|
Takut Akan Akibat
Pelanggaran Sila
Tanya:
Misalnya kita telah melakukan suatu perbuatan melanggar
Pancasila Buddhis yang dikatakan berakibat akan terlahir
di alam neraka, setan, atau hewan. Apakah setelah meninggal
nanti kita pasti akan terlahir di alam penuh penderitaan
tersebut? Bagaimana mengatasi rasa takut akan bakal
penderitaan tersebut?
Joni, Pekan Baru
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Apabila kita telah menyadari
bahwa perbuatan kita bisa mengakibatkan kelahiran di
alam menderita, maka hendaknya kita dapat menghentikan
perbuatan buruk itu, kemudian, kita hendaknya menambah
kebajikan sebanyak yang kita mampu. Maka dengan usaha
ini, buah kamma buruk yang mengerikan itu dapat dihindari.
Hal ini biasa dicontohkan dengan segelas air yang diisi
dengan sesendok garam, maka rasanya sangat asin. Namun,
kalau kita tidak lagi menambah garam dan hanya menambah
air sehingga menjadi 10 gelas, misalnya, maka rasa sesendok
garam yang ada di dalam air itu sudah akan jauh berkurang.
Kamma baik adalah seperti segelas air dan karma buruk
seperti sesendok garam.
Dengan contoh tersebut, kiranya
dapat dimengerti bahwa penambahan kamma baik serta pengendalian
kamma buruk akan dapat menghindarkan kita dari buah
kamma buruk yang lebih mengerikan, namun akan bisa menimbulkan
kebahagiaan karena banyaknya kamma baik yang dilakukan.
Dengan melaksanakan hal ini, maka secara berangsur-angsur
ketakutan kita akan menjadi lenyap dan akan muncul ketenangan
serta kebahagiaan, bahagia karena banyaknya kebajikan
yang telah dilakukan, dan tenang karena sudah banyak
menghindari kejahatan.
Sdr. Joni, Namo Buddhaya. Satu perbuatan dipastikan
akan menyebabkan tumimbal lahir di alam menyedihkan,
tentu ini hanya merupakan pernyataan yang fatal dan
bukan pandangan Buddhis. Perbuatan kita itu banyak,
dan kerjanya berkombinasi. Saat akan meninggal dunia,
selalu akan muncul 'bioskop' perbuatan, dan di sini
response batin akan muncul. 'Film bioskop' tersebut
ada beberapa kemungkinan, sbb.:
- Perbuatan menjelang kematian sebagai response terhadap
objek.
- Simbol perbuatan menjelang kematian sebagai response
terhadap objek.
- Arena yang akan ditempati setelah kematian sebagai
response terhadap objek.
Film tersebut sangat terkait dengan beberapa kemungkinan
perbuatan, sbb:
- ada atau tidak film perbuatan yang berat yang ber-impact
terhadap batiniah secara pasti (garuka kamma)
- ada atau tidak film perbuatan spontan yang dilakukan
langsung menjelang ajal yang kuat.
- bila butir [b] tidak ada, maka ada atau tidak film
perbuatan yang sering dilakukan yang berkesan sehingga
menjadi watak kebiasaan
- bila butir [c] tidak ada, maka akan muncul film
perbuatan sewaktu-waktu yang muncul terkenang (katatta
kamma).
Nah demikian kira-kira kombinasinya, semoga menambah
pengertian Saudara.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|