|
Tidak Mau Terjebak
dalam Perbedaan
Tanya:
Namo Buddhaya,
Salam kenal kepada pengasuh rubrik ini. Menurut saya,
Sang Buddha telah secara tegas mengajarkan kepada siswa-Nya
untuk tidak terjebak dalam segala bentuk perbedaan.
Nah, melihat perkembangannya di Indonesia jelas sekali
menyimpangnya. Kita lihat saja perbedaan pendapat antar
mazhab dalam Buddhisme di mana menimbulkan satu kefanatikan
tersendiri, menganggap diri sendiri (mazhab) paling
benar, yang lain salah, dan tidak murni alias sesat.
Sikap seperti ini jelas memunculkan kondisi yang tidak
menyejukkan bagi pembentukan kesadaran umat. Sekarang,
menurut pengasuh, solusi apa yang bisa kita lakukan
bersama untuk membenahi hal-hal tersebut?
Gumanti, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Tujuan tertinggi dalam Agama
Buddha memang menjadi orang yang memiliki batin seimbang,
terbebas dari pembedaan. Namun, tingkat pencapaian ini
baru diperoleh apabila seseorang telah melatih diri
mengembangkan kerelaan, kemoralan, dan konsentrasi dengan
sempurna. Selama orang masih belum sempurna, maka dia
tentu saja masih bisa terjatuh dan terpesona dengan
perbedaan-perbedaan yang ada di dunia, akhirnya, muncullah
sifat yang kurang obyektif serta menganggap dirinya
yang paling hebat dan pihak lain yang berbeda adalah
salah atau bahkan sesat. Hal ini tentu saja hanya bisa
terjadi kalau memang orang tersebut belum mencapai kesucian.
Oleh karena itu, agar perilaku umat Buddha menjadi baik
dan terbebas dari arogansi, tidak ada lain yang harus
dikembangkan selain memperbanyak kesempatan untuk melatih
kerelaan, kemoralan, dan konsentrasi. Di masyarakat,
dengan berbagai lembaganya, termasuk vihãra,
hendaknya meningkatkan kualitas pelaksanaan Dhamma dalam
berbagai segi ini. Apabila agama sudah tidak lagi menjadi
bagian dari upacara saja yang bersifat formal, melainkan
sudah menjadi jalan hidup, maka pasti lenyaplah pembedaan
dan arogansi yang selama ini masih banyak dimiliki oleh
para umat Buddha.
Sdr Gumanti yang baik, saya usulkan agar selalu menyebarkan
ajaran yang menyejukkan dan meningkatkan kualitas batin
yang baik tanpa lelah dan tanpa henti, dan dicontohkan
dengan tindakan melalui jasmani, ucapan, dan pikiran
sehingga niscaya paling sedikit akan menyebar kepada
orang-orang di sekitar kita yang paling dekat (tak perduli
agama / ras apa pun mereka). Kemudian secara pelan-pelan,
ajak juga mereka melakukan hal yang sama.
Semoga semua mahluk berbahagia dan tenteram.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|