|
Tidak Enggan Karena
Kagum
Tanya:
Namo Buddhaya,
Apakah perasaan kagum pada ajaran Sang Buddha (seperti
yang dinyatakan dalam Dhammadesana "Datang Karena Kagum")
pasti bisa mengikis perasaan asing / enggan untuk kebaktian
di vihara yang beda mazhab? Bagaimana memupuk rasa kagum
tersebut secara kolektif? Terima kasih.
Gumanti, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera):
Namo Buddhaya,
Sesungguhnya perasaan kagum pada
Ajaran Sang Buddha merupakan SALAH SATU sarana untuk
kita bisa mengikuti kebaktian di vihara mahzab apapun
juga. Namun, jangan lupa, kecenderungan orang per orang
untuk mengikuti upacara di vihara tertentu juga mempengaruhi.
Hal ini disebabkan karena setiap mahzab tidak sama cara
upacaranya, dengan demikian, tidak semua orang punya
kecocokan, namun, tentang Buddha Dhamma yang diajarkan
di vihara mahzab apapun juga, tentu dapat diterima oleh
orang yang memang sudah kagum pada Ajaran Sang Buddha.
Memupuk rasa kagum secara kolektif,
tentunya dengan pembabaran Dhamma yang terbebas dari
kebencian dan motif-motif pribadi lainnya. Hendaknya
Dhamma juga dibabarkan dengan penuh cinta kasih dan
disajikan dengan sederhana serta dipenuhi dengan contoh
nyata yang bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, setiap orang yang mendengarkan Dhamma
akan merasakan begitu dekat Dhamma dengan kehidupannya
dan dia juga bisa menggunakan Buddha Dhamma untuk mengatasi
berbagai persoalan kehidupannya. Pada akhirnya dia akan
semakin kagum dengan kesunyataan yang diajarkan dalam
Buddha Dhamma. Dengan cara ini pula, maka diharapkan
akan semakin banyak orang yang kagum pada Buddha Dharma,
dan merekapun akan menjadikan Buddha Dhamma sebagai
pedoman hidupnya, sehingga mereka mendapatkan kebahagiaan
dalam Buddha Dhamma.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|