|
Perasaan Kuatir dan
Kamma Buruk
Tanya:
Merasa kuatir terhadap masa depan, keselamatan dan kesehatan anggota keluarga
atau orang-orang yang kita cintai, apakah merupakan kamma buruk?
Surja Muliadi, Jakarta Utara
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Menguatirkan masa depan keluarga,
memanglah hal yang wajar, namun, kalau sampai kita menjadi
sedih dan stres karena memikirkan mereka itulah yang
disebut sebagai BUAH KAMMA BURUK, jadi kita tidak menanam
kamma buruk, melainkan memetiknya. Oleh karena itu,
dalam Dhamma, kita diajarkan untuk hidup pada saat ini,
artinya, kita tetap boleh mempunyai gambaran global
tentang masa depan keluarga, namun, yang paling penting
adalah kehidupan saat ini, apakah yang terbaik yang
bisa kita lakukan pada saat ini. Karena, dengan melakukan
yang terbaik saat ini, masa depan yang direncanakan
cenderung akan bisa diwujudkan.
Surya yang baik, sikap batin takut, khawatir seperti
yang diuraikan memang sikap batin negatif, yang tentu
saja bila secara fair disebut kamma buruk. Mohon tidak
kaget, itulah kerjanya kamma. Tindakan yang seyogyanya
dilakukan, ialah berpikir positif, bahwa setiap kondisi
yang dialami dipimpin oleh perbuatan masing-masing individu
di masa lampau dan saat ini. Kondisi yang dialami itu
dapat berubah, tidak konstan, dan kita bisa menjadi
salah satu pengkondisi perubahan itu, baik secara batiniah
maupun fisik. Dan di dalam mengkondisikan ini akan lebih
efektif bila kita berpikir jernih di dalam menyelesaikan
atau merencanakan sesuatu tanpa rasa takut, khawatir
dan sebagainya. Ini memang sulit, namun bila dilatih
dengan penuh pengertian maka akan meningkatkan ketegaran
dan ketenangan tersendiri yang tak dapat dibayar dengan
apa pun.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|