Minuman Beralkohol dan Pelanggaran Sila
Tanya:
Namo Buddhaya,
Jika A minum anggur (wine) beralkohol tapi tidak
kehilangan kesadarannya, mungkin karena 'daya toleransi'
badannya, apakah A melanggar sila kelima Pancasila Buddhis?
Anumodana atas jawabannya.
Mettacittena,
Dharmavira, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Untuk dapat menjawab pertanyaan
ini, marilah membuka terjemahan sila kelima Pancasila
Buddhis tersebut dari buku Paritta Suci terbitan Yayasan
Dhammadipa Arama. Di sana tertulis: Aku bertekad akan
melatih diri menghindari segala minuman keras yang DAPAT
MENYEBABKAN lemahnya kesadaran. Jadi, permasalahan di
sini bukan HILANGNYA KESADARAN karena telah mabuk, melainkan
MINUMAN YANG MENYEBABKAN hilangnya kesadaran. Dengan
demikian, jumlah minuman yang dikonsumsi maupun kondisi
si peminum tidak dipermasalahkan, melainkan aktivitas
meminumnya itulah yang ditekankan. Oleh karena itu,
walaupun hanya sedikit, dan tidak mabuk, bukan berarti
tidak melanggar sila, tetap saja orang terebut menjadi
subyek pelanggaran sila kelima ini.
Semoga semua mahluk berbahagia dan tenteram.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|