BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

 

Tujuan Hidup Manusia

Tanya:

  1. Sebenarnya apa yang kita cari dalam hidup ini? Bukankah alam manusia adalah alam yang paling baik untuk seseorang mencapai tingkat keBuddhaan? Lalu, apa yang harus saya lakukan agar saya dapat mencapai keBuddhaan dalam kehidupan ini? Sebab kalau kita hanya berbuat baik setelah meninggal kita (hanya) akan lahir di surga, padahal sebelumnya kita pernah lahir di surga?
  2. Sebenarnya apa yang dapat membuat seseorang menjadi Buddha? Di dalam Sutta Pitaka dikatakan penyebabnya adalah Delapan Jalan Utama, tetapi mengapa Bodhisatta seperti sebelum terlahir sebagai Pangeran Siddhatta (dalam Kitab Jataka) yang telah melakukan Delapan Jalan Utama tidak dapat (langsung) menjadi Buddha? Mengapa harus sampai terlahir sebagai pangeran Siddhatta terlebih dahulu (lahir berulang-ulang yang banyak sekali)?

Akwang, Jakarta

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,

  1. Dalam Dhamma diterangkan bahwa terdapat tiga tujuan hidup manusia, yaitu hidup di dunia bahagia, mencapai surga setelah meninggal, dan bisa mencapai Nibbãna baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang. Oleh karena itu, seseorang ketika terlahir sebagai manusia hendaknya berjuang untuk memenuhi salah satu atau ketiga tujuan hidup tersebut. Pertama, tentunya dia ingin memperoleh kesejahteraan dalam kehidupan ini, termasuk kecukupan ekonominya. Setelah itu, dia bisa melakukan kebajikan dengan dana dan sila untuk membina kelahiran dia di alam surga setelah meninggal. Lalu, dia hendaknya juga mengembangkan meditasi, samatha, dan vipassana, sehingga dalam kehidupan ini apabila ia berhasil dalam samatha, ia tidak hanya terlahir di surga, melainkan di alam brahma. Sedangkan dengan mengembangkan vipassana, maka keberhasilannya akan memberikan kesempatan untuk dia mencapai nibbana dalam kehidupan ini juga, ataupun kehidupan yang akan datang. Dengan demikian, melaksanakan dana, sila, dan samadhi adalah merupakan tugas utama para umat Buddha baik yang ingin mencapai kesucian / keBuddhaan dalam kehidupan ini maupun tidak.



  2. Seseorang bisa menjadi Buddha karena pelaksanaan Jalan Mulia Berunsur Delapan. Namun, seorang Bodhisatta karena niat luhurnya, dia bertekad untuk lahir kembali agar dapat menyempurnakan paramita walau dia sudah berpotensi mencapai kesucian sebagai Savaka Buddha dalam satu kehidupan tertentu. Jadi, karena tekad luhurnya itulah, seorang Bodhisatta tidak dapat menjadi Buddha sebelum semua paramitanya terpenuhi.

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]