|
Cara Mengendalikan
Pikiran
Tanya:
Walaupun seharian saya telah melaksanakan Pancasila
Buddhis, dan memancarkan Metta sesering mungkin, tetapi
ketika meditasi saat malam, pikiran ini masih berkelana
susah diikat. Jadi, bagaimana cara termudah untuk mengendalikan
pikiran ya?
Surja Muliadi, Jakarta Utara
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Pikiran kurang terpusat pada
obyek selama latihan meditasi adalah merupakan kesulitan
awal yang wajar. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal
ini, hendaknya rutinitas meditasi ditingkatkan, artinya
lebih rutin melatih meditasi, maka pikiran akan semakin
mudah dikendalikan. Kedua, sebelum melatih meditasi,
ada baiknya membaca paritta beberapa menit dahulu agar
mengkondisikan pikiran memasuki suasana sakral yang
berbeda dengan suasana kehidupan sehari-hari. Biasanya
dengan sedikit ritual ini akan membantu konsentrasi.
Ketiga, obyek konsentrasi kalau memang sulit untuk digunakan
memusatkan perhatian, maka bisa menggunakan obyek yang
agak kasar, misalnya saja mengamati proses berjalan
dengan memperhatikan telapak kaki sewaktu melangkah.
Dengan melatih konsentrasi pada langkah ini akan membantu
melatih konsentrasi sewaktu duduk meditasi. Keempat,
ada baiknya konsultasi dengan salah satu guru meditasi
yang di kenal dan ada di sekitar tempat tinggal, karena
dengan bimbingan langsung, biasanya akan lebih cepat
mendapatkan peningkatan konsentrasi.
Sdr. Surya yang baik, meditasi memang bukan mie instan,
apalagi objek pengamatannya mungkin baru untuk Saudara.
Pancasila Buddhis bukanlah semata praktik sehari-hari
yang harus dilaksanakan dengan membuta, namun Pancasila
Buddhis sebenarnya mengandung falsafah yang dalam di
mana kata sikhapada artinya berlatih. Di dalam
berlatih sebenarnya terkandung beberapa jenis pengendalian
diri, yaitu: patimokkhasamvara = pengendalian
diri melalui peraturan indriyasamvara = pengendalian
diri ketika enam indera kontak dengan objeknya paccayasanissita
samvara = pengendalian diri di dalam menggunakan
empat kebutuhan pokok. Objek pengamatan di dalam meditasi
pun ada berbagai bentuk yang pemilihannya perlu disesuaikan
dengan watak (carita) seseorang dengan bimbingan
guru yang tepat yang telah mengetahui berbagai sisi
kombinasi watak. Ada baiknya, Saudara mengenal sedikit
pengetahuan teori meditasi Buddhis terlebih dulu sebelum
mengikuti formal meditasi yang diajarkan oleh guru tertentu
sehingga tujuan dan objektif meditasi itu dapat secara
tepat terimpresi di dalam batin Saudara.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|