|
Agar Punya Anak Cerdas
dan Welas Asih
Tanya:
Menurut Agama Buddha, hal-hal apa saja yang sebaiknya
dilakukan oleh seorang ibu yang sedang mengandung agar
anak yang dilahirkan sempurna, cerdas, dan welas asih?
Dipakalyani, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Sesuai dengan benih yang ditanam,
demikian pula buah yang akan dipanen. Oleh karena harapannya
adalah agar punya anak yang baik dan welas asih, maka
sering-seringlah di masa kehamilan melakukan kebajikan.
Kurangilah pembunuhan pada mahluk hidup, kalau dapat,
perbanyaklah membebaskan mahluk yang menderita. Selain
itu, kunjungan rutin ke panti asuhan untuk memberikan
kebutuhan dan sarana pendidikan adalah merupakan hal
yang bermanfaat pula. Di samping itu, lakukanlah penghormatan
pada orangtua, kendalikan emosi dan perbanyaklah melatih
meditasi serta melaksanakan sila, maka diharapkan anak
akan lahir dengan kualitas kebajikan yang menonjol.
Kemudian, setelah dilahirkan, alangkah baiknya, anak
juga mendapatkan pendidikan dari contoh-contoh kebajikan
yang dilakukan oleh orangtuanya. Sesungguhnya, satu
contoh perbuatan nilainya akan melebihi puluhan nasehat
orangtua kepada anak. Semoga kandungan selalu sehat
dan anak dapat terlahir selamat seperti yang diharapkan.
Semoga bahagia.
Sdri. Dipakalyani yang baik, janin sejak tumbuh di
rahim ibu secara bertahap pasada rupa-nya (organ
peka inderanya) juga mulai tumbuh, ia telah dapat mengalami
getaran baik dari suara maupun sentuhan, juga panas
tubuh. Tubuh dan batin janin secara selaras saling dukung;
untuk fisik janin dipengaruhi oleh 4 hal, yaitu kamma
(perbuatan), citta (pikiran), utu (lingkungan),
ahara (makanan) si janin itu sendiri. Ahara
bagi si janin itu sendiri dapat berupa materi yang dihasilkan
oleh kamma, citta, utu, dan ahara
si ibu. Kamma dan citta si ibu juga dapat berinteraksi
dengan kamma si ayah dan lingkungannya.
Oleh karena itu untuk menghasilkan bayi / anak yang
cerdas dan prima lahir batin, dibutuhkan kondisi sbb.:
- tindakan dan pikiran si ayah harus selalu positif
- tindakan, pikiran, makanan, pakaian, dan tempat
tinggal si ibu harus selalu positif
- rangsangan indera yang diterima janin harus selalu
diupayakan positif, misalnya dengan memberikan kondisi
getaran suara yang baik seperti pembacaan paritta,
lagu Buddhis, khotbah Dhamma, pembicaraan ibu dan
ayah serta lingkungan yang positif; belaian, sentuhan
terhadap tubuh bagian luar ibu tempat janin berkembang
diupayakan yang baik; pakaian ibu yang baik
- dan seterusnya.
Demikian ulasan singkat dari kami.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|