|
Hukum Kamma dan Panjang
Pendeknya Usia
Tanya:
Apakah kamma mempengaruhi panjang-pendeknya
usia seseorang? Mengapa ada orang yang usianya relatif
panjang tapi menderita, tetapi ada juga yang berumur
pendek tapi relatif penuh kebahagiaan / kesuksesan?
Surja Muliadi, Jakarta Utara
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Hukum karma adalah hukum sebab
dan akibat. Secara mudah, sering dicontohkan dengan
menanam padi, tumbuh padi. Artinya, segala yang kita
lakukan, maka buahnya akan kembali pada diri kita sendiri.
Seseorang bisa memiliki umur pendek, karena dia telah
menanam umur pendek (pembunuhan) juga pada mahluk lain,
baik dalam kehidupan ini maupun yang lampau.
Sedangkan orang yang berusia
panjang, adalah karena dalam kehidupan lampau maupun
saat ini banyak melakukan upaya penyelamatan mahluk
lain, sedangkan penderitaan yang dialaminya, adalah
buah dari karma buruk lainnya yang pernah dia lakukan.
Demikian pula dengan orang yang usia pendek tapi berbahagia
adalah karena dia telah melakukan hal-hal yang dapat
memperpendek umur mahluk lain, tapi di samping itu,
dia juga telah melakukan kebajikan-kebajikan yang lainnya.
Sdr. Surya yang baik, selama orang itu hidup, ia mengalami
buah kamma yang lalu dan sekarang, kombinasi. Sehingga
tak seorang pun sama "peruntungan"-nya. Ibarat peluru
yang telah diluncurkan, itulah kelahiran seseorang memiliki
jangkauan waktu tertentu, namun selama peluru itu melesat,
bisa saja perjalanan peluru itu melalui hambatan angin
atau bertambah pesat oleh gaya lain. Demikian pula,
selama hidup ini banyak kamma lampau dan kamma baru
yang berkombinasi mempengaruhi perjalanan peluru itu.
Jadi, pemimpinnya memang kamma, namun tidak semata kamma
yang berperan. Di dalam Buddha Dhamma dikenal 5 fenomena
yang berproses sesuai kondisinya, yaitu Utu Niyama (keselarasan
fisik temperatur / kelembaban), Bija Niyama (keselarasan
biologis sifat khas), Kamma niyama (keselarasan tindakan
dan hasilnya), Citta Niyama (keselarasan pikiran), dan
Dhamma Niyama (keselarasan yang merupakan sifat khas
yang tak termasuk ke dalam 4 kategori sebelumnya).
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|