|
Tasbih dan Toilet
Tanya:
Saya suka memakai tasbih di tangan. Ada yang
bilang, kalau mau masuk ke toilet, tasbih tersebut harus
dilepas dulu. Katanya, tasbih tidak boleh dibawa masuk
ke toilet. Saya mau tanya, apa benar demikian?
Lili, Lampung
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Tasbih adalah alat untuk menghitung
(=counter) banyaknya 'doa' yang harus kita baca
pada satu ketika. Karena dia hanya sebagai alat, maka
tentu saja, tidak ada masalah untuk dibawa ke mana-mana,
termasuk ke toilet. Hal ini hendaknya disikapi sebagai
hal yang wajar, jangan malah mendewakan tasbih, yang
akhirnya malah menjerumuskan kita pada memberhalakan
tasbih. Kalau memang tasbih tidak boleh dibawa ke toilet,
maka tentu mulut dan badan kita juga tidak boleh dibawa
masuk ke toilet, karena kita membaca paritta dengan
mulut kita, dan kita mengacungkan dupa dengan tangan
kita. Lalu, kalau demikian, apakah yang boleh dibawa
masuk ke toilet? Karena semua anggota tubuh kita adalah
alat untuk membaca paritta dan juga berbuat kebajikan.
Sdr. Lili yang baik, kegiatan pantangan tersebut bila
diyakini oleh seseorang maka akan menimbulkan kemelekatan
pandangan pada orang tersebut. Apakah peningkatan kemelekatan
(bahkan terhadap pandangan) merupakan jalan menuju kebahagiaan
sejati? Saudari sendiri yang dapat menilainya.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|