BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

[]    
[]
[an error occurred while processing this directive]

 

Mengetahui Kehadiran 'Mahluk Halus'

Tanya:

  1. Apakah kehadiran 'mahluk halus' dapat kita ketahui?
  2. Bagaimana sikap kita menghadapi ketakutan yang muncul akibat rasa kaget melihat sesuatu yang (sebelumnya) tidak tampak?

Terima kasih.

Hendrik Kwandi, Surabaya

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,

  1. Kemampuan merasakan kehadiran 'mahluk halus' tidak selalu dimiliki oleh setiap orang. Hal ini tergantung pada sensitifitas setiap individu. Untuk mereka yang bisa merasakan, maka secara individual, kehadiran 'mahluk halus' bisa diketahui melalui keenam indria kita. Ada orang yang sensitif pada organ penglihatannya, maka dia mampu melihat mahluk itu. Sedangkan mereka yang sensitif organ pendengarannya, mampu mendengarkan suara, tanpa melihat rupa. Atau ada orang yang mampu merasakan aroma wangi atau busuk 'mahluk halus', tanpa bisa mendengar suaranya. Demikian seterusnya.

    Sdr. Hendrik yang baik, Namo Buddhaya, Kehadiran 'mahluk halus' di dekat kita dapat diketahui apabila kita cukup peka. Cara mengetahuinya ada yang melalui indera sentuhan (terasa getaran panas melalui permukaan tubuh kita); ada juga yang melalui indera penciuman bau (tercium bau / harumnya), ada juga yang melalui indera pendengaran (terdengar getaran gerakannya), ada juga yang melalui indera penglihatan (terlihat oleh matanya). Kesemuanya itu tergantung dari kepekaan indera seseorang, dan tiap orang berbeda-beda kepekaan inderanya demikian pula kepekaan yang dominannya. Indera peka merupakan kammajarupa (produk kamma) dan berinteraksi dengan cittajarupa (produk pikiran). Oleh karena itu, kepekaan ini dapat dilatih.

     

  2. Ketakutan yang muncul bisa diatasi dengan mengucapkan "Semoga semua mahluk berbahagia" berulang kali. Dengan demikian, kita bukan hanya konsentrasi untuk mengatasi ketakutan sendiri, namun, kita sekaligus mendoakan agar mahluk itu berbahagia.

    Untuk menyingkirkan rasa takut bila mengetahui ada mahluk yang tak terlihat, kita harus menyadari bahwa mahluk ada yang terlihat dan tak terlihat dan sebagainya, dan mereka juga mahluk-mahluk seperti kita. Kita harus berlatih secara bertahap karena ketakutan itu tidak bisa sirna secara mendadak. Pengertian dan keyakinan terhadap hakekat sesungguhnya segala sesuatu akan membuat seseorang berani dalam kondisi apa pun.

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]