|
Update Terakhir:
|
Wednesday, September 28, 2005 Masa Pembenahan BuddhistOnline.com
Tuesday, May 24, 2005 Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549
Tuesday, May 24, 2005 Renungan Waisak 2549 STI
Friday, May 20, 2005 Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau
Sunday, May 1, 2005 Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?
|
|
|
|
![[]](images/space.gif) |
|
[an error occurred while processing this directive]
|
|
Cara Merukunkan Keluarga
Tanya:
Bila saya punya keinginan untuk merukunkan keluarga
saya, adakah cara untuk mewujudkannya berdasarkan Agama
Buddha?
Terima kasih.
Lia, Jakarta Barat
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera):
Namo Buddhaya,
Dalam Samyutta Nikaya I, 215
disebutkan bahwa kebahagiaan dalam rumah tangga akan
dapat dicapai apabila masing-masing anggota keluarga
dapat melaksanakan:
- Sacca yaitu memiliki
kejujuran dan menepati janji yang dibuatnya.
- Dama (bukan Dhamma)
yaitu dapat mengendalikan pikirannya sendiri sehingga
tidak gampang timbul salah pengertian maupun rasa
saling curiga.
- Khanti yaitu sikap
sabar dalam menghadapi segala macam masalah. Banyak
masalah dalam rumah tangga timbul karena setiap pihak
tidak bisa mengendalikan emosinya yang meledak. Akibatnya,
rumah tangga tidak ada komunikasi sehingga makin mempersulit
usaha untuk memperbaiki keharmonisan antar anggota
keluarga.
- Caga adalah perilaku
yang murah hati dan suka memberi pada siapapun yang
memerlukan. Dalam tahap lanjutan, sikap ini sebenarnya
adalah sikap untuk bisa saling memaafkan segala bentuk
kesalahan yang dilakukan oleh anggota keluarga yang
lain. Bukankah kalau kita benci dengan anggota keluarga
yang lain, sama saja dengan membenci diri sendiri?
Karena mereka semua adalah keluarga dan saudara sendiri.
Dengan mengembangkan keempat
faktor Dhamma inilah maka keharmonisan dan kerukunan
rumah tangga akan dapat diwujudkan.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|
|
![[]](images/space.gif) |
|
|