|
Agama Buddha dan
Masturbasi
Tanya:
Namo Buddhaya,
Bagaimana pandangan Agama Buddha tentang masturbasi
(onani)? Apakah dapat menambah kamma buruk bagi yang
melakukannya?
Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. Semoga semua
makhluk berbahagia.
Andy, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Onani memang tidak termasuk pelanggaran
sila dari Pancasila Buddhis. Namun, sesungguhnya onani
dilakukan karena ketamakan dan kemelekatan kita pada
kenikmatan tertentu. Oleh karena itu, perbuatan ini
bisa dikatakan melanggar Dhamma, yaitu memuaskan ketamakan
berdasarkan kegelapan batin. Jadi, sebaiknya dihindari
saja.
Sdr. Andy yang baik, Namo Buddhaya. Walaupun banyak
pendapat umum di dalam psikologi moderen yang menyebutkan
bahwa masturbasi tidak berakibat apapun bila dilakukan
tanpa rasa menyesal, namun secara Buddhis, jelas bahwa
masturbasi adalah mengumbar nafsu indera secara sadar.
Mengumbar nafsu indera merupakan salah satu perwujudan
dari perbuatan buruk (akusala kamma).
Hindarilah pengumbaran nafsu indera, karena walaupun
efeknya secara klinis jangka pendek belum ditemui, namun
secara batin sangat jelas efeknya, dan bila dilakukan
berkelanjutan, akan menimbulkan reaksi refleks yang
berakibat tidak menyenangkan, baik secara fisik, secara
klinis, maupun secara batin.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|