|
Update Terakhir:
|
Wednesday, September 28, 2005 Masa Pembenahan BuddhistOnline.com
Tuesday, May 24, 2005 Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549
Tuesday, May 24, 2005 Renungan Waisak 2549 STI
Friday, May 20, 2005 Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau
Sunday, May 1, 2005 Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?
|
|
|
|
![[]](images/space.gif) |
|
[an error occurred while processing this directive]
|
|
Yang Diperbolehkan
dalam Atthasila
Tanya:
- Sehubungan pelaksanaan Atthasila, apakah jenis makanan
dan minuman yang masih diperbolehkan untuk dikonsumsi?
- Apakah pemakain gel perapih rambut dan dasi masih
diperkenankan?
- Apakah perbedaan pelaksanaan Atthasila pada hari
biasa dengan hari Uposatha?
Liong Thiam Fuk, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
- Ada beberapa jenis makanan
yang masih bisa dikonsumsi setelah tengah hari (jam
12.00), misalnya saja teh/kopi manis, madu, permen,
dan juga coklat. Hanya saja perlu diingat bahwa minuman
(dan makanan -red) itu
hendaknya tidak mengandung susu.
Thiam Fuk yang baik, sebenarnya untuk Atthasila masih
terkait juga dengan pengendalian diri. Sedangkan pengendalian
diri, salah satunya adalah, yaitu: Indriya-samvara
(pengendalian indera dalam menanggapi objek). Di dalam
latihan pengendalian diri, seyogyanya pemakaian sesuatu
tidak dimaksudkan untuk meningkatkan lobha, dosa,
moha.
Minuman, juga ada ketentuannya, antara lain: tidak
mengandung partikel sisa bila berbentuk juice.
Dan buah yang diperbolehkan untuk juice bagi
komunitas Bhikkhu tertentu adalah yang bukan tergolong
grain. Yang termasuk grain, adalah The
great fruit, antara lain: palmyra, kelapa,
nangka, breadfruit, bottle gourd, white
gourd, muskmelon, semangka, squash (Buddhist
Monastic Code hal.339). Itu sekilas ulasan kami. Bila
ingin lebih lengkap mengetahuinya, silakan membaca
buku "The Bhikkhus' Rules, A guide for lay people".
Semoga bermanfaat.
- Apabila hal ini menjadi tuntutan
hidup karena pekerjaan, maka pada hari pelaksanaan
sila masih bisa digunakan walau tidak harus dengan
bau atau warna yang menyolok. Atau, kalau ingin lebih
mudah, lakukanlah atthasila pada hari yang tidak terikat
dengan segala wewangian maupun perhiasan.
- Sesungguhnya tidak ada bedanya
pelaksanaan sila di hari biasa maupun hari uposatha.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|
|
![[]](images/space.gif) |
| |