BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

[]    
[]
[an error occurred while processing this directive]

 

Beda Buddha dan Arahat

Tanya:
Namo Buddhaya,

  1. Apakah yang membedakan seorang Arahat dengan Buddha?
  2. Apakah Sang Buddha 'menyediakan' alam tersendiri buat pengikutnya yang telah mencapai Nibbana?

Terima kasih sebelumnya.

Suharyono, Oregon, USA

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,

  1. Seorang Buddha adalah mereka yang telah mencapai kesucian, dan ia juga disebut sebagai Arahat. Dalam pengertian sehari-hari, orang yang telah mencapai kesucian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
    1. Sammasambuddha: ia yang telah mencapai kesucian karena perjuangannya sendiri dan mampu mengajarkan Dhamma (Buddha Dhamma) sehingga orang lain mencapai kesucian yang sama. Kelompok pencapaian kesucian inilah, yang biasa hanya disebut sebagai Buddha.
    2. Savakabuddha: adalah para murid Sammasambuddha, yang setelah mendengar pelajaran Beliau, mereka juga mencapai kesucian yang sama, dan mereka juga mampu mengajarkan Dhamma. Kelompok pencapaian inilah yang sering hanya disebut sebagai Arahat.
    3. Paccekabuddha: adalah mereka yang melaksanakan Dhamma dan mencapai kesucian, namun tidak memiliki kemampuan untuk mengajarkan Dhamma kepada orang lain sehingga mencapai kesucian.


    Buddha dengan Arahat, yang sama adalah musnahnya kekotoran batin secara total. Sedangkan perbedaannya banyak sekali, misalnya:
    • Paramita yang dihimpun berbeda lamanya.
    • Ketika pertama kali Bodhisatta bertekad menjadi Buddha, ia telah memiliki potensi untuk menjadi Arahat.
    • Tanda istimewa tubuh fisiknya, untuk Buddha ada 32 tanda manusia agung.
    • Buddha sebagai penemu kembali Dhamma, sedangkan Arahat bukan menemukan kembali melainkan merealisasi ke-Arahatan dengan mengikuti ajaran Buddha.
    • Buddha pasti memiliki tevijja, sedangkan Arahat belum tentu memilikinya.
    • Buddha pasti sebagai manusia, sedangkan Arahat tidak harus manusia, bisa deva, bisa brahma.
    • dan masih banyak lagi perbedaannya.

     

  2. Nibbana adalah tidak terlahirkan kembali. Oleh karena itu, tidak diperlukan alam tersendiri untuk mereka yang telah mencapai kesucian. Mereka tidak lagi memiliki kondisi untuk terlahirkan kembali.

    Sdr Suharyono yang baik, Buddha tidak mempunyai alam tersendiri untuk mereka yang telah merealisasi tingkat kesucian tertinggi. Namun bagi mahluk suci tingkat I sampai dengan III (mereka juga telah merealisasi Nibbana), bila telah meninggal dunia ada tempat khusus, sbb:
    • Sotapana dan Sakadagami: dapat tumimbal lahir di salah satu dari 21 alam yaitu: Manussa 1, deva 6, rupa brahma 10 bila memiliki Jhana (tidak termasuk Asannasatta bhumi dan Suddhavasa bhumi) atau Arupa brahma bhumi 4.
    • Anagami: dapat tumimbal lahir di salah satu dari 5 alam yaitu Suddhavasa 5 (tergantung kekuatan panca bala yang mana yang dominan dikembangkan); khusus yang ini akan merealisasi Arahat di Suddhavasa ini dan tidak tunggang langgang lagi di alam lainnya.

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]