakan bahwa Kondanna telah mengerti.
Pembagian dukkha dalam empat kesunyataan mulia:
- Dukkha-dukkha = dukkha biasa
- Viparinama dukkha = dukkha inherent dalam perubahan
- Sankhara dukkha = dukkha inherent di dalam lima
kelompok perpaduan (pancakkhandha)
Pancakkhandha:
- Vedanakkhandha = kelompok perpaduan perasaan
- Sannakkhandha = kelompok perpaduan pencerapan
- Sankharakkhandha = kelompok perpaduan bentuk /
faktor batin
- Vinnanakkhandha = kelompok perpaduan kesadaran
- Rupakkhandha = kelompok perpaduan jasmani
Disusun oleh: Dhamma
Study Group Bogor
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|
|
 |
|
|