BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

[]   
[]
[an error occurred while processing this directive]

 

Pengembangan Tehnologi dan Kemiskinan

Tanya:
Tehnologi yang dikembangkan oleh NASA merupakan tehnologi yang berguna bagi pengetahuan segenap umat manusia. Namun tehnologi yang dikembangkan itu memakan biaya yang tidak sedikit. Setahu saya, tujuan dari eksperimen itu tidak lain hanya ingin mengetahui seberapa jauh manusia bisa menjajaki angkasa luar dengan tehnologinya. Padahal dalam Agama Buddha dengan kemampuan pikiran, manusia bisa melanglang buana angkasa luar dengan enjoynya.

Alangkah baiknya dana yang besar yang digunakan untuk membiayai kegiatan itu digunakan untuk membantu orang-orang yang miskin yang ada di dunia dan juga untuk membangun tempat meditasi yang bertujuan untuk mengembangkan batin manusia. Toh, pekerjaan yang dilakukan mentok-mentoknya hanya sebatas itu saja. Andaikan manusia bisa mencapai planet-planet lain paling hanya sebatas galaksi yang kita miliki, dan untuk mencapai galaksi yang lain dibutuhkan juga waktu berjuta-juta tahun cahaya. Apakah dengan umur manusia yang hanya paling banter 80 tahun itu bisa melanglang galaksi yang jumlahnya jutaan bahkan milyaran galaksi. Bagaimana tanggapan Agama Buddha mengenai hal ini? Mohon jawabannya.

Rusidi Sukatam Jaya, Jakarta

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,

Memang merupakan salah satu pendapat yang menarik bahwa daripada mempergunakan biaya besar untuk satu proyek luar angkasa, maka lebih baik membantu mereka yang kurang mampu atau mendirikan pusat-pusat latihan meditasi. Hanya saja, di dunia ini, tidak semua orang memiliki pendapat yang sama, hal ini disebabkan karena sudut pandang dan kerangka acuan yang tidak sama. Ada pihak yang lebih menekankan pada perkembangan dunia ilmu pengetahuan, sedangkan ada pihak lain yang mungkin lebih berpihak pada kaum tak mampu.

Namun, kita tentunya juga menyadari, bahwa kita tidak mungkin dapat menyamakan semua pendapat di dunia ini. Ibarat sepasang sepatu, tidak mungkin kita memiliki sepatu yang hanya kanan saja atau kiri saja, semua tentu ada kanan dan kiri. Demikian pula dengan beda pandangan. Kalau kita memang tidak sepakat dengan pandangan pihak lain yang menekankan pengembangan iptek, maka kita dapat menggalang orang-orang lain yang sepaham dengan kita untuk bergerak secara nyata mengatasi kemiskinan.

Jadi, dengan demikian, kita bukan hanya merasa kurang sesuai dan mengkritik pandangan orang lain, namun kita hendaknya juga memiliki semangat untuk mewujudkan gagasan kita sendiri sebagai bentuk kritikan positif terhadap pihak lain tersebut. Sesungguhnya kemampuan hidup bersama dalam perbedaan adalah sikap hidup yang membahagiakan

Semoga semua mahluk berbahagia dan tenteram.

Semoga bermanfaat.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]