|
Ketika Dikucilkan
Teman
Tanya:
Apa pandangan Agama Buddha tentang persahabatan
yang tidak sehat di mana kadang-kadang ada kecenderungan
orang mengucilkan temannya yang lain karena mengganggap
bodoh dan tak berguna di kelasnya? Apa yang harus dilakukan
bagi orang yang mengalaminya?
Lia, Bogor
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Persahabatan yang baik idealnya
memang saling berbagi rasa dan asah, asih serta asuh,
namun, kalau terjadi pengucilan, maka hendaknya orang
yang dikucilkan itu merenungkan beberapa hal:
- Apakah memang saya bersalah,
bodoh dan tidak berguna sehingga layak dikucilkan?
Kalau memang ada kesalahan, ataupun kekurangan yang
masih bisa diperbaiki, maka segeralah PERBAIKI DIRI
agar kualitas diri kita meningkat sehingga akhirnya
kitapun bisa diterima dalam pergaulan.
- Kalau SETELAH meningkatkan
kualitas diri kita, ternyata masih belum bisa diterima,
maka tentunya kita masih membutuhkan WAKTU untuk membuktikan
kepada mereka bahwa memang kita sudah berusaha berubah.
- Namun jika setelah beberapa
waktu berlalu dengan perbaikan yang kita telah lakukan,
ternyata mereka masih belum mau menerima juga, maka
mungkin memang kita tidak sesuai bergaul dengan mereka,
dan kita dapat MENCARI TEMAN LAIN yang mampu menyadari
kelebihan dan kekurangan kita.
Dengan demikian, kita tidak memaksakan
kehendak harus bergaul dan akrab dengan kalangan tertentu
tadi.
Semoga semua mahluk berbahagia dan tenteram.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|