|
Cara Melakukan Pelimpahan
Jasa
Tanya:
Apakah pelimpahan jasa harus dilakukan dengan berdana
ke tempat-tempat ibadah dan orang-orang tergolong suci,
atau bisa kita berikan kepada orang yang menurut kita
sedang memerlukan?
Indra Darmawan, Surabaya
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Inti pelimpahan jasa adalah perbuatan
baik yang dilakukan atas nama orang yang telah meninggal.
Sedangkan untuk obyek kebajikan, tidak harus satu pihak
yang sama terus menerus. Orang bisa melakukan kebajikan
kepada siapapun juga, di manapun saja dan sesering mungkin,
tidak ada batasannya. Yang penting, jangan lupa mengucapkan
dalam hati: "Semoga dengan kebajikan yang telah
saya lakukan pada hari ini, dapatlah memberikan kebahagiaan
kepada almarhum ....sesuai dengan kondisi kammanya.
Semoga almarhum bahagia, semoga semua mahluk berbahagia.'
Sdr. Indra Darmawan yang baik, bila ditujukan hanya
untuk almarhum / almarhumah, maka 'pelimpahan jasa'
dapat dilakukan dalam tiap perbuatan baik tanpa kecuali,
NAMUN akan lebih efektif apabila perbuatan baik itu
adalah perbuatan baik yang sering dan senang dilakukan
oleh almarhum / almarhumah, karena ia pasti memiliki
kesan kuat akan perbuatan baik yang senang dilakukannya.
Oleh karena itu janganlah terikat kepada promosi untuk
melakukan 'pelimpahan jasa' dengan cara-cara yang umum
dilakukan umat Buddha, WALAUPUN itu tetap perbuatan
baik; namun bila ingin 'melimpahkan jasa', cobalah cari
perbuatan baik yang senang dilakukan oleh yang akan
'dilimpahkan jasa.'
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|