|
Relik Tidak Bisa
Hancur?
Tanya:
Saya mau tanya, apakah benar bahwa relik itu akan terapung
di atas air dan tidak bisa hancur oleh apapun, misalnya
dipukul dengan palu baja?
Jonwin, Surabaya
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Relik yang juga disebut sebagai
saririka dhatu atau sisa jasmani para arahat
ini merupakan salah satu obyek pujaan dalam Agama Buddha.
Namun, sesungguhnya relik adalah tetap merupakan benda
simbolis. Lambang orang yang telah berhasil menyelesaikan
tugas kehidupannya dengan melaksanakan Buddha Dhamma.
Dan, karena relik merupakan simbol saja, relik tentu
saja dapat pecah karena benturan atau pukulan, apalagi
dengan palu baja. Begitu pula, karena sifat bendanya,
maka relik yang besar akan tenggelam dalam air, dan
relik kecil bisa terapung di permukaan air karena adanya
tegangan permukaan air. Kejadian ini juga bisa dilihat
apabila kita meletakkan sebatang jarum di atas permukaan
air, maka jarum itupun akan terapung.
Oleh karena itu, seseorang memuja
relik janganlah karena adanya bumbu cerita seperti di
atas, namun, kembalikanlah pada fungsi semula, yaitu
lambang pencapaian mereka yang mau berusaha melaksanakan
Dhamma dalam kehidupannya.
Sdr. Jonwin yang baik, relik manakah yang Saudara maksud?
Karena relik banyak jenisnya. Relik berupa rambut tentu
sangat kuat walaupun ditindih oleh palu baja sekalipun,
bila tidak telak mengena titik hancur rambut, maka tetap
akan berupa rambut. Agar dipahami, bahwa tiap materi
memiliki titik hancur pada bagian tertentu bila terkena
benturan benda lain. Hanya saja, manusia yang pengetahuannya
terbatas akan titik hancur benda-benda tersebut.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|